Ratusan Siswa SD Ikuti Lomba Mengarang di Jimbafest, Suarakan Impian untuk Desa Jimbaran

 Ratusan Siswa SD Ikuti Lomba Mengarang di Jimbafest, Suarakan Impian untuk Desa Jimbaran

Ratusan siswa sekolah dasar dari berbagai sekolah di Jimbaran mengikuti lomba mengarang di Jimbaran Hub, Kamis 29 Oktober 2026.

MANGUPURA – baliprawara.com

Lebih dari 200 siswa sekolah dasar dari berbagai sekolah di Jimbaran mengikuti lomba mengarang bertema “Impianku untuk Desa Jimbaran yang Terbaik” di Jimbaran Hub, Kamis 29 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan gagasan, harapan, dan impian mereka mengenai masa depan desa.

Kompetisi tersebut merupakan bagian dari Jimbafest Presents: Pekan CERIA, sebuah rangkaian kegiatan yang mengangkat pendidikan, lingkungan, budaya, dan kolaborasi masyarakat. Selain lomba mengarang, acara ini juga menghadirkan talkshow, workshop, serta pameran lembaga nirlaba yang bergerak di bidang lingkungan.

Peserta berasal dari 17 sekolah dasar, terdiri atas 12 SD negeri dan lima SD swasta di wilayah Jimbaran. Melalui kegiatan ini, anak-anak kelas 4 hingga 6 diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan literasi sekaligus menyampaikan pemikiran mereka mengenai pembangunan desa yang berkelanjutan.

Seperti diketahui, Jimbaran Hijau telah menjalankan berbagai program pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan selama lebih dari satu dekade. Program tersebut mencakup penanaman pohon, pembibitan, pembersihan pantai, hingga kegiatan bersih-bersih desa.

Pembina Yayasan Jimbaran Hijau sekaligus CEO dan Founder Jimbaran Hijau, Dr. Putu Agung Prianta, B.Eng(Hons.), MA., mengatakan Jimbafest menjadi sarana untuk merangkul komunitas dan masyarakat Jimbaran melalui kegiatan yang melibatkan berbagai kelompok usia. Menurutnya, kegiatan tahun ini menghadirkan pendekatan berbeda dengan menggelar lomba mengarang setelah sebelumnya berbagai kompetisi, termasuk menggambar, menjadi bagian dari kegiatan festival.

“Jadi kali ini mengangkat sustainability dalam bentuk mengarang, yang nantinya semoga bisa menjadikan sebuah buku atau kompilasi,” katanya saat ditemui di sela pembukaan acara, Kamis 29 Oktober 2026.

Lebih lanjut Ia juga menyampaikan bahwa upaya menjaga keaslian karakter Jimbaran menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Pelestarian budaya Bali, khususnya di Jimbaran, diharapkan tetap berjalan seiring dengan perkembangan kawasan dan peningkatan kemampuan generasi muda.

Ketua juri lomba mengarang, Yudha Bantono, menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan inisiatif Jimbaran Hijau untuk memperluas kontribusinya kepada masyarakat desa melalui pendidikan dan literasi. Ia menilai anak-anak memiliki imajinasi, pemikiran, serta gagasan yang perlu memperoleh ruang untuk disampaikan.

Melalui lomba ini, ide-ide mereka mengenai desa dapat dihimpun sebagai bahan untuk melihat harapan generasi muda terhadap masa depan Jimbaran. Yudha juga mengungkapkan bahwa penyelenggara berencana membukukan sekitar 20 hingga 25 karya terbaik peserta. Buku tersebut diharapkan dapat dicetak dan dibagikan ke sekolah-sekolah dasar di Jimbaran, dengan kemungkinan penyebarluasan yang lebih luas.

“Program literasi ini dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan menulis di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI),” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Korwil Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan Kuta Selatan, I Wayan Dio Sepliawan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kontribusi Jimbaran Hijau dalam mendukung dunia pendidikan.

“Kami dari Dinas Pendidikan sangat menghargai itu. Dan ini juga sesuai dengan kerangka dari pembelajaran mendalam. Yang mana itu adalah pendekatan yang digunakan oleh kurikulum kita sekarang,” ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuangkan gagasan mengenai lingkungan dan desa mereka melalui proses pembelajaran yang melibatkan kemitraan dengan berbagai pihak.

Ketua Yayasan Jimbaran Hijau, Yusea Eka Prasetya, menegaskan bahwa Jimbafest terus dikembangkan dengan mengangkat berbagai sektor, mulai dari pendidikan, budaya, hingga lingkungan. Format kegiatan disesuaikan dengan tantangan dan kebutuhan yang muncul setiap tahun.

Pelaksanaan Pekan CERIA juga melibatkan komunitas, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), lembaga swadaya masyarakat, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kawasan yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Jimbaran Hijau turut mendorong penerapan prinsip lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter, kepedulian terhadap alam, dan pelestarian budaya sejak usia dini.

Di tengah perkembangan pembangunan, penyelenggara juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan kawasan, identitas budaya Bali, dan kelestarian lingkungan. Prinsip tersebut sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Pekan CERIA menjadi bagian dari rangkaian menuju puncak perayaan Jimbafest 2027. Melalui kegiatan pendidikan dan lingkungan yang melibatkan masyarakat, Jimbaran Hijau berharap semakin banyak ruang terbuka bagi anak-anak untuk menyampaikan gagasan serta berpartisipasi dalam pembangunan desa.

Lomba mengarang ini sekaligus menjadi upaya menghimpun pemikiran generasi muda mengenai Jimbaran yang mereka impikan, termasuk harapan terhadap lingkungan, budaya, dan kehidupan masyarakat di masa mendatang. (MBP)

 

redaksi

Related post