Prabowo-Gibran Pantas Jadi Pemimpin Nasional, Agung Manik Danendra AMD: “Saatnya Indonesia Emas”

 Prabowo-Gibran Pantas Jadi Pemimpin Nasional, Agung Manik Danendra AMD: “Saatnya Indonesia Emas”

Tokoh Publik Bali, Agung Manik Danendra AMD, meyakini pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, bisa memenangkan Pilpres 2024.

DENPASAR – baliprawara.com

Tokoh publik Bali yang digadang-gadang maju calon Gubernur Bali pada Pilgub Bali 2024, Anak Agung Ngurah Manik Danendra (AMD) yang memiliki elektabilitas tertinggi dan berada di puncak polling versi masyarakat untuk Bali Satu meyakini pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka bisa memenangkan Pilpres 2024.

“Kalau kita melihat dari banyaknya pemilih pemula, pemilih muda, zamannya sekarang adalah generasi milenial, generasi Z, saya sebagai tokoh muda, berjiwa muda, saya berharap sekali Gibran bisa menjadi wakil presiden karena Gibran mewakili tokoh muda. Prabowo-Gibran bisa masuk ke putaran kedua dan akhirnya menjadi pemenang. Prabowo-Gibran sangat pantas menjadi pemimpin nasional dan saatnya Indonesia Emas,” kata Agung Manik Danendra AMD ditemui di sela-sela perayaan Hari Ulang Tahun HUT ke-52 istrinya yakni Cokorda Istri Kumarawati Pemayun yang dirayakan secara sederhana namun penuh makna dan sangat berkesan di Resto Hangout Termegah di Bali Wik Wek Wok yang beralamat di Gedung AMD Center, di Jalan Letda Tantular Nomor 1 Renon Denpasar pada Senin malam, 23 Oktober 2023.

Usai merayakan HUT ke-52 istrinya, Agung Manik Danendra AMD yang juga Founder AMD Center ini langsung diserbu wartawan yang awalnya hadir untuk memberikan ucapan selamat HUT ke-52 kepada istri dari tokoh Bali yang viral dengan sebutan The Real Sultan Dermawan itu. Wartawan penasaran dengan sikap politik AMD yang selama ini dikenal sebagai sosok yang humanis, namanya harum dan viral berkat berbagai aksi sosial kemanusiaan dengan tidak henti-hentinya berbagi dan beryadnya, memiliki pengalaman organisasi, intelektual tinggi dan disegani kaum milenial sehingga sangat layak menjadi Gubernur Bali alias Bali Satu memimpin Bali.

Di awal wartawan bertanya mengenai pandangan dirinya bagaimana melihat perkembangan 3 capres cawapres yang sudah ada yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang sudah resmi mendaftar ke KPU RI pada 19 Oktober 2023 dan yang baru saja dideklarasikan yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang rencananya mendaftar ke KPU pada hari terakhir Rabu 25 Oktober 2023.

“Ketiga kandidat itu bagus. Kalau saya pribadi melihat Ganjar-Mahfud MD paket yang bagus karena disitu Ganjar sudah berpengalaman memimpin Jawa Tengah sebagai Gubernur Jawa Tengah, ada pakar hukum Menkopolhukam Mahfud MD. Lalu Anies bersama Cak Imin juga berpengalaman, Anies pernah sebagai Gubernur DKI Jakarta, Muhaimin Ketua Umum PKB, pernah sebagai menteri, sekarang Wakil Ketua DPR RI, dan dia jatuh bangun membangun partainya. Lalu Prabowo-Gibran yang sudah dideklarasikan, walaupun baru hari Rabu ini akan mendaftar tapi kan sudah disampaikan secara resmi diusung oleh banyak partai politik besar seperti Golkar, Gerindra, Demokrat dan ada juga PAN serta sejumlah partai non parlemen. Prabowo-Gibran ini paket yang sangat menarik karena mewakili tokoh senior berpengalaman dan tokoh muda. Jadi ketiga pasangan ini luar biasa, benar-benar calon presiden dan calon wakil presiden yang hebat untuk Indonesia. Juga sangat kuat kompetitifnya,” papar AMD yang bernama lengkap Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn.

