PKM di Panti Asuhan Sunia Giri Denpasar, Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun dan Penguatan Komunikasi Efektif

 PKM di Panti Asuhan Sunia Giri Denpasar, Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun dan Penguatan Komunikasi Efektif

Universitas Warna dewa dengan Panti Asuhan Sunia Giri menggelar PHBS, pada 6 November 2025.

DENPASAR – baliprawara.com

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2025 yang digagas Universitas Warmadewa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak. Kali ini, Universitas Warmadewa berkolaborasi dengan Panti Asuhan Sunia Giri yang berlokasi di Denpasar, pada 6 November 2025, untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta literasi komunikasi efektif bagi anak usia sekolah.

Kegiatan ini menyasar anak-anak yang tinggal dan menempuh pendidikan di lingkungan panti asuhan. Pelaksanaan program dirancang secara komprehensif untuk meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, khususnya melalui kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun serta membangun komunikasi yang efektif sejak usia dini.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan dukungan penuh dari pengelola panti asuhan, termasuk koordinator panti dan anak-anak panti yang menunjukkan antusiasme tinggi selama program berjalan. Kerja sama yang terjalin dengan baik antara tim pelaksana dan pihak panti menjadi salah satu faktor utama kelancaran pelaksanaan kegiatan PKM ini.

Program ini merupakan hasil dari observasi lapangan yang dilakukan oleh tim dosen, yang menemukan adanya permasalahan terkait masih minimnya pemahaman anak-anak panti asuhan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya dalam konteks lingkungan sekolah dan tempat tinggal. Kurangnya literasi kesehatan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, maupun mikroorganisme lainnya.

Berdasarkan temuan di lapangan, anak-anak panti asuhan dinilai membutuhkan pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan terkait pencegahan penyakit melalui kebiasaan sederhana namun berdampak besar, seperti mencuci tangan dengan sabun. Selain itu, kemampuan komunikasi efektif juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar dan interaksi sosial anak di lingkungan sekolah.

See also  Bupati Sanjaya Hadiri Kenal Pamit Kapolres Tabanan

Pemilik Panti Asuhan Sunia Giri menyambut baik pelaksanaan program ini dan memberikan ruang yang luas bagi tim pelaksana untuk menjalankan seluruh rangkaian kegiatan. Keterbukaan tersebut dinilai memberikan manfaat langsung bagi anak-anak panti, terutama dalam membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Dalam proses persiapan hingga pelaksanaan PKM, Universitas Warmadewa melibatkan tim dosen lintas disiplin ilmu. Tim tersebut terdiri dari dr. A.A. Ayu Lila Paramasatiari, M.Biomed, Anak Agung Istri Manik Warmadewi, S.Si., M.Hum, dr. Putu Arya Suryanditha, M.Si, serta dr. Ni Wayan Widhidewi.

Para dosen berperan aktif dalam menyusun materi edukasi, melakukan koordinasi dengan mitra, hingga terjun langsung memberikan penyuluhan kepada anak-anak panti. “Materi yang disampaikan disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak sekolah, sehingga mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” A.A. Ayu Lila Paramasatiari, M.Biomed., saat dikonfirmasi, Kamis 18 Desember 2025.

Kegiatan PKM ini diawali dengan koordinasi intensif antara tim dosen Universitas Warmadewa dan pihak Panti Asuhan Sunia Giri. Koordinasi tersebut mencakup penentuan topik edukasi yang relevan, sasaran kegiatan, serta waktu pelaksanaan agar tidak mengganggu rutinitas belajar dan aktivitas anak-anak panti.

Program kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan yang membahas perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk pentingnya menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Selain itu, anak-anak juga mendapatkan materi mengenai literasi komunikasi efektif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan pendapat dan berinteraksi secara positif di lingkungan sekolah.

Tidak hanya berhenti pada penyampaian materi secara teoritis, tim pelaksana juga memberikan pendampingan secara personal kepada anak-anak panti. “Pendampingan ini dilakukan melalui praktik langsung mencuci tangan menggunakan sabun dengan langkah-langkah yang benar,” ucapnya.

See also  Gerakan Nasional Partai Demokrat Lawan Corona, PSR Salurkan 1.000 Paket Sembako

Dalam kegiatan praktik, tim dosen menggunakan media gambar dan contoh visual untuk membantu anak-anak memahami setiap tahapan mencuci tangan. Metode ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara mandiri oleh anak-anak.

Untuk mengukur efektivitas program edukasi yang diberikan, kegiatan PKM ini diawali dengan pelaksanaan pretest dan diakhiri dengan posttest. Evaluasi tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pengetahuan dan pemahaman anak-anak terkait perilaku hidup bersih dan sehat serta literasi komunikasi setelah mengikuti rangkaian kegiatan.

Hasil dari pretest dan posttest diharapkan dapat menjadi gambaran awal mengenai dampak positif program PKM Universitas Warmadewa terhadap peningkatan literasi kesehatan anak-anak di Panti Asuhan Sunia Giri. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran jangka panjang mengenai pentingnya kesehatan dan kebersihan di lingkungan sekolah dan panti asuhan.

Melalui kegiatan PKM Literasi Kesehatan Anak ini, Universitas Warmadewa menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak yang berada di lingkungan panti asuhan. Sinergi antara perguruan tinggi dan mitra masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai program pengabdian lainnya yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Pelaksanaan program di Panti Asuhan Sunia Giri menjadi salah satu contoh nyata bagaimana edukasi sederhana namun terarah dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan perkembangan anak-anak, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab permasalahan sosial di masyarakat. (MBP)

redaksi

Related post