Pelukis Yuno Baswir Lelang Lukisan di Washington DC, Bantu Korban Bencana Sumbar ‎ ‎

 Pelukis Yuno Baswir Lelang Lukisan di Washington DC, Bantu Korban Bencana Sumbar ‎ ‎

Yuno Baswir dan karyanya yang dilelang.

DENPASAR – baliprawara.com
‎‎Rasa duka mendalam yang dialami para korban musibah banjir Sumatera Barat (Sumbar) , akhir November 2025 lalu, dirasakan pula oleh pelukis Yuno Delwizar Baswir. Seniman asal Minang  ini telah lebih 40 tahun bermukim di  Washington DC, Amerika Serikat.

‎Betapa tidak, musibah itu telah menelan korban jiwa cukup banyak. Ia terenyuh dan terpanggil untuk berbuat sesuatu guna membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir.

‎Pasca musibah itu, tepatnya 16 Desember 2025, Yuno bergegas mengambil kanvas berukuran 40×40 cm, berikut kuas dan warna.  Melalui kepekaan intuisinya, gambaran tentang musibah itu ia pindahkan ke bidang kanvas. Kemudian lukisan itu diberi judul: “Indonesia is in Mourning Today: Hundreds of Souls Rise Up to Heaven (Indonesia Berduka Hari Ini: Ratusan Ruh Naik ke Langit)”. 

‎Setelah lukisan itu selesai, Yuno mengambil inisiatif untuk melelangnya, dan hasil penjualannya didonasikan untuk ikut membantu mereka yang terdampak bencana.

Karya Yuno Baswir


‎Tuhan pun memberi jalan lapang, lukisan itu laku seharga 2.550 dolar AS atau sekitar Rp 42 juta melalui lelang via grup WA.  Tak itu saja,  pria asal Koto Tangah Simalanggang,  Payakumbuh ini juga  menggalang dana dengan menjual lukisan sahabatnya, Prof. Dr. Aziz Ahmad dari salah satu universitas di Makassar yang laku 5 jt IDR. Ditambah dengan sumbangan kawan-kawan kenalan di Washington DC, akhirnya  terkumpul sebanyak Rp 68.097.134.  Dana itu disumbangkan untuk biaya pendidikan dua santri, salah satu Pondok Pesantren di Sumatera Barat. Donasi itu diserahkan pada hari Kamis 8 Januari 2026 malam waktu Washington DC atau Jumat 9 Januari 2026 pagi waktu Indonesia. “Mengingat jarak yang jauh, acara  resmi penyerahan donasi itu dilakukan secara zoom,” kata Yuno Delwizar Baswir,  Kamis  8 Januari 2026 via WA.

Karya Prof. Aziz Ahmad

‎”Melalui sahabat saya di Sumbar, sumbangan itu akan diteruskan kepada dua orang santri yang terdampak bencana.  Satu santri diberikan dana pendidikan karena kedua orangtuanya meninggal terkena musibah banjir.  Satunya lagi dibantu dana pendidikan, karena rumah orangtuanya tak tersisa disapu banjir, berikut ladang kebunnya rusak parah, ” ujar Yuno, pelukis yang sempat mengenyam pendidikan di ASRI Yogyakarta kemudian menuntaskan sarjana muda dan master di AS.

‎Dikatakan, nilai donasi tidaklah seberapa. Tapi itulah yang bisa dilakukan Yuno dan kawan-kawan dari Washington DC untuk membantu biaya pendidikan santri yang terdampak banjir.  Semoga bermanfaat. (MBP2)


See also  Gairahkan Industri Sport Tourism, Bank Mandiri Dukung Promosikan Sirkuit Internasional Mandalika 2023

Redaksi

Related post