Perayaan Imlek 2577 di Denpasar, dari Kegiatan Sosial, Festival Harmoni Imlek hingga Pemasangan Seribu Lampion

 Perayaan Imlek 2577 di Denpasar, dari Kegiatan Sosial,  Festival Harmoni Imlek hingga Pemasangan Seribu Lampion

Walikota Denpasar menerima audiensi penyelenggara perayaan Imlek 2026, Senin (9/2/2026).

DENPASAR – baliprawara.com
Perayaan Imlek 2577 tahun 2026 dirancang lebih menarik. Ada semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam perayaan Imlek dan HUT ke-238 Kota Denpasar tahun 2026 ini. Kolaborasi  antara INTI Bali, Pemkot Denpasar, Puri Agung Jro Kuta, Konco Sing Bie Bio dan elemen masyarakat lainnya, dalam perayaan tersebut tercermin semangat kebersamaan dan persaudaraan. Menarik, dalam perayaan Imlek 2026, akan ada Festival Harmoni Imlek yang menyajikan parade seni dan bazar yang menyuguhkan kuliner khas Tionghoa dan Bali di Jalan Kartini Denpasar. Seribuan lampion akan dipasang di sepanjang Jalan Gajah Mada,  Pasar Badung dan sejumlah kawasan.
‎Demikian terungkap saat penyelenggara perayaan Imlek beraudiensi dengan Walikota Denpasar, Senin (9/2/2026).

‎Putu Agung Prianta, Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali menyampaikan, perayaan Imlek 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti donor darah, kegiatan sosial dan senam bersama Minggu  15 Februari  2026 di Lapangan Puputan Badung.  Kemudian akan digelar Malam Persaudaraan Perayaan Imlek pada 20 Februari 2026 di Hongkong Garden Restoran sebagai wujud rasa syukur.

‎I Ketut Siandana, pembina panitia Festival Harmoni Imlek 2026 dan Jro Mangku Konco Sing Bie Bio Denpasar, Jro Gede Kuning menyampaikan, pada perayaan Imlek 2026 ini akan dimeriahkan Festival Harmoni Imlek bertema Suara Pasar; Merajut Keberagaman dalam Bingkai Kebhinekaan yang berlangsung dua hari 21- 22 Februari 2026.

‎Festival Harmoni Imlek dibuka Sabtu 21 Februari 2026 diawali dengan ritual Imlek di Puri Agung Jro Kuta sekitar pukul 15.00 kemudian dilanjutkan ritual  di Kongco Sing Bie Bio Jalan Kartini Denpasar sebagai simbol doa dan harapan tahun baru Imlek 2577, Tahun Kuda Api. Setelah itu dilanjutkan dengan arak-arakan peserta parade budaya dari Konco Sing Bie Bio menuju Pura Desa depan Pasar Badung , lanjut ke arah  Patung Catur Muka dan kemudian menuju Pelataran Ida Ratu Mas Melanting untuk melaksanakan ritual yang diakhiri dengan pertunjukan seni budaya dengan menampilkan Barongsai, barong Liong, Baleganjur, Wushu, tari Bali dan atraksi seni lainnya.

‎Pada hari kedua Festival, Minggu 22 Februari 2026 akan digelar bazar di Jalan Kartini Denpasar dengan menyuguhkan kuliner khas Tionghoa dan Bali. Di situ juga akan dibuat gate perpaduan seni Tionghoa dan Bali. “Dalam perayaan Imlek kali ini kita mencoba membuat bazar untuk membangkitkan Pasar Senggol di Jalan Kartini. Ini nantinya diharapkan menjadi cikal bakal China Town, Kota Denpasar. Bazar itu akan menyuguhkan kuliner khas Tionghoa dan Bali atau perpaduannya,”  ujar Siandana.

‎Sementara itu Romo Sin (Sudiarta Indrajaya) menyampaikan, kolaborasi antara INTI Bali, Pemerintah Kota Denpasar, Kongco Sing Bie Bio, Puri Agung Jro Kuta dan elemen masyarakat  lainnya dalam perayaan Imlek 2026 dan HUT ke-238 Kota Denpasar,  merupakan bentuk nyata dari motto Kota Denpasar, “Vasudeva kutumbakam”, betapa indahnya persaudaraan dalam keragaman.

‎Romo Sin menambahkan, pada perayaan Imlek 2026 ini akan dipasang lebih dari seribu lampion di Kota Denpasar.  Disparda Kota Denpasar akan menyediakan 700 lampion, sisanya dilengkapi INTI Bali untuk dipasang di Jembatan, Pasar Badung, Lapangan Puputan Badung dan tempat-tempat yang lain.  Lampion-lampion itu sudah dipasang mulai tanggal 10 Februari, seminggu sebelum Imlek, 17 Februari 2026 hingga 3 Maret tepat Cap Go Meh, agar cahaya gemerlap menerangi Kota Denpasar sebagai harapan menjadikan ibukota Provinsi Bali ini terang benderang, makmur dan sejahtera.

‎Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menyambut baik adanya food festival dalam perayaan Imlek 2026, untuk menghidupkan China Town. Walikota mempersilakan panitia menggarap bazar atau food festival agar kawasan Jalan Kartini tambah menggeliat dengan menampilkan kuliner yang berbeda, khas Tionghoa dan Bali. Termasuk pihaknya juga mendukung rencana untuk pembuatan gate dalam kegiatan bazar tersebut. (MBP2)

See also  Prodi S3 Doktor Ilmu Hukum FH Unud gelar Bakti Sosial di Desa Adat Kelan

Redaksi

Related post