Tokoh Publik Bali, Agung Manik Danendra AMD, meyakini pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, bisa memenangkan Pilpres 2024.

Mendengar jawaban itu, wartawan tampaknya belum puas karena Agung Manik Danendra AMD yang juga dikenal sebagai tokoh nasional yang ikut membidani lahirnya Partai Hanura dan punya jejaring politik cukup kuat di nasional maupun di Bali ini belum gamblang menyatakan siapa kandidat yang didukungnya.

“Sebagai tokoh publik Bali yang digadang-gadang maju calon Gubernur Bali di Pilgub Bali 2024, kira-kira AMD siapa yang didukung?,” tanya salah satu wartawan. Ditanya begitu Agung Manik Danendra AMD mengungkapkan bahwa ketiga pasang capres-cawapres ini sangat kuat dan punya keunggulan masing-masing dengan rekam jejaknya yang mumpuni.

“Kalau saya melihat ketiganya itu secara nasionalnya sangat kuat dan mumpuni. Kemampuan Anies sudah tidak bisa dianggap remah, secara akademis maupun praktisi, berpengalaman di pemerintahan. Apalagi dengan diusung partai kuat seperti NasDem bersama PKB dan PKS, memungkinkan sekali untuk bisa memenangkan Pilpres. Anies bersama Muhaimin adalah perpaduan nasionalis religius, didukung juga kekuatan NU yang massanya sangat besar,” ujar tokoh Bali yang menjadi sumber inspirasi dengan tagline perjuangan “AMD Milik Kita: Bersama Mewujudkan Pembangunan Bali yang Pro Kemakmuran Rakyat” dan viral dengan sebutan The Real Sultan Dermawan Bali ini.

“Tapi ada Ganjar yang diusung partai politik penguasa yaitu PDI Perjuangan, parpolnya kuat. Disitu ada Mahfud MD pendekar hukum, pengalamannya panjang di pemerintahan di tiga lembaga berbeda yakni eksekutif sebagai Menkopolhukam saat ini dan juga menteri sebelumnya di era Presiden Gus Dur, pernah menjadi hakim konstitusi di Mahkamah Konstitusi (MK) dan juga Ketua MK, pernah menjadi anggota DPR RI. Jadi Ganjar-Mahfud ini kans menangnya besar,” papar Agung Manik Danendra AMD lebih lanjut.

“Lalu Prabowo-Gibran didukung parpol besar termasuk Gerindra, Golkar, Demokrat, dan PAN. Berpengalaman di TNI, sekarang Menteri Pertahanan, Ketua Umum Gerindra sebagai partai politik nomor 3 di Indonesia. Masalah darat laut udara pasti sudah beliau kuasai, secara internasional juga sangat mumpuni dan sudah dikuasai. Kemudian dibarengi dengan Gibran, tokoh muda dan jangan salah Gibran anak seorang Presiden yang masih berkuasa, hampir 10 tahun berkuasa. Walaupun Gibran tidak punya pengalaman langsung di pemerintahan pusat tapi pengalaman dari ayahnya sebagai Presiden, kan bisa berguru disitu langsung, bisa tahu seluk belum pemerintahan dan kepresidenan. Pasti juga sering diajak diskusi oleh Pak Jokowi, sering ke istana kepresidenan,” urai Agung Manik Danendra AMD yang masih belum menyebut siapa jagoan yang akan didukungnya di Pilpres nanti.

Lalu siapa yang didukung AMD dari tiga pasangan capres-cawapres tadi? Ditanya begitu oleh wartawan, Agung Manik Danendra AMD malah meyakini Pilpres 2024 akan berlangsung dua putaran. “Secara nasional ini kan masing-masing punya kekuatan besar dan pasti jadi dua putaran. Di putaran kedua ketika hanya tersisa dua pasang calon dan satu pasang calon sudah kalah di putaran pertama, nanti kita lihat siapa memihak siapa, dan baru kita bisa melihat siapa sebenarnya pemenangnya kalau kita melihat head to headnya. Tapi sekarang saya melihat ketiganya cukup kuat,” katanya.

