Sebanyak 306 orang dari 71 Negara, Siap Ikuti Program Darmasiswa RI tahun 2023/2024

 Sebanyak 306 orang dari 71 Negara, Siap Ikuti Program Darmasiswa RI tahun 2023/2024

JAKARTA –  baliprawara.com

Setelah tiga tahun vakum karena Covid-19, untuk tahun 2023, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri kembali membuka program Darmasiswa Republik Indonesia. Program beasiswa non-