Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city) Angkat Isu Interseksionalitas HIV dan Kekerasan Seksual di Denpasar
Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city), di Berbagi Ruang & Kopi, Peguyangan Kangin, Sabtu 17 Januari 2026. (ist)
DENPASAR – baliprawara.com
Denpasar kembali menjadi ruang pertemuan gagasan tentang keberagaman dan kesehatan kota melalui pameran MANUSIA 4.0: Diver(city). Bertempat di Berbagi Ruang & Kopi, Peguyangan Kangin, Sabtu 17 Januari 2026, pameran ini menghadirkan suasana berbeda dengan instalasi visual berwarna cerah dan pendekatan interaktif yang mengajak pengunjung terlibat aktif.
Diselenggarakan oleh PKBI Daerah Bali, MANUSIA 4.0: Diver(city) menjadi kelanjutan dari seri pameran MANUSIA sebelumnya. Pameran ini merespons isu interseksionalitas HIV dan kekerasan seksual di tengah beragam identitas masyarakat, sekaligus menumbuhkan harapan akan kota yang sehat dan inklusif.
Dalam pelaksanaannya, PKBI Daerah Bali menggandeng Gurat Institute, kolektif seniman Bali yang berfokus pada riset dan pengembangan kebudayaan visual. Kolaborasi ini diwujudkan melalui berbagai karya visual, mulai dari infografis, video, hingga media permainan edukatif.
Kurator pameran Savitri Sastrawan menyampaikan bahwa MANUSIA 4.0 terasa berbeda karena mengandalkan desain komunikasi visual berbasis data digital. Peta digital dan game interaktif dipilih untuk menyederhanakan data yang padat agar tetap menarik dan mudah dipahami pengunjung.
“Pameran ini juga menjadi bagian dari diseminasi publik program Indonesia Health Cities with Pride (IHCP) yang berjalan pada 2023–2025,” katanya.
Program Manager IHCP, Ni Kadek Sintya Angreni, menjelaskan bahwa karya-karya yang ditampilkan dirancang sebagai produk pengetahuan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, bahkan setelah program berakhir. Tema Diver(city) dipilih untuk menekankan pentingnya keberagaman, kesetaraan gender, serta akses layanan kesehatan bebas stigma, termasuk bagi ODHIV dan penyintas kekerasan seksual.
Sejumlah data hasil penelitian IHCP tahun 2024 turut divisualisasikan dalam pameran. Temuan tersebut menunjukkan masih adanya keengganan remaja mengakses layanan kesehatan, meski kebutuhan terhadap konseling, tes HIV, dan tes IMS cukup tinggi. Data ini disajikan dalam bentuk infografis Pulau Bali, photovoice, serta modul dan buku yang dihasilkan selama program IHCP.
Untuk memperkuat pengalaman pengunjung, pameran ini juga menghadirkan board game edukatif tentang alur rujukan penyintas kekerasan seksual di kampus. Selain itu, diskusi panel bertajuk Membuka Akses, Menguatkan Hak digelar dengan menghadirkan akademisi dan praktisi guna membahas kebijakan serta praktik layanan HKSR di Bali.
Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city) berlangsung pada 17–19 Januari 2026 pukul 13.00–18.00 WITA dan terbuka gratis untuk publik. (MBP)