See also  Pimpinan Fakultas Kedokteran Hewan Kunjungi Balai Pertanian Tanaman Pangan Bali

“Tapi yang didukung AMD siapa, karena AMD tokoh publik tentu punya basis massa di bawah apalagi digadang-gadang menjadi Calon Gubernur Bali pada Pilgub Bali 2024 nanti?,” tanya wartawan kembali mendesak tokoh bangsawan berdarah biru trah Raja yang dikenal sangat dekat dengan anak-anak muda ini untuk membocorkan dukungannya. Berkali-kali didesak wartawan, Agung Manik Danendra AMD lantas mengungkapkan dirinya mendukung Gibran.

“Kalau kita melihat dari banyaknya pemilih pemula, pemilih muda, zamannya sekarang adalah generasi milenial, generasi Z, saya sebagai tokoh muda, berjiwa muda, saya berharap sekali Gibran bisa menjadi wakil presiden karena Gibran mewakili tokoh muda,” kata Agung Manik Danendra AMD

“Jadi yang didukung AMD adalah Prabowo Gibran?” tanya wartawan yang masih penasaran. “Iya Prabowo-Gibran bisa masuk ke putaran kedua,” jawab Agung Manik Danendra AMD yang dikenal sebagai tokoh yang lahir dari keluarga Puri yang dekat dengan semua lapisan masyarakat dan Cucunda tokoh legenda dua jaman I Gusti Ngurah Oka Pugur Pemecutan ini.

“Tapi Gibran kan dianggap belum berpengalaman, bahkan oleh partainya sendiri dan oleh tokoh senior di PDIP, Gibran dikatakan anak ingusan, dianggap belum layak di level nasional menjadi cawapres, bagaimana pandangan AMD?,” kata wartawan kembali melontarkan pertanyaan kepada Agung Manik Danendra AMD.

Ditanya begitu, Agung Manik Danendra AMD mengajak publik jangan melihat sesuatu itu dari kasat mata dan sesederhana itu. Jangan artikan kalau orang dianggap belum berpengalaman artinya dia belum mampu melakukan sesuatu. “Kalau saya tidak sependapat. Pengalaman kan bisa didapat dari orang lain, dari keluarga, apalagi ini adalah anak presiden. Beliau kelihatannya kalem, cool, tapi belum tentu tidak berisi. Karena terbukti sebagai walikota Solo berhasil,” bebernya.

“Tapi lawannya kan hebat-hebat, berpengalaman semua, bagaimana menurut AMD?,” tanya wartawan yang sepertinya masih penasaran dengan argumentasi tersebut. Agung Manik Danendra AMD lantas memberikan pandangannya berdasarkan pada kondisi perpolitikan dan sebaran pemilih di Pilpres 2024 nanti. “Jangan salah, pemilih di zaman sekarang adalah pemilih muda. Ketika pemilih muda ini bisa dimaksimalkan maka Prabowo-Gibran bisa masuk ke putaran kedua,” tegasnya.

“Tapi performance Gibran kan juga dianggap planga plongo, kalau debat dianggap pasti kalah dengan cawapres yang lain Mahfud dan Cak Imin?,” tanya wartawan seolah ragu dengan argumentasi Agung Manik Danendra AMD.

Mendengar pertanyaan nyeleneh itu, Agung Manik Danendra AMD memberikan jawaban sambil tersenyum. “Begini ya, kalau kita melihat hanya perspektif debat, debat itu kan hanya sekian persen dari faktor kemenangan di Pilpres. Tapi jangan salah juga, mungkin juga di debat nanti Gibran bisa berimbang dari segi argumentasi walaupun yang dilawan tokoh senior berpengalaman luar biasa, apalagi ada pakar hukum disitu. Tapi bagi saya, debat itu adalah tidak mutlak bisa dijadikan dasar memenangkan Pilpres,” urai Agung Manik Danendra AMD yang merupakan putra dari tokoh pendidikan Bali, Ayahndanya adalah pejuang kemerdekaan RI sebagai Ketua Legium garis depan dengan mendapatkan bintang gelar kehormatan dari Presiden Soeharto.

