Populasi Sapi Cukup Tinggi, Distan Badung Terjunkan Dokter Hewan Antisipasi PMK

 Populasi Sapi Cukup Tinggi, Distan Badung Terjunkan Dokter Hewan Antisipasi PMK

Dinas Pertanian dan Pangan menerjunkan tim untuk melakukan pengawasan, pemeriksaan, deteksi dini dan melakukan KIE untuk mencegah masuknya PMK.

MANGUPURA – baliprawara.com

Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Badung, menerjunkan Penyuluh Peternakan dan dokter hewan untuk melakukan deteksi dini serta melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), kepada masyarakat khususnya para peternak sapi. Mengingat populasi sapi saat ini cukup besar yakni sekitar 34 ribu ekor. Kegiatan ini penting dilakukan guna mengantisipasi masuknya virus penyebab Penyakit mulut dan Kuku (PMK) yang merebak di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Badung, I Wayan Wijana, begitu mendapat informasi tentang merebaknya PMK di Jawa Timur, pihaknya bergerak cepat langsung mengumpulkan para Kepala Puskeswan dan Penyuluh Peternakan. Mereka diajak untuk segera mendatangi kelompok dan sentra ternak sapi, untuk melakukan deteksi dini dan memberikan edukasi kepada peternak tentang gejala PMK melalui KIE, agar mereka waspada dan segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan jika ternaknya mengalami gejala sakit.

[quads id=1]

 

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pengelola pasar Hewan Beringkit agar meningkatkan upaya pencegahan dengan melakukan pengawasan dan spraying desinfektan terhadap sapi yang masuk ke pasar. “Kami telah mengumpulkan para Kepala Puskeswan dan Penyuluh Peternakan. Mereka diajak untuk segera mendatangi kelompok dan sentra ternak sapi, untuk melakukan deteksi dini dan memberikan edukasi kepada peternak tentang gejala PMK melalui KIE,” katanya usai melakukan pemantauan ke pasar hewan Beringkit dan mengunjungi kelompok ternak sapi di Kecamatan Mengwi dan Abiansemal, Rabu 25 Mei  2022. 

Berdasarkan hasil pemantauan dan pendataan, sampai saat ini tidak ditemukan adanya laporan ternak sapi yang sakit mengarah gejala klinis PMK. Namun demikian, pihaknya menghimbau kepada peternak untuk tetap tenang dan selalu waspada dengan melakukan upaya biosecurity yang ketat yaitu menjaga kebersihan kandang, membatasi orang, barang dan hewan liar masuk kandang serta melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin. (MBP)

See also  Distan Badung Kembali Tertibkan Anjing Liar di GWK

[quads id=1]

 

redaksi

Related post