Pramuka Badung Salurkan 100 Paket Sembako Lewat Karya Bakti 2026, Perkuat Kepedulian Sosial
Penyaluran bantuan oleh Pramuka Badung melalui Karya Bakti 2026. (ist)
MANGUPURA – baliprawara.com
Gerakan kepedulian kembali ditunjukkan oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Badung melalui program Karya Bakti 2026. Dalam kegiatan tersebut, ratusan paket bantuan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Badung.
Sebanyak 100 paket sembako dibagikan kepada warga kurang mampu yang tersebar di enam kecamatan. Penyaluran bantuan ini dilakukan bertepatan dengan momen dua hari besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat yang tengah menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan kondisi lainnya.
Kegiatan Karya Bakti ini menyasar sejumlah wilayah strategis, meliputi Kecamatan Petang, Kecamatan Mengwi, Kecamatan Abiansemal, Kecamatan Kuta Utara, Kecamatan Kuta, serta Kecamatan Kuta Selatan. Bantuan diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk mereka yang terdampak kondisi ekonomi dan situasi darurat lainnya.
Ketua Kwarcab Badung, I Ketut Suiasa, menjelaskan bahwa kegiatan karya bakti ini berlangsung hingga akhir Maret 2026. Ia menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk nyata kehadiran Pramuka dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Karya Bakti ini bertujuan membangun ketangguhan bangsa sekaligus memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama dalam momentum mudik Lebaran,” tegasnya Kamis 26 Maret 2026.
Menurutnya, momentum perayaan Nyepi dan Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Pramuka tidak hanya berperan sebagai organisasi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan yang aktif di berbagai kondisi.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Harian Kwarcab Badung yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Badung, I Gusti Made Dwipayana. Ia menilai bahwa kegiatan karya bakti memiliki nilai pendidikan karakter yang kuat, khususnya bagi generasi muda.“Karya Bakti ini adalah bagian dari pendidikan kepramukaan. Anggota Pramuka dilatih untuk selalu siap membantu sesama, sesuai dengan Satya dan Darma Pramuka,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini melalui kegiatan nyata di lapangan. Dengan keterlibatan langsung dalam aksi sosial, anggota Pramuka diharapkan mampu mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kepemimpinan.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan seperti ini dapat melahirkan generasi muda yang tangguh dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sosialnya. Pembentukan jiwa kepemimpinan, menurutnya, akan tumbuh seiring dengan pengalaman dan pembiasaan dalam kegiatan sosial.
“Kami harap anak-anak didik di Badung memiliki jiwa kepemimpinan dan juga selalu peduli akan sesama,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Humas Kwarcab Badung, I Gede Wirawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Bakti Nasional Pramuka dalam peringatan Nyepi dan Idulfitri 2026.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan manajemen risiko. Seluruh proses dilakukan dengan prinsip perlindungan anggota atau safe from harm, serta melibatkan koordinasi lintas instansi terkait.
“Tujuannya memperkuat jiwa kerelawanan anggota, sekaligus mengoptimalkan peran Pramuka dalam agenda nasional berbasis pengabdian masyarakat,” jelasnya.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya membantu secara langsung, tetapi juga membangun semangat gotong royong di tengah kehidupan sosial.
Melalui Karya Bakti 2026, Pramuka Badung kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Peran tersebut tidak hanya terbatas pada pendidikan formal kepramukaan, tetapi juga sebagai motor penggerak aksi sosial yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Kehadiran Pramuka dalam berbagai momentum penting menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas. Dengan langkah nyata seperti ini, organisasi kepramukaan terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan tangguh menghadapi berbagai tantangan. (MBP/a)