Rayakan Gamelan Sebagai Warisan Budaya Dunia, Disbud – ISI Bali Gelar Konser Gamelan

 Rayakan Gamelan Sebagai Warisan Budaya Dunia, Disbud – ISI Bali Gelar Konser Gamelan

Prof. Bandem dan Prof. Arya Sugiarta

DENPASAR – baliprawara.com
‎Tanggal 15 Desember, UNESCO menetapkan gamelan sebagai warisan budaya dunia tak benda. Sebagai lembaga pengampu gamelan, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali bersama ISI Bali akan merayakan itu dengan menggelar konser gamelan pada 15 – 21 Desember 2025.

‎Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof. Dr. Gede Arya Sugiarta, Rabu (10/12) menyampaikan, konser gamelan itu akan dipusatkan di Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar. Selain dimeriahkan dengan parade gamelan, kegiatan ini juga diisi dengan workshop pada 17 Desember 2025.
‎”Parade gamelan akan digelar di Kalangan Ratna Kanda dan Kalangan Ayodya. Puncak konser gamelan diselenggarakan di Gedung Ksirarnawa dengan mengundang sejumlah tokoh masyarakat. Pada saat itu akan ada parade gamelan dua Sekaa Gong legendaris yaitu Sekaa Gong Perean Tabanan dan Sekaa Gong Pinda Gianyar,” ujar Prof. Arya Sugiarta.

‎Kata mantan Rektor ISI Denpasar (kini ISI Bali), masyarakat Bali patut berbangga, gamelan telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, selain angklung dan sejumlah tarian.
‎”Bulan lalu kita telah merayakan hari angklung sedunia. Nah, sekarang kita rayakan gamelan sebagai warisan budaya dunia dengan menggelar konser gamelan,” ujarnya.

Gamelan Nusantara

‎Budayawan Prof. Dr. I Made Bandem menyampaikan, gamelan Nusantara yang di dalamnya termasuk gamelan Bali, gamelan Jawa, gamelan Sumatera, gamelan Borneo dan lain-lain, telah dikukuhkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda. Bandem sendiri termasuk ikut mengusulkannya.

‎Kata Bandem, bicara gamelan, tak hanya soal instrumen atau musiknya, tapi ada ekosistem lain di dalamnya. Di situ Ada pembuat gamelan. Bahan-bahan yang digunakan membuat gamelan meliputi kayu, besi, dan kerawang. Selain itu gamelan juga terkait dengan pendidikan. Tak hanya di masyarakat, gamelan juga diajarkan di sekolah-sekolah. Bahkan dalam kurikulum sekolah-sekolah seni di Indonesia, gamelan dijadikan salah satu mata pelajaran. Inilah yang menjadi gamelan tetap hidup dan lestari. Karena itu UNESCO menetapkan gamelan sebagai warisan budaya dunia tak benda.

‎”Sebagai pengampu gamelan, kita sudah seharusnya merayakan itu secara bersama-sama. Karena itu saya salut dan mengapresiasi upaya Disbud Bali dan ISI Bali merayakan gamelan sebagai warisan budaya dunia dengan menggelar konser gamelan,” ujar Bandem yang Ketua Dewan Pengarah Serikat Gamelan Indonesia (SGI). (MBP2)







See also  SMA Negeri 2 Abiansemal tutup semester ganjil 2022/2023 dengan Pesta Demokrasi "Pemilos"

Redaksi

Related post