Presensi Wajah ‘ASN Digital’, Pemkab Badung Masih Menunggu Tahapan Verifikasi Versi iOS
Kepala Diskominfo Badung, Ketut Gede Arta (tengah).
MANGUPURA – baliprawara.com
Pemerintah Kabupaten Badung terus mematangkan penerapan sistem presensi Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis teknologi pengenalan wajah melalui aplikasi ASN Digital. Sistem baru tersebut dirancang sebagai bagian dari modernisasi layanan kepegawaian yang nantinya akan diterapkan secara penuh mulai awal tahun 2027.
Meski pengembangannya terus berjalan, hingga saat ini fitur presensi berbasis wajah masih belum dapat dimanfaatkan oleh ASN yang menggunakan perangkat iPhone. Aplikasi dengan teknologi verifikasi wajah tersebut baru tersedia dan dapat dioperasikan melalui perangkat Android.
Kondisi tersebut membuat proses transisi masih dilakukan secara bertahap. ASN yang menggunakan perangkat berbasis iOS tetap dapat melakukan presensi melalui aplikasi yang selama ini digunakan, sehingga aktivitas kehadiran pegawai tidak mengalami gangguan selama masa pengembangan sistem baru berlangsung.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, Ketut Gede Arta, menjelaskan bahwa aplikasi mobile yang dilengkapi teknologi pengenalan wajah dan verifikasi gerakan wajah memang baru tersedia untuk perangkat Android. Sementara itu, pengembangan versi iOS masih dalam tahap penyelesaian.
“Kalau yang Mobile ini yang menggunakan gerak-gerak wajah itu, Android sudah. Di iOS sedang berproses,” ujar Gede Arta saat dikonfirmasi, Selasa 2 September 2026.
Penerapan teknologi pengenalan wajah tersebut bukan sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari rencana besar migrasi sistem presensi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Sistem yang saat ini masih berjalan berdampingan nantinya akan digantikan secara penuh dengan teknologi baru yang mengandalkan identifikasi wajah pegawai.
Menurut Gede Arta, berdasarkan rencana yang telah disusun oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung, penggunaan sistem presensi berbasis wajah ditargetkan mulai berlaku penuh pada 1 Januari 2027. “Yang nantinya bermigrasi sepenuhnya itu tanggal 1 Januari, rencananya akan menggunakan wajah,” tegasnya.
Terkait kesiapan aplikasi pada perangkat iPhone, Diskominfo Badung memastikan proses pengembangan sebenarnya telah selesai dilakukan. Saat ini aplikasi tersebut masih menunggu tahapan verifikasi dan persetujuan dari Apple sebelum dapat dipublikasikan secara resmi melalui App Store.
Selama proses tersebut berlangsung, ASN pengguna iPhone tetap dapat melakukan presensi tanpa hambatan menggunakan aplikasi SIKAP Badung yang selama ini telah digunakan sebagai sistem utama pencatatan kehadiran. Dengan demikian, layanan kehadiran pegawai tetap berjalan normal baik bagi pengguna Android maupun iOS.
“Presensi yang digunakan sekarang ada dua, yaitu SIKAP Badung dan Badung Mobile,” kata Gede Arta.
SIKAP Badung sendiri merupakan aplikasi presensi yang telah lama diterapkan di lingkungan Pemkab Badung. Sistem tersebut memanfaatkan perangkat telepon seluler dan teknologi penentuan lokasi berbasis koordinat untuk memverifikasi keberadaan pegawai saat melakukan absensi.
Teknologi koordinat yang digunakan dalam sistem presensi bukanlah hal baru bagi ASN Badung. Fitur tersebut telah menjadi bagian dari aplikasi SIKAP Badung sejak lama dan masih tetap digunakan dalam pengembangan sistem terbaru. “SIKAP Badung ini sudah biasa digunakan, koordinatnya sudah ada. Di Android ada, di iOS juga sudah ada,” jelasnya.
Mantan Camat Kuta Selatan itu menerangkan bahwa sistem presensi berbasis wajah pada dasarnya merupakan pengembangan dari mekanisme yang telah berjalan sebelumnya. Jika sebelumnya verifikasi hanya mengandalkan titik koordinat lokasi pengguna, sistem baru menambahkan lapisan keamanan melalui identifikasi wajah dan gerakan tertentu saat proses absensi dilakukan.
Penambahan fitur tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi kehadiran pegawai sekaligus memastikan bahwa proses presensi benar-benar dilakukan oleh ASN yang bersangkutan.
Sementara itu, informasi yang sebelumnya diperoleh dari BKPSDM Badung juga menyebutkan bahwa aplikasi presensi wajah untuk perangkat iOS memang belum dapat digunakan hingga saat ini. Pengembangan versi iPhone masih terus berlangsung dan seluruh aspek teknis terkait sistem tersebut dikoordinasikan oleh Diskominfo Badung. (MBP/a)