Wartawan seolah-olah belum puas dan sepertinya ingin menguji kecerdasan AMD yang juga merupakan pakar hukum dan doktor ilmu pemerintahan itu. “Terus ada juga yang bilang Gibran kan posisinya cawapres nggak ngefek di pemerintahan dan kalaupun terpilih juga bakal nggak ada kerjaan, hanya jadi pajangan Prabowo buat narik suara pendukung Jokowi, karena wapres tidak punya kewenangan, hanya jadi ban serep. Bagaimana menurut AMD?” tanya wartawan yang terus mencecar Agung Manik Danendra AMD dengan pertanyaan.

Ditanya begitu, Agung Manik Danendra AMD lantas menegaskan bahwa wakil presiden atau wapres mempunya posisi yang penting dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. “Kenapa penting? Ya karena kan, gampangnya sederhanya ketika Presiden berhalangan tetap ataupun mendelegasikan kewenangannya kan bisa ke wapres. Jadi wapres jangan dianggap hanya ban serep. Wapres punya peranan yang penting, paling tidak ada pembagian di intern pemerintahan, dimana ada pendelegasian wewenang. Saya kan tidak mengajari hal itu ya. Tapi yang jelas saya kira tokoh sekelas Prabowo pasti bijaksanalah menyikapi hal seperti ini. Apalagi Gibran ini anak muda, kalau anak muda kan masih enerjik, geraknya masih bisa digunakan maksimal,” urai Agung Manik Danendra AMD yang menunjukkan betapa luasnya pengetahuan tokoh Bali yang dinilai sangat layak menjadi Gubernur Bali di 2024 ini.

Lalu wartawan kembali bertanya dan menyinggung pendapat bahwa Gibran ini mewakili anak-anak muda, lalu apa yang membuat Agung Manik Danendra AMD yakin bahwa pasangan Prabowo-Gibran ini bisa memenangkan Pilpres 2024?

“Saya memakai intuisi muda saya. Prabowo-Gibran bisa masuk ke putaran kedua. Saya punya keyakinan dimana ini waktunya anak muda, waktunya Indonesia dipimpin oleh tokoh muda. Ini zamannya generasi milenial dan generasi Z, maka saya punya keyakinan itu. Prabowo dengan menggandeng tokoh muda Gibran yang apalagi anak presiden, itu pilihan yang tepat. Pasangan ini mewakili tokoh senior berpengalaman dan juga tokoh muda,” ungkap Agung Manik Danendra AMD.

Saat ditanya sebagai tokoh publik yang dikenal dekat dengan generasi muda Bali, apakah dirinya akan membawa dan mengarahkan suara anak-anak muda, generasi milenial dan gen Z di Bali untuk mendukung dan memenangkan Prabowo-Gibran, Agung Manik Danendra AMD menjawab dengan tegas hal itu pasti dilakukan.

See also  Imigrasi Ngurah Rai Dukung Peningkatan Kualitas SDM Dengan Program Magang di Luar Negeri

“Oh ya pasti. Karena apa? Kapan lagi tokoh muda maju? Saya tanya sekarang, kapan lagi tokoh muda bisa maju kalau tidak sekarang? Yang bisa membuat perubahan untuk bangsa ini adalah tokoh muda. Jadi saya yakin tokoh muda, generasi milenial, generasi Z pasti semua mendukung Gibran, karena ini adalah representatif anak-anak muda Indonesia. Jadi saatnya yang muda pemimpin republik,” tegas Agung Manik Danendra AMD.

Lalu apakah akan ada Jokowi Effect dalam memenangkan Prabowo-Gibran? Ditanya demikin, Agung Manik Danendra AMD meyakini hal itu pasti ada. “Apapun itu Gibran sekarang anak seorang presiden dan nanti adalah anak mantan presiden. Berarti kalau kita bicara masalah kebijakan, pasti mereka mengambil kebijakan untuk Indonesia makmur. Kalau kita lihat sekarang pemerintahan Jokowi baik dan semua berjalan baik. Jadi siapun yang terasosiasi dengan Pak Jokowi pasti akan didukung oleh masyarakat,” terangnya.

