Sampah Rumah Tangga Diolah Menjadi Bahan Bakar Alternatif, Santi Guna Kirim RDF Perdana ke Industri
Jasa Pengangkutan dan Pengolahan Sampah Santi Guna, Dalung, mulai olah sampah menjadi RDF.
MANGUPURA – baliprawara.com
Pengelolaan sampah rumah tangga di Kabupaten Badung terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Jasa Pengangkutan dan Pengolahan Sampah Santi Guna yang beroperasi di kawasan Dalung, Kecamatan Kuta Utara.
Melalui fasilitas pengolahan yang dimiliki, sampah rumah tangga yang sebelumnya hanya berakhir di tempat pemrosesan akhir kini diolah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF), yaitu bahan bakar alternatif yang dimanfaatkan sebagai substitusi sebagian penggunaan batu bara pada sektor industri. Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus meningkatkan nilai guna sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi.
Fasilitas pengolahan milik Santi Guna bahkan telah melakukan pengiriman perdana RDF kepada industri yang memanfaatkan bahan bakar alternatif tersebut. Mesin RDF di lokasi pengolahan ini, telah mulai beroperasi sejak 25 Juli 2026.
Pengelola Jasa Pengangkutan dan Pengolahan Sampah Santi Guna, Made Sudarsana yang akrab disapa Pak Penting, menjelaskan bahwa mesin RDF yang dimiliki saat ini mampu mengolah sekitar 10 hingga 15 ton sampah setiap hari.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut memberikan kontribusi nyata dalam membantu penanganan sampah rumah tangga, khususnya di wilayah Dalung dan sekitarnya. Sebagian besar sampah yang diterima sudah dapat diolah di lokasi sehingga residu yang harus dikirim ke TPA dapat ditekan secara signifikan.
“Dalam sehari kami mengolah sekitar 10 ton sampah. Saat ini sekitar 80 persen sampah yang diterima sudah dapat diselesaikan melalui proses pengolahan di lokasi,” katanya, Minggu 2 Agustus 2026.
Ia berharap keberadaan mesin RDF tersebut dapat menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah di Kabupaten Badung sekaligus mendukung upaya pemerintah mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Selain dukungan teknologi, menurutnya penanganan sampah juga memerlukan partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk memilah sampah sejak dari sumber menjadi faktor penting agar proses pengolahan dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan RDF dengan kualitas yang baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Dr. Ir. Made Rai Warastuthi, ST., M.Si., memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Santi Guna dalam mengembangkan sistem pengolahan sampah menjadi RDF.
Menurutnya, selama ini sebagian besar jasa pengangkutan sampah hanya menjalankan fungsi mengumpulkan, mengangkut, dan membuang sampah ke tempat pemrosesan akhir. Namun, pendekatan yang diterapkan Santi Guna menunjukkan perubahan paradigma, yaitu mengolah sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.
“Kami mengapresiasi perubahan paradigma yang dilakukan oleh pengelola jasa persampahan. Mereka tidak lagi hanya mengumpulkan, mengangkut, dan membuang sampah, tetapi mulai mengolahnya menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi. Pendekatan seperti ini perlu terus didorong sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.
Rai menambahkan, keberhasilan pengolahan RDF juga sangat ditentukan oleh pemilahan sampah sejak dari sumber. Semakin baik kualitas pemilahan yang dilakukan oleh masyarakat, semakin optimal proses pengolahan dan kualitas RDF yang dihasilkan.
DLHK Badung mendorong semakin banyak pengelola jasa persampahan bertransformasi dari sekadar pengangkut sampah menjadi pengolah sampah yang mampu menghasilkan produk bernilai guna. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap TPA sekaligus mendukung terwujudnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kabupaten Badung. (MBP)
