Rumah Warga di Tabanan Ambruk Diterjang Air Bah, Ibu dan Balita Hilang Terseret Arus Sungai
Pencarian Ibu dan balita yang hanyut terseret arus sungai. (ist)
TABANAN – baliprawara.com
Musibah banjir bandang terjadi di wilayah Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu 21 Januari 2026 dini hari. Yang mana, kejadian tersebut mengakibatkan sebuah rumah milik warga yang berlokasi di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, dilaporkan ambruk setelah diterjang luapan air bah dari aliran Sungai Subak Jemanik.
Peristiwa tersebut terjadi saat kondisi cuaca ekstrem melanda wilayah setempat. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Desa Kuwum sejak Selasa malam hingga dini hari, menyebabkan debit air sungai meningkat tajam.
Derasnya aliran air membuat senderan pondasi di sekitar sungai tidak mampu menahan tekanan air hingga akhirnya roboh dan menimpa bagian belakang rumah warga.
Akibat kejadian itu, dua orang penghuni rumah dilaporkan hilang terseret arus. Korban diketahui merupakan seorang ibu dan anak balitanya yang saat kejadian berada di dalam rumah. Hingga Rabu siang, keduanya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Korban dalam peristiwa tersebut diketahui bernama Yuliana Da Costa Makun (29) dan anaknya, Audrey Natania Banafanu yang masih berusia sekitar 1,5 tahun. Keduanya diduga terseret arus deras sesaat setelah bangunan rumah ambruk dan hanyut terbawa air bah.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.00 WITA. Saat itu hujan masih mengguyur kawasan Desa Kuwum dengan intensitas cukup tinggi. Debit air Sungai Subak Jemanik terus meningkat hingga akhirnya meluap ke area permukiman warga di sekitarnya.
Luapan air yang datang secara tiba-tiba menggerus bagian senderan pondasi yang berada di belakang rumah korban. Struktur penahan tanah tersebut tidak mampu menahan tekanan air dan runtuh, sehingga air bah langsung menghantam bangunan rumah. Dalam hitungan detik, rumah korban roboh dan sebagian bangunan terseret arus sungai.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus sungai dan kondisi gelap pada dini hari menyulitkan proses evakuasi awal. Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat bangunan rumah runtuh.
Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Dudy Librana, menyampaikan bahwa setelah menerima laporan kejadian, pihaknya segera mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan upaya pencarian.
“Setelah pelaksanaan briefing, upaya pencarian kita lanjutkan dengan membagi tim menjadi dua SRU, yaitu tim darat dan tim sungai. Pencarian kita optimalkan sejauh dua kilometer dari lokasi hilangnya korban,” ujar Dudy Librana saat memberikan keterangan di lokasi.
Tim SAR gabungan langsung melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Subak Jemanik. Pencarian darat dilakukan dengan menyusuri tepi sungai, semak-semak, serta area yang memungkinkan korban tersangkut. Sementara itu, tim sungai melakukan pencarian dengan menyisir aliran air menggunakan peralatan khusus, menyesuaikan dengan kondisi arus yang masih cukup deras.
Dalam proses pencarian tersebut, berbagai unsur SAR gabungan turut dilibatkan. Tim yang terjun ke lapangan terdiri dari personel Basarnas, BPBD Kabupaten Tabanan, TNI, Polri, PMI, relawan kebencanaan, serta masyarakat setempat.
Seluruh unsur bekerja secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian. Selain melakukan penyisiran, tim juga melakukan pemantauan terhadap perubahan kondisi cuaca dan debit air sungai guna memastikan keselamatan para petugas di lapangan.
Menurut Dudy Librana, hingga siang hari upaya pencarian masih terus berlangsung dan memasuki tahap sorti pertama. Tim SAR terus berupaya memaksimalkan pencarian meskipun dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti arus sungai yang masih kuat dan medan yang cukup sulit.
Lebih lanjut, Dudy Librana menjelaskan bahwa hasil pencarian pada tahap awal akan dievaluasi secara berkala. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan, termasuk faktor cuaca dan kondisi aliran sungai.
“Hingga siang ini, upaya pencarian sorti pertama masih terus berlangsung. Selanjutnya akan dievaluasi terkait kendala di lapangan. Jika tidak ada kendala, pencarian akan diperluas hingga ke muara sungai,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap dua korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Aparat dan relawan berharap korban dapat segera ditemukan, sementara warga sekitar diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. (MBP)