Di sisi lain pasangan Prabowo-Gibran saat ini berhadapan dengan narasi politik dinasti karena Gibran yang maju sebagai cawapres adalah putra dari Presiden Jokowi, presiden yang masih aktif memimpin negeri ini. Saat ditanya pandangannya soal narasi politik dinasti itu, Agung Manik Danendra AMD punya pandangan berbeda dan memberikan pemahaman kepada publik agar tidak terjebak kepada pemahaman yang keliru atau hanya berlandaskan kebencian dan kecurigaan berlebihan.

“Kalau kita bicara politik dinasti, saya sich kurang sependapat ya. Kalau politik dinasti adalah ketika Pak Jokowi meminta anaknya menjadi presiden, ini kan tidak. Bro Gibran ini, sorry ya saya bilang Bro karena Gibran ini anak muda, ini kan suatu proses yang tidak pendek untuk menjadi Walikota Solo. Kemudian digodok untuk bisa menjadi calon wakil presiden. Jadi tidak ujug-ujug ditunjuk jadi wakil presiden. Jadi tidak politik dinasti dalam artian anak seorang pejabat, anak seorang presiden yang langsung menggantikan presiden tapi melalui suatu proses. Jadi saya kira ini bukan politik dinasti karena prosesnya melalui jalur perpolitikan. Saya kira ini adalah suatu yang sah-sah saja dalam negara demokrasi karena prosedurnya sudah dijalankan,” papar Agung Manik Danendra AMD secara gambling.

Di sisi lain, ada anggapan Mahkamah Konstitusi (MK) membantu meloloskan Gibran untuk menjadi capawres lewat putusan MK yang kontroversial yang memperbolehkan syarat maju sebagai capres cawapres boleh di bawah usia 40 tahun asalkan sudah berpengalaman sebagai kepala daerah dan kebetulan Ketua MK Anwar Usman dalah pamannya Gibran sendiri. “Sebagai pakar hukum dan doktor ilmu pemerintahan bagaimana pandangan AMD soal itu?,” tanya wartawan.

Agung Manik Danendra AMD lantas menguraikan panjang lebar mengenai sejarah lahirnya Mahkamah Konstitusi (MK) dan apa filosofis di balik lahirnya MK ini sebagai penjaga konstitusi dan penjaga demokrasi negara ini. Dia lantas menguraikan dasar hukum MK itu berdiri. MK didirikan pada tahun 2003 dimana kala itu DPR dan Pemerintah menyetujui secara bersama UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi pada 13 Agustus 2003 dan disahkan oleh Presiden pada hari itu (Lembaran Negara Nomor 98 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor 4316).

“Dasar munculnya MK dengan mengamandeman UUD 1945 dan kembali bahwa UUD 1945 mengizinkan dirinya untuk diubah atau diamandemen, kalau kita melihat pasal 37, bisa diamandemen jika memenuhi persyaratan dan atas persetujuan MPR. Dari amandemen UUD 1945 itu lalu muncul Mahkamah Konstitusi. Filosofi dari munculnya Mahkamah Konstitusi itu adalah supaya putusan yang diambil terkait ketatanegaraan dan pengujian Undang-Undang bisa final dan mengikat, tidak ada putusan banding lagi. Menurut saya wewenang MK ada 4 plus satu jadi 5 dilihat dari amandemen UUD 1945 Pasal 24C,” terang Agung Manik Danendra AMD.

Lebih lanjut Agung Manik Danendra AMD menerangkan Mahmakah Konstitusi menjalankan 5 (lima) fungsi melalui pelaksanaan lima kewenangan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 24C Perubahan Ketiga UUD 1945. Kelima wewenang MK yang dimaksud, adalah (1) Menguji undangundang terhadap Undang-Undang Dasar; (2) Memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD; (3) Memutus pembubaran partai politik; (4) Memutus perselisihan hasil pemilihan umum; dan (5) Memutus pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD 1945.

