Primakara University Dorong Digitalisasi Pertanian, Terapkan IoT untuk Budidaya Asparagus di Desa Pelaga

 Primakara University Dorong Digitalisasi Pertanian, Terapkan IoT untuk Budidaya Asparagus di Desa Pelaga

Program PKM Primakara University bersama Kelompok Tani Mertanadi, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. (ist)

MANGUPURA – baliprawara.com
Primakara University menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di sektor pertanian melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) bersama Kelompok Tani Mertanadi, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Program ini menghadirkan inovasi berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi manajemen usaha budidaya asparagus.

Desa Pelaga dikenal sebagai sentra asparagus di Bali sejak 2010, dengan produksi 1–2 ton per bulan. Namun, para petani masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari sistem monitoring yang masih manual, pencatatan produksi yang rawan kesalahan, hingga keterbatasan teknologi dalam perawatan lahan.

Menjawab tantangan tersebut, tim pelaksana PKM Primakara University menawarkan dua solusi utama, yaitu:
1. Penerapan perangkat IoT untuk memantau kondisi lahan secara real-time, meliputi suhu udara, kelembaban tanah, nutrisi, hingga sistem penyiraman otomatis. Teknologi ini memungkinkan petani mengakses informasi akurat kapan saja, sekaligus mengurangi risiko kesalahan dalam pengelolaan lahan.
2. Pengembangan sistem informasi terintegrasi untuk pencatatan digital hasil panen, penggunaan air dan nutrisi, serta prediksi produksi. Dengan sistem ini, manajemen usaha koperasi menjadi lebih transparan, efisien, dan minim kesalahan.

Ketua tim pelaksana, Made Adi Paramartha Putra, S.T., M.T., Ph.D., bersama anggota tim Nengah Widya Utami, S.Pd., M.Kom dan D.A. Gladysia Sistadanta Kurnia Dewi Sutedja, S.E., M.M., menegaskan bahwa program ini bukan hanya implementasi teknologi, tetapi juga upaya peningkatan kapasitas petani.

“Kami ingin teknologi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Karena itu, selain instalasi perangkat IoT, kami juga lakukan pelatihan dan pendampingan agar petani dapat mandiri dalam mengelola sistem ini,” jelas Made Adi Paramartha.

Program yang dimulai sejak Maret 2025 ini telah melalui tahap audiensi, sosialisasi, dan uji coba perangkat IoT di lahan pertanian. Penyerahan resmi teknologi IoT dan sistem informasi pencatatan telah dilaksanakan pada 7 Oktober 2025 dan pendampingan terakhir dilakukan di 5 Desember 2025.

See also  KSP Guna Prima Dana, Konsisten Gelontorkan Sembako dan Beasiswa Sambut HUT ke-19 Tahun

Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dalam ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dengan adanya integrasi IoT dan sistem informasi ini, diharapkan produktivitas asparagus Desa Pelaga meningkat, biaya operasional dapat ditekan, serta daya saing produk unggulan desa ini mampu menembus pasar nasional hingga internasional. (MBP/r)

redaksi

Related post