Ratusan Delegasi dari 30 Negara Berkumpul di Bali, Bahas Penguatan Strategi Pencegahan Bundir

 Ratusan Delegasi dari 30 Negara Berkumpul di Bali, Bahas Penguatan Strategi Pencegahan Bundir

6th International Zero Suicide Summit 2026, di The Apurva Kempinski.

MANGUPURA – baliprawara.com

Indonesia untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah 6th International Zero Suicide Summit 2026 yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di The Apurva Kempinski, Bali. Forum internasional ini mempertemukan ratusan delegasi dari lebih dari 30 negara untuk membahas penguatan strategi pencegahan bunuh diri (Bundir).

Mengusung tema “Turning the Tide Toward Zero”, kegiatan ini diselenggarakan oleh Zero Suicide International® bersama Henry Ford Health, dengan Wellspring Center Indonesia sebagai mitra. Pertemuan tersebut melibatkan pemimpin layanan kesehatan, akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, praktisi kesehatan jiwa, serta komunitas pencegahan bundir dari berbagai negara.

Forum ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan global sekaligus membahas penerapan strategi pencegahan yang sesuai dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat Indonesia.

Executive Director Zero Suicide International, Brian Ahmedani, mengatakan pencegahan bundir membutuhkan sistem terintegrasi, bukan hanya intervensi terhadap individu. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan, keterlibatan komunitas, dan penerapan praktik berbasis bukti juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

“Melalui Summit ini, kami ingin mempertemukan pembelajaran dari berbagai negara dan memperkuat komitmen bersama untuk membangun sistem yang semakin mampu mencegah kehilangan nyawa akibat bundir,” katanya saat memberi keterangan kepada wartawan.

Selama dua hari, peserta mengikuti sesi pleno, diskusi panel, dan presentasi poster ilmiah. Pembahasan meliputi pemanfaatan teknologi digital dan Electronic Health Records (EHR), penguatan kemitraan dalam sistem kesehatan, peningkatan kapasitas komunitas, serta pendekatan berbasis budaya melalui seni dan musik.

Forum ini juga mengangkat perspektif lived experience, yakni pengalaman langsung individu yang berkaitan dengan isu kesehatan jiwa dan pencegahan bundir.

Founder sekaligus Chairman Wellspring Center Indonesia, Sandersan Onie, PhD, yang merupakan peneliti Harvard Medical School dan anggota Steering Committee Summit, menegaskan pentingnya menyesuaikan pendekatan global dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, keragaman sosial dan budaya Indonesia perlu menjadi pertimbangan dalam merancang strategi pencegahan agar dapat diterapkan secara nyata.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya dr. Imran Pambudi, MPHM, perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Greysia Polii, serta pakar kesehatan jiwa dan pencegahan bundir dari Amerika Serikat.

Akademisi Universitas Udayana, Prof. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap forum ini menghasilkan kerja sama dan tindak lanjut untuk membantu mengatasi persoalan bundir di Bali. Ia juga menekankan pentingnya mengenali akar masalah sejak dini, sehingga upaya pencegahan tidak hanya dilakukan setelah kasus terjadi. (MBP)

 

redaksi

Related post