Program BBGR LPM Kedonganan 2026 Tak Terpengaruh Efisiensi Anggaran, CSR dan Inovasi Jadi Solusi

 Program BBGR LPM Kedonganan 2026 Tak Terpengaruh Efisiensi Anggaran, CSR dan Inovasi Jadi Solusi

Ketua LPM Kelurahan Kedonganan periode 2024–2029, I Made Mahendra.

MANGUPURA – baliprawara.com
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta, Badung, Bali, memastikan kegiatan sosial Bulan Bakti Gotong Royong (BBGR) tetap berjalan pada tahun 2026. Meski kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak pada pendanaan, sejumlah program yang telah dirancang sebelumnya tidak dibatalkan.

BBGR selama ini menjadi agenda rutin tahunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di Kelurahan Kedonganan. Program ini mencakup kegiatan gotong royong, sosial kemasyarakatan, hingga aktivitas pendukung di bidang budaya dan olahraga.

Adanya pemangkasan anggaran membuat LPM harus melakukan penyesuaian. Namun penyesuaian tersebut tidak sampai menghilangkan substansi kegiatan. LPM menegaskan fokus utama tetap pada pemberdayaan dan keterlibatan aktif masyarakat.

Ketua LPM Kelurahan Kedonganan periode 2024–2029, I Made Mahendra, menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan BBGR tahun 2026 tetap dilaksanakan dengan skema pendanaan alternatif. Salah satunya dengan memaksimalkan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari pelaku usaha di wilayah Kedonganan.
Mahendra menjelaskan, upaya tersebut dilakukan agar kegiatan yang telah disusun tidak terhenti akibat keterbatasan anggaran pemerintah. Menurutnya, pihak LPM masih terus menjalin komunikasi dengan berbagai perusahaan dan pelaku usaha yang beroperasi di Kedonganan.

Ia menyebutkan bahwa kondisi pemangkasan anggaran memang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, LPM berupaya mencari solusi agar kegiatan sosial tetap terlaksana. “Kita tahu adanya beberapa pemangkasan anggaran, untuk kegiatan BBGR tahun 2026 ini kita masih berusaha mencoba menggunakan anggaran lewat CSR perusahaan-perusahaan yang ada di sini agar kegiatan berjalan,” ujar I Made Mahendra.

Mahendra yang juga sebagai salah satu pengelola AROMA Resto Kedonganan menambahkan, pendekatan kepada sektor swasta dinilai cukup realistis mengingat banyaknya pelaku usaha di wilayah tersebut. Dengan kolaborasi yang baik, kegiatan sosial diharapkan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

See also  Ditjen Diktiristek Sosialisasikan Teknis Pendaftaran Perguruan Tinggi Penerima Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahun 2023

Menurut Mahendra, pelaksanaan BBGR memiliki peran penting dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk lebih aktif dalam organisasi dan kegiatan sosial. Ia menilai, semangat gotong royong perlu terus dijaga di tengah perubahan sosial yang terjadi.

Kegiatan BBGR tidak hanya terbatas pada kerja bakti lingkungan. Program ini juga menyentuh bidang lain seperti budaya, olahraga, dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
“Gotong royongnya yang kita utamakan untuk masyarakat Kedonganan karena kita mulai kehilangan yang namanya sistem gotong royong,” imbuhnya.

Ia berharap melalui BBGR, nilai kebersamaan dan kepedulian antarwarga dapat terus ditumbuhkan. Hal ini dianggap penting untuk menjaga keharmonisan di lingkungan Kelurahan Kedonganan yang memiliki dinamika sosial cukup tinggi.

Dalam pelaksanaannya, BBGR tidak hanya melibatkan masyarakat adat Kedonganan. LPM juga berencana mengajak warga pendatang untuk ikut serta dalam setiap kegiatan.
Keterlibatan warga pendatang dinilai sebagai langkah untuk memperkuat integrasi sosial. Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat dapat berkontribusi dalam kegiatan yang bersifat kolektif dan bermanfaat bagi lingkungan.
Mahendra menegaskan bahwa BBGR merupakan momentum untuk mempererat hubungan antarwarga tanpa membedakan latar belakang.

Selain kegiatan gotong royong, LPM Kelurahan Kedonganan juga menyiapkan program di bidang olahraga. Salah satunya adalah rencana penyelenggaraan kegiatan sepak bola untuk usia dewasa.
Sebagai Wakil Ketua DPC LPM Kecamatan Kuta periode 2015–2030, Mahendra menyampaikan bahwa pihaknya memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB) Eka Chanti. Ke depan, SSB tersebut direncanakan menjadi bagian dari kegiatan turnamen sepak bola dewasa.

“Kita ada Sekolah Sepak Bola (SSB) Eka Chanti yang rencana ke depan akan membuat kegiatan turnamen sepak bola dewasa. Saya sempat diskusi dengan DPC apakah kegiatan ini akan diambil oleh DPC melibatkan satu kecamatan, enam kelurahan yang ada di Kuta akan kita satukan di DPC, ini masih kita perbincangkan,” ungkapnya.

See also  Terperosoknya Pesawat Wings Air Tak Pengaruhi Operasional Bandara Ngurah Rai

Rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan. Jika terealisasi, turnamen ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan yang melibatkan seluruh kelurahan di Kecamatan Kuta.

Mahendra menegaskan bahwa kegiatan turnamen sepak bola tersebut tidak dimaksudkan sebagai ajang kompetisi semata. Tujuan utamanya adalah mempererat hubungan antar kelurahan di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Sebagai Koordinator Pariwisata Kabupaten Bandung, Mahendra menyampaikan bahwa olahraga dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kebersamaan dan komunikasi lintas wilayah. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta interaksi positif antarwarga dari berbagai kelurahan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tingkat kecamatan.

Selain program yang sudah berjalan, LPM Kelurahan Kedonganan juga memperkenalkan program baru pada tahun 2026. Program tersebut adalah fogging massal yang akan dilaksanakan pada masa pergantian musim.
Fogging direncanakan dilakukan saat peralihan dari musim hujan ke musim panas atau sebaliknya. Program ini bertujuan untuk merespons keluhan warga terkait potensi penyebaran penyakit akibat nyamuk.
“Program baru itu adalah fogging dengan istilah jemput bola. Jika ada laporan atau keluhan dari warga, kita akan segera mendatangi rumah tersebut untuk dilakukan fogging,” jelas Mahendra.

Dalam pelaksanaannya, LPM akan menggandeng pihak ketiga dari salah satu klinik yang ada di wilayah Kedonganan. Kerja sama ini dilakukan untuk memastikan kegiatan fogging berjalan sesuai prosedur dan tepat sasaran.
Dengan berbagai program tersebut, LPM Kelurahan Kedonganan menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat sepanjang tahun 2026, meskipun di tengah keterbatasan anggaran. (MBP)

 

redaksi

Related post