Pendapatan Pajak Wisata Bali Tembus Rp168 Miliar, Pemerintah Dorong Transformasi Menuju Pariwisata Berkualitas
Pementasan di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Pusat Kebudayaan Bali.
DENPASAR – baliprawara.com
Pemerintah Provinsi Bali mencatat capaian signifikan dari pungutan wisatawan asing (tourism levy) sejak diberlakukan awal tahun ini. Hingga Juni 2025, total pendapatan dari kebijakan tersebut telah menembus Rp168 miliar, dan diperkirakan akan mencapai Rp340 miliar pada akhir tahun. Dana ini disebut akan menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi pariwisata Bali ke arah yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa pendapatan dari pungutan ini akan digunakan untuk pembenahan infrastruktur, pelestarian budaya dan lingkungan, serta peningkatan pelayanan publik.
“Kita ingin pariwisata Bali tidak hanya besar dari segi jumlah, tapi juga berkualitas dan berdampak positif untuk masyarakat lokal,” ujar Koster.
Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah pembangunan infrastruktur transportasi modern seperti proyek MRT bawah tanah yang akan menghubungkan Bandara Ngurah Rai ke sejumlah destinasi wisata utama seperti Nusa Dua dan Cemagi.
Proyek senilai belasan triliun rupiah ini dirancang untuk mengurangi kemacetan dan emisi karbon, serta meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Langkah ini dinilai tepat di tengah maraknya keluhan wisatawan mengenai overkapasitas di beberapa kawasan. Sejumlah pelancong mancanegara bahkan mengungkapkan kekecewaan atas kondisi lalu lintas dan fasilitas umum yang tak sebanding dengan jumlah kunjungan. Tak sedikit dari mereka yang mulai mencari alternatif destinasi yang lebih tenang dan tertata.
Tren ini memunculkan peluang baru bagi sektor-sektor penunjang, terutama industri kuliner premium yang mengusung konsep eksklusif dan berkelas.
Di tengah perubahan pola liburan, wisatawan kini semakin memilih tempat bersantap yang menawarkan lebih dari sekadar menu — melainkan suasana, pelayanan, dan kualitas bahan terbaik.
Salah satu destinasi kuliner yang mulai mencuri perhatian adalah Blossom Steakhouse di kawasan Sanur. Terletak di dalam kawasan Icon Bali Mall, restoran ini menghadirkan pengalaman bersantap kelas atas dengan pilihan daging terbaik seperti USDA Prime, Australian Wagyu, hingga dry-aged steak yang disajikan dalam nuansa elegan.
Dengan layanan VIP room dan koleksi wine yang dikurasi secara khusus, Blossom menawarkan konsep bersantap yang sesuai dengan semangat “pariwisata sadar” yang kini didorong oleh pemerintah Bali. Informasi lebih lanjut mengenai tempat ini dapat ditemukan di Google Maps mereka.
Pemerintah Bali berharap kolaborasi lintas sektor — mulai dari infrastruktur, budaya, hingga kuliner — dapat membentuk ekosistem pariwisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga bertanggung jawab dan berdaya saing global.
Dengan pergeseran ke arah pariwisata berbasis kualitas, Bali diharapkan tetap menjadi primadona di tengah tantangan dunia pariwisata pasca-pandemi dan tekanan lingkungan yang semakin kompleks. (MBP/r)