Perkembangan Teknologi Informasi Jadi Tantangan Baru, Kapolres Badung Minta Personel Lebih Bijak Bermedia Sosial
Peningkatan kemampuan personel Polres Badung bertema “Cerdas Berkomunikasi, Bijak Bermedia Sosial” bersama AMSI Bali, Jumat 11 September 2026.
MANGUPURA – baliprawara.com
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi digital dinilai membawa tantangan baru bagi institusi kepolisian. Arus informasi yang bergerak sangat cepat di media sosial menuntut setiap personel Polri untuk lebih cermat, kritis, dan bertanggung jawab dalam beraktivitas di ruang digital.
Hal tersebut menjadi perhatian Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba saat membuka kegiatan peningkatan kemampuan personel Polres Badung bertema “Cerdas Berkomunikasi, Bijak Bermedia Sosial” yang digelar bersama AMSI Bali, Jumat 11 September 2026.
Sebanyak 50 personel mengikuti kegiatan yang membahas literasi digital, etika bermedia sosial, serta strategi komunikasi publik di era digital yang terus berkembang.
AKBP Joseph Edward Purba menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Jika sebelumnya informasi membutuhkan waktu untuk tersebar luas, kini sebuah unggahan dapat menjangkau banyak orang hanya dalam hitungan detik dan berpotensi membentuk opini publik secara cepat.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut anggota kepolisian untuk tidak hanya memahami tugas di lapangan, tetapi juga memahami dinamika komunikasi digital. Setiap unggahan, komentar, maupun interaksi di media sosial dapat memberikan dampak terhadap citra dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Karena itu, Kapolres mengingatkan seluruh personel agar tidak terburu-buru dalam merespons informasi yang beredar. Ia meminta anggota selalu melakukan verifikasi terhadap sumber informasi, memastikan keakuratan data, serta mempertimbangkan dampak yang mungkin timbul sebelum membagikan suatu konten.
“Jangan sampai jari kita lebih cepat daripada pikiran kita,” pesan AKBP Joseph kepada peserta kegiatan.
Ia menambahkan bahwa media sosial seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Ruang digital juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi pelayanan kepolisian, meluruskan informasi yang keliru, serta menangkal penyebaran hoaks yang semakin marak.
Melalui pemanfaatan media sosial yang tepat, Kapolres berharap personel Polres Badung mampu menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang sehat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, mewakili Ketua AMSI Bali, Ngakan Made Giriyasa menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai ruang digital saat ini semakin padat dengan berbagai informasi, termasuk hoaks dan konten negatif, sehingga literasi digital terus ditingkatkan melalui kegiatan berkelanjutan.

Dalam kegiatan ini, AMSI Bali menghadirkan dua narasumber, Lenny Pande selaku Media & Public Relations sekaligus anggota Majelis Etik AMSI Bali, serta Dr. Ni Made Ras Amanda G., S.Sos, M.Si, selaku akademisi Universitas Udayana yang juga merupakan anggota Majelis Etik AMSI Bali.

Pada kesempatan tersebut, Made Ras Amanda membawakan materi tentang informasi digital dari perspektif akademis terkait fenomena komunikasi digital. Sementar Lenny Pande memberikan pandangan mengenai peran media serta pentingnya literasi informasi di era digital dengan tema “HOAX? NO, JOURNALIST? YES! Saring Sebelum Sharing, Konfirmasi Sebelum Publikasi”. (MBP)
