Pamedek Membludak Hingga Malam, Pura Hulundanu Batur Songan Dipadati Umat
Para pamedek saat melaksanakan persembahyangan di Tri Kahyangan Jagat Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan. (ist)
BANGLI – baliprawara.com
Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, terus dipadati umat. Kehadiran ribuan pendek ini untuk melaksanakan persembahyangan serangkaian pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Tri Kahyangan Jagat ini.
Sejak Sabtu 3 Oktober hingga Senin 5 Oktober 2026 malam, ribuan pamedek datang secara bergelombang menuju pura yang berada di kawasan hulu Danau Batur tersebut. Kepadatan paling terlihat pada Minggu, ketika arus kedatangan umat meningkat sejak pagi.
Lonjakan jumlah pamedek turut berdampak terhadap kondisi lalu lintas di sekitar kawasan pura. Kendaraan yang datang dari berbagai daerah membuat arus semakin padat, bahkan antrean kendaraan dilaporkan sempat mencapai sekitar empat kilometer.
Situasi tersebut membuat petugas dari kepolisian, TNI, bersama pecalang turun langsung melakukan pengaturan. Mereka mengatur pergerakan kendaraan sekaligus membantu kelancaran mobilitas umat yang datang untuk mengikuti rangkaian karya.
Kepadatan juga terjadi di kawasan Penataran Pura Hulundanu Batur. Sejak pagi, umat tampak mengantre secara bergiliran untuk memasuki jabe jero dan melaksanakan persembahyangan.
Antrean pamedek tidak hanya terjadi pada siang hari. Hingga malam, kawasan pura masih dipadati umat yang terus berdatangan. Kondisi serupa terlihat di Pura Petirtaan Hulundanu Batur yang menjadi salah satu lokasi persembahyangan dalam rangkaian pelaksanaan karya.
Pamedek yang tiba di kawasan tersebut mengikuti antrean secara bergantian. Arus umat yang datang silih berganti membuat aktivitas persembahyangan berlangsung dengan jumlah peserta yang cukup besar.
Ketua Pelaksana Karya, Jro Saba, mengatakan tingginya jumlah pamedek menunjukkan besarnya antusiasme umat untuk tangkil dan mengikuti rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama.
“Membludaknya pamedek ini sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme umat untuk tangkil dan mengikuti rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan,” kata Jro Saba, dalam keterangannya, Senin 5 Oktober 2026.
Ia juga menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada seluruh umat yang telah hadir dan mengikuti rangkaian persembahyangan. Menurutnya, kehadiran para pamedek menjadi bagian dari pelaksanaan karya yang digelar untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam semesta.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pamedek yang sudah tangkil. Semoga persembahyangan ini berjalan lancar, karya labda karya, serta memberikan kerahayuan bagi umat dan alam semesta,” ujar Jro Saba. (MBP)