Pelanggaran yang dimaksud tercantum pada UUD 1945 Pasal 7A ayat (1) sampai (5) serta ditegaskan Pasal 10 ayat (2). Yakni perbuatan melawan hukum seperti korupsi, mengkhianati negara, suap, perilaku melanggar ketentuan pidana lainnya, perbuatan cela, dan/atau tidak lagi memenuhi kriteria sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden sesuai UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Tahun 1945.

“Kalau kita melihat sekarang MK memutus soal gugatan usia capres cawapres, tentu kita melihat MK terdiri dari 9 hakim konstitusi, yang ada dari unsur usulan unsur dari MA, DPR RI, Pemerintah/Presiden. Apapun itu keputusan MK yang mengikat final, tidak bisa dibanding, tidak bisa dilakukan gugatan lagi ya kita hormati. Kalau dibilang ada conflict of interest, ada ipar Presiden sebagai Ketua MK, conflict of interestnya dimana? Yang disidangkan ini kan bukannya Gibran sebagai ponakan dari Ketua MK, yang disidangkan adalah gugatan syarat usia minimum pendaftaran capres-cawapres. Kan cuma kebetulan Gibran digadang-gadang maju sebagai calon wakil presiden. Kalau diputar balik putusan MK ini untuk Gibran tidak bisa seperti itu. Jadi saya kita senior-senior kami di MK sudah berpengalaman dan kita hormati putusan itu,” papar Agung Manik Danendra AMD.

See also  Relawan Gibran Center Bali Siap Totalitas Memenangkan Prabowo-Gibran

Sementara itu jika di nasional ada anak muda Gibran sebagai calon pemimpin muda visioner, cawapres yang diusung tigas partai besar Golkar Gerindra Demokrat dan ada juga PAN, untuk di Pilgub Bali 2024 Agung Manik Danendra AMD sebagai tokoh milenial Bali, didaulat sebagai calon Gubernur Bali. tidak hanya itu, di banyak polling Calon Gubernur Bali, nama Agung Manik Danendra AMD menduduki posisi puncak dan tangkat elektabilitasnya sangat tinggi. Publik pun menganggap mungkin saja Agung Manik Danendra AMD bisa diusung koalisi partai-partai besar tersebut.

“Kalau diusung tiga partai besar itu sebagai Calon Gubernur Bali di Pilgub Bali 2024, bagaimana tanggapan AMD?,” tanya wartawan.

Menjawab pertanyaan itu, Agung Manik Danendra AMD mengungkapkan fenomena politik hari ini yang tidak terbantahkan adalah lahirnya calon pemimpin muda, cawapres anak muda yang baru berusia 36 tahun bernama Gibran Rakabuming Raka yang berpengalaman sebagai Walikota Solo dan kebetulan juga putra dari Presiden Jokowi. Dan lebih hebatnya lagi anak muda ini diusung dan diusulkan oleh Partai Golkar partai politik terbesar kedua di republik ini sebagai cawapres Prabowo Subianto yang akhirnya disetujui dan dideklarasikan oleh partai politik di Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari partai-partai besar seperti Golkar, Gerindra, Demokrat dan ada juga PAN, termasuk sejumlah partai non parlemen.

“Kalau kita lihat Gibran sebagai tokoh muda diusung oleh partai besar Golkar partai besar partai dari zaman dulu, lalu ada Gerindra dan Demokrat partai besar semua. Saya kira ini momentum yang bagus dan tepat untuk semua daerah di Indonesia bukan hanya untuk Bali, untuk bisa melahirkan pemimpin muda, kepala daerah muda. Fenomena Gibran ini juga momentum mari anak muda berpolitik, tempatkan anak muda pada porsinya. Karena tulang punggung negara ini ada pada anak muda yang menggerakkan nanti pembangunan bangsa,” urai Agung Manik Danendra AMD.

Baginya, Gibran menjadi cawapres di Pilpres 2024 adalah contoh yang baik bagi bangsa dan negara ke depan. Bahwa inilah tokoh muda, anak muda. “Kita bisa bedakan anak muda dan berjiwa muda, kalau saya mengangagap diri saya berjiwa muda. Jadi saya dukung anak-anak muda dan saya berharap anak-anak muda ini bangkit di tengah momen yang bagus seperti ini. Ini contoh teladan yang bagus,” katanya.

