Sajikan Hidangan dengan “Base Gede”, Bali Timbungan Jaga Warisan Kuliner Khas Bali yang Beragam
Bebek Timbungan yang merupakan menu andalan dari Bali Timbungan.
MANGUPURA – baliprawara.com
Berlibur ke Bali, belum lengkap rasanya kalau belum mencoba menu-menu khas masa lalu, di Resto Bali Timbungan, di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung. Selain menyajikan hidangan warisan masa lalu, Bali Timbungan yang juga dikenal sebagai restoran yang mengangkat “Base Gede” atau bumbu lengkap sebagai ciri khas bumbu dasar.
Dikenal sebagai resto yang menjaga warisan leluhur menurut Chief Operating Officer PT Natura Pesona Mandiri, Wieok Susanto, Bali Timbungan memang dibangun untuk menjaga warisan kuliner khas Bali yang beragam. Dibuka pada tahun 2018, resto ini menyediakan berbagai macam makanan khas Bali.
Bali Timbungan Sunset Road memiliki dua lantai, yang mana pada lantai dasar terdiri dari area indoor ber-AC dan area terbuka. Sementara pada lantai dua, memiliki area khusus pertemuan, sehingga sangat ideal untuk dipergunakan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai acara bisnis dan kantor.
“Ini adalah restoran kedua kami. Yang pertama adalah Secret Garden Village. Selain itu, kami juga ada Black Eye Coffee,” ucapnya didampingi Operational Senior Manager PT Natura Pesona Mandiri, Dicky Prasetyo, saat ditemui, Kamis 20 Maret 2025.

Dikatakan, Bali Timbungan merupakan resto yang menyajikan hidangan Bali tertua, khususnya bebek timbungan sebagai hidangan Bali tertua, yang merupakan sajian istimewa yang dulunya hanya dihidangkan pada ritual-ritual upacara adat Bali.
Seperti yang dikatakan Made Gargita Yasa, selaku Food and Beverage Manager Bali Timbungan, sebagian besar menu yang disajikan di resto ini, menggunakan base gede. Bumbu ini kata dia, menjadi bahan dasar pada Bebek Timbungan yang merupakan menu andalan dari Bali Timbungan.
“Jadi sebagian besar menu yang ada di Bali Timbungan, bumbunya adalah Base Gede,” katanya saat ditemui Kamis 20 Maret 2025, didampingi Head of Channel, Nicodemus Johanis Boik.
Lokasi yang sangat nyaman, Bali Timbungan memiliki luasan kurang lebih 400 m2. Dengan kapasitas kursi sekitar 240-an, Bali Timbungan mengangkat kuliner tradisional dari seluruh penjuru Bali. Meski menu yang disajikan sebagian besar menggunakan Base Gede, saat ini seiring berjalannya waktu, hidangan yang dihadirkan semakin beragam.
Termasuk olahan seafood, sebagaimana yang ada di Jimbaran, dengan menggunakan bumbu khas Bali. Bahkan di tempat ini juga menyajikan Sudang Lepet yang yang merupakan menu khas bali Utara yang hanya ada di Sangsit Buleleng. “Kita juga ada Ayam Betutu, dan Ikan Bakar ala Jimbaran dan menu lainnya yang merupakan warisan masa lalu dari berbagai wilayah di Bali,” bebernya.
Selama bulan suci Ramadan dan menyambut libur Lebaran tahun 2025 ini, Bali Timbungan menawarkan berbagai promo menarik yang bisa didapatkan saat berkunjung ke reso ini. Di antaranya seperti pemberian takjil gratis bagi yang berbuka puasa di Bali Timbungan.
Untuk market yang disasar, memang diakuinya sebagian besar merupakan pasar domestik. Meski demikian, banyak juga dari mancanegara yang sengaja datang untuk mencicipi menu di Bali Timbungan, seperti dari China dan Malaysia. Sebagai salah satu destinasi kuliner di Pulau Dewata. Bali Timbungan bahkan 3 tahun berturut-turut, dinobatkan sebagai ‘Best of The Best Balinese Food’ oleh Yayasan Tri Hita Karana melalui penghargaan bergengsi ‘Melapa-Melapi Awards’. (MBP)