Pangerupukan, STDB Apuan Mempersembahkan Fragmentari “Batu Jaran”
Fragmentari Batu Jaran persembahan ST Darma Bhakti Apuan, Rabu (18/3) malam.
TABANAN – baliprawara.com
Sekaa Teruna Darma Bhakti (STDB) Banjar/Desa Apuan, Kecamatan Baturiti Tabanan, kembali menyuguhkan garapan fragmentari pada malam Pangerupukan, sehari menjelang Nyepi Caka 1948, Rabu (18/3/2026). Pada Pangerupukan kali ini STDB Apuan mempersembahkan
fragmentari berjudul “Batu Jaran”, karya seni garapan Bunga Savitri, Bintang Mas Nusantara dan I Nyoman Mas Prema Ganda.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pementasan kali ini dipadukan dengan unsur tari kecak inovatif yang menghadirkan suasana sakral, sekaligus penuh kekuatan emosional.
Fragmentari “Batu Jaran” diangkat dari cerita lokal masyarakat Apuan yakni Batu Jaran–sebuah batu yang dipercaya memiliki kekuatan gaib. Batu tersebut berada di sekitar aliran sungai Tukad Ten Kauh atau Tukad Yeh Kajang.

Dikisahkan, Batu Jaran adalah sosok anak kecil yang hidup dalam kesendirian. Ia sering
terlihat berjalan di sekitar sungai sambil memanggil ibunya, namun tak seorang pun dapat melihatnya.
Suatu hari ia melihat anak-anak Desa Apuan bermain dengan riang di tepi sungai. Batu Jaran ingin ikut bermain bersama mereka, tetapi ia hanyalah sosok tak kasatmata yang
tidak dapat dilihat oleh manusia.
Kesedihan yang mendalam membuat Batu Jaran meratapi nasibnya hingga akhirnya
muncul seorang Dewi yang penuh cahaya. Batu Jaran pun memohon agar manusia dapat
melihat keberadaannya. Sang Dewi mengabulkan permintaannya dengan satu syarat: Batu
Jaran tidak boleh mengganggu kehidupan masyarakat Desa Apuan.
Akhirnya, Batu Jaran diperlihatkan dalam wujud “Ogoh-ogoh” sebagai pengingat bahwa
kehidupan masyarakat Apuan saling berdampingan dengan alam tak kasatmata.

Melalui perpaduan gerak tari, vokal cak yang dinamis, serta alur cerita yang menyentuh, pementasan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya serta penyampaian nilai-nilai kehidupan tentang keharmonisan antara manusia, alam, dan dunia tak kasatmata.
Pragmentari persembahan Sekaa Teruna Darma Bhakti Apuan ini sebuah inovasi yang menghadirkan nuansa baru tanpa meninggalkan akar tradisi. (MBP2)