Percepat Penanganan Krisis Air Bersih, Pemasangan Pipa Menuju Kuta Selatan Ditarget Rampung Bulan Depan
Proyek pembangunan pipa air menuju Kuta Selatan.
MANGUPURA – baliprawara.com
Upaya mengatasi persoalan air bersih di wilayah Kuta Selatan, Badung, menjadi perhatian Perumdam Tirta Mangutama. Yang mana pembangunan jaringan pipa distribusi air yang mengarah ke kawasan selatan Kabupaten Badung terus dikebut.
Proyek ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan layanan air bersih, khususnya di wilayah yang selama ini kerap mengalami keterbatasan pasokan. Pengerjaan jaringan pipa tersebut terus berproses dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam kurun waktu sekitar satu setengah bulan ke depan atau di bulan Mei.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa, menyampaikan bahwa progres pembangunan jaringan pipa saat ini telah menunjukkan perkembangan signifikan. “Hingga saat ini, pemasangan pipa telah mencapai panjang sekitar 7,6 kilometer dari total yang direncanakan,” katanya, Selasa 7 April 2026.

Adapun untuk jalur pipa tersebut dimulai dari kawasan Dum Estuari dan terus mengarah menuju jalur Bypass Ngurah Rai. Dalam pelaksanaannya, sebagian trase pipa mengikuti sisi barat jalan tol untuk memaksimalkan efisiensi jalur distribusi.
Menurut Suyasa, pembangunan jaringan pipa ini dirancang secara teknis untuk mendukung peningkatan kapasitas distribusi air ke wilayah Kuta Selatan. Ia menjelaskan bahwa pipa yang digunakan dalam proyek ini memiliki diameter mencapai 500 milimeter, sehingga mampu mengalirkan volume air dalam jumlah lebih besar dibandingkan jaringan sebelumnya.
Setelah proses pemasangan selesai, aliran air dari jaringan tersebut nantinya akan disalurkan langsung menuju Unit Pelayanan Air (UPA) yang berlokasi di kawasan Kampial atas. “Lokasi ini akan difungsikan sebagai titik penampungan utama sekaligus pusat distribusi ke pelanggan yang berada di wilayah selatan Badung,” bebernya.
Keberadaan fasilitas penampungan tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem distribusi air yang selama ini dinilai belum optimal. “Dengan adanya tambahan suplai dari jaringan baru, pelayanan air bersih kepada masyarakat di Kuta Selatan diharapkan dapat meningkat secara signifikan,” harapnya.
Suyasa juga menegaskan bahwa pembangunan jaringan ini menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan air bersih yang terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut.
Untuk merealisasikan proyek ini, Perumdam Tirta Mangutama mengalokasikan anggaran yang cukup besar, yakni sekitar Rp 100 miliar. Proyek ini kata dia memang dirancang sebagai solusi jangka menengah dalam mengatasi permasalahan distribusi air di wilayah selatan Badung.
Keterbatasan jaringan distribusi selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam penyediaan layanan air bersih. Oleh karena itu, pembangunan pipa distribusi baru ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi oleh masyarakat.
Selain itu, proyek ini juga dipandang penting untuk mendukung kebutuhan sektor pariwisata yang terus berkembang di kawasan Kuta Selatan. Stabilitas pasokan air bersih menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas layanan di sektor tersebut.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, Perumdam Tirta Mangutama optimistis proyek ini dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan. Setelah rampung, jaringan pipa baru ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan air bersih secara menyeluruh.
Suplai air ke kawasan Kuta Selatan diharapkan menjadi lebih stabil dan merata, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, khususnya di sektor pariwisata.
Selama ini, keterbatasan jaringan distribusi menjadi salah satu penyebab belum optimalnya layanan air bersih di wilayah tersebut. Dengan adanya tambahan infrastruktur baru, diharapkan permasalahan tersebut dapat teratasi secara bertahap. (MBP)