“Apalagi Gibran mampu menjadi wakil presiden di tahun 2024 dan di tahun 2029 menjadi presiden, luar biasa, itu gebrakan luar biasa,” harap tokoh muda Bali yang selama ini dikenal sangat konsern membantu dan mendukung aktivitas kreativitas anak-anak muda Bali di berbagai bidang.

Saat kembali disinggung mengenai di banyak polling Calon Gubernur Bali nama Agung Manik Danendra AMD menduduki posisi puncak dan tingkat elektabilitasnya sangat tinggi, dia menegaskan jika memang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Bali dan juga dari partai politik, dirinya menjalankan amanat sebagai Calon Gubernur Bali di Pilgub Bali 2024. “Kalau saya memang dipercaya masyarakat dan partai politik saya siap mengabdi buat Bali,” ungkapnya.

“Kalau AMD diusung Golkar, Gerindra, Demokrat sebagai Calon Gubernur di 2024, apakah siap?,” tanya wartawan. “Siap! Sebagai warga negara, sebagai masyarakat Bali saya siap nindihin Bali,” tegas Agung Manik Danendra AMD, tokoh muda Bali yang tidak suka pamer, low profile dan gemar berbagi, membantu pembangunan pura di nusantara hingga viral dengan sebutan The Real Sultan Dermawan Bali ini.’

Di sisi lain ketika bicara Bali, saat ini masih ada ancaman defisit anggaran Rp 1,9 Triliun yang diwariskan mantan Gubernur Bali Wayan Koster dan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Penjabat (Pj) Gubernur Bali. Bagaimana pandangan Agung Manik Danendra AMD soal defisit itu?

Agung Manik Danendra AMD menyebut Bali ini sebenarnya kaya dan tidak semestinya ada defisit anggaran apalagi sampai Rp 1,9 Triliun. “Bali ini kan sugih, kaya. Nah defisit ini karena apa, defisit kan bisa macam-macam. Jelas bisa karena pemborosan anggaran, proyek-proyek yang mangkrak, pengeluaran yang banyak, pendapatan yang kurang, menunggu support dari pusat saja. Kalau membedah hal itu tidak bisa hitungan jam ataupaun hari,” ungkapnya.

“Tapi saya optimis semestinya Bali tidak defisit karena Bali itu sugih, Bali itu kaya. Banyak potensi yang bisa digali dari Bali, banyak hasil laut yang bisa dimanfaatkan, banyak Perusda bisa digerakkan. Tidak hanya terbatas pada Bali membuat proyek, membuat proyek, tidak seperti itu, biar tidak terjadi pemborosan-pemborosan dan lain sebagai. Itu sebenarnya bisa dilakukan,” kritiknya.

“Jadi kalau AMD jadi Gubernur Bali bisa mengatasi defisit dan membuat Bali lebih “sugih” lagi. Lalu apa strategi AMD membuat Bali lebih sugih, lebih kaya lagi?,” tanya wartawan.

“Saya yakin Bali itu tidak defisit karena Bali sugih, Tapi kalau bicara jurus strategi, itu kan rahasia perusahaan, tidak bisa saya sampaikan sekarang,” seloroh Agung Manik Danendra AMD.

Jadi akan disampaikan saat kampanye nanti? “Kita lihat situasinya, kalau dipercaya masyarakat Bali, dipercaya partai politik, Astungkara, itu pasti salah satu bagian dari program menyelesaikan masalah defisit keuangan Pemprov Bali,” pungkas Agung Manik Danendra AMD seraya mengucapkan terima kasih kepada wartawan awak media, keluarga, sanak saudara, manajemen Wik Wek Wok Resto, sahabat-sahabat AMD yang telah memberikan doa pada perayaan yang sederhana Ultah ke-52 istrinya yang telah mendampinginya di Puri Tegal Denpasar Pemecutan lebih dari 20 tahun.

Ultah yang sederhana ini dengan penuh khidmat rahmat dibarengi dengan doa bersama mendoakan semua keluarga yang hadir selamat sukses kedepan berkarier di Pulau Dewata yang tercinta. (MBP)

 

redaksi

Related post