Pipa Penyalur Sudah Disiapkan, Pengisian Pasir Pantai Samigita Dimulai Akhir November
Pipa untuk pengisian pasir pantai Samigita, sudah terpasang di kawasan pantai Jerman, Kecamatan Kuta.
MANGUPURA – baliprawara.com
Proyek penataan kawasan Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita) dalam program Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II, Paket Kuta–Legian–Seminyak, telah berjalan sejak Januari 2025. Saat ini pekerjaan memasuki tahap pembangunan struktur pemecah ombak (breakwater) di Pantai Kuta.
Pembangunan breakwater di Kuta berlangsung paralel dengan penataan di Seminyak dan Legian. Hingga kini, progres keseluruhan baru mencapai sekitar 22 persen. Dua unit breakwater telah memasuki tahap penyelesaian dan ditargetkan tuntas pada Desember 2025.
PPK Sungai Pantai I BWS Bali–Penida, Bambang Kardono, menjelaskan bahwa proses konstruksi sangat bergantung pada kondisi cuaca, terutama karena musim angin barat telah tiba. Pasang surut air laut membuat sebagian pekerjaan hanya dapat dilakukan pada dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Selain itu, tumpukan sampah laut yang mulai terbawa arus menambah tantangan di lapangan.
Setelah breakwater selesai, tahapan berikutnya adalah pengisian pasir di kawasan pantai Samigita untuk memulihkan garis pantai yang terdampak abrasi. Bambang menyebutkan bahwa proses tersebut menunggu kedatangan kapal pengambil pasir. Sambil menunggu, pemasangan pipa penyalur pasir telah berlangsung. “Kapal dijadwalkan tiba akhir November. Pemasangan pipa dilakukan lebih dulu agar pengisian pasir dapat segera dimulai,” ujarnya, Selasa 18 November 2025.
Pipa penyalur pasir dipasang dari Pantai Jerman hingga Pantai Kartika Plaza, Kuta, dengan panjang sekitar 600 meter. Dari bibir pantai, pipa juga membentang 200 meter ke arah laut hingga titik sandar kapal. Saat ini progres pemasangan pipa mencapai 60 persen. Harapannya, begitu kapal tiba, proses pengisian pasir bisa langsung berjalan.
Kapal besar tersebut akan bekerja dari perairan lepas dan menyalurkan pasir melalui pipa yang telah terpasang. Pengisian dimulai dari Pantai Sekeh, sementara kapal beroperasi di sekitar perairan Pantai Kartika Plaza. “Pasir diambil dari tengah laut sekitar 12 kilometer dari garis pantai Jimbaran. Yang mana pasir ini merupakan pasir yang terjebak pada palung laut sedalam 60 meter,” ucapnya.
Kapal pengangkut berukuran sekitar 150 meter itu direncanakan beroperasi 24 jam sehari untuk mempercepat proses penambahan pasir. Meski kontrak proyek berakhir pada November 2026, mulainya pengisian pasir dipercepat dari rencana awal mulai pengisian pada April 2026 karena kapal telah siap beroperasi. Total volume pasir yang akan ditimbun dari Pantai Sekeh hingga Pantai Double Six Seminyak mencapai 610.000 meter kubik.
Penambahan pasir ini diperkirakan mampu memperlebar pantai secara signifikan, dengan variasi lebar tambahan. Di sekitar Pantai Kartika Plaza, pelebaran dapat mencapai hingga 80 meter, sementara kawasan dekat Setra Kuta ditambah hingga 30 meter ke arah laut. Penanganan cepat di Pantai Kuta dilakukan mengingat kondisinya yang kian memprihatinkan akibat abrasi. “Percepatan ini penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah,” tambah Bambang. (MBP1)