Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung di Sidakarya Denpasar, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Kondisi garase mobil di kawasan Sidakarya, Denpasar, hancur akibat terjangan angin puting beliung. (ist)
DENPASAR – baliprawara.com
Angin puting beliung disertai hujan lebat, menerjang kawasan Banjar Tengah, Kelurahan Sidakarya, Kota Denpasar, Bali, Rabu 21 Januari 2026 dini hari. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap bangunan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi akibat kejadian ini ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Peristiwa tersebut terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap. Kondisi cuaca sebelumnya dilaporkan hujan disertai angin kencang, namun situasi berubah drastis ketika angin berputar dengan kekuatan besar dan melanda pemukiman warga dalam waktu singkat, yant menyebabkan sejumlah bangunan rusak berat.
Menurut penuturan warga, Made Budi, kejadian angin puting beliung diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Dalam hitungan detik, angin kencang memporak-porandakan atap rumah warga, menerbangkan atap, serta merusak beberapa bangunan lain di lingkungan permukiman padat tersebut.
Dampak terparah akibat terjangan angin puting beliung ini terjadi di wilayah Banjar Tengah Sidakarya, Denpasar Selatan. Sebagian besar kerusakan dialami rumah warga dengan dominasi kerusakan pada atap, baik berupa genteng yang terlepas maupun rangka atap yang roboh. Selain rumah tinggal, beberapa bangunan pelengkap milik warga seperti tempat persembahyangan keluarga juga mengalami kerusakan akibat tertimpa material bangunan yang beterbangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kondisi permukiman warga tampak porak-poranda. Genteng berserakan di jalan lingkungan, sementara beberapa rumah terlihat kehilangan hampir seluruh bagian atapnya. Sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tetangga terdekat karena rumah mereka tidak lagi layak huni.
Kerusakan yang terjadi tidak hanya pada satu atau dua rumah, melainkan menyebar di beberapa titik di Banjar Tengah. Hal ini menunjukkan kuatnya pusaran angin yang melintas di kawasan tersebut. Meski demikian, warga bersyukur tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Beberapa warga mengungkapkan bahwa sebelum angin puting beliung muncul, hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat disertai hembusan angin kencang. Situasi tersebut awalnya dianggap sebagai kondisi cuaca biasa. Namun secara tiba-tiba, angin berputar dengan suara gemuruh dan merusak bangunan di sekitarnya.
Memasuki siang hari, kondisi cuaca di wilayah Denpasar berangsur normal meski langit masih tampak mendung. Tidak ada lagi hujan deras maupun angin kencang seperti pada dini hari sebelumnya. Kesempatan ini dimanfaatkan warga untuk mulai membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang berserakan.
Warga Banjar Tengah Sidakarya terlihat bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar rumah masing-masing. Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan untuk membuka akses jalan yang sempat tertutup puing, sekaligus mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari dalam rumah.
Proses pembersihan juga mendapat bantuan dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar. Petugas BPBD turut membantu mengevakuasi material bangunan, menata puing, serta melakukan pendataan awal terhadap rumah-rumah warga yang terdampak angin puting beliung.
Hingga siang hari, pendataan terhadap jumlah rumah rusak dan nilai kerugian masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Petugas BPBD bersama aparat kelurahan dan lingkungan setempat menyisir lokasi untuk memastikan seluruh dampak bencana tercatat dengan baik.
Dari data sementara, puluhan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah, mengingat banyaknya bangunan yang mengalami kerusakan struktural, khususnya pada bagian atap.
Peristiwa angin puting beliung yang melanda Banjar Tengah Sidakarya ini telah mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Denpasar. Penanganan awal dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan di lokasi terdampak. Warga berharap adanya perhatian lebih lanjut, khususnya terkait bantuan perbaikan rumah agar aktivitas dan kehidupan sehari-hari dapat kembali normal. Terhadap potensi cuaca ekstrem, warga diimbau untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca di Bali masih berpotensi berubah sewaktu-waktu. (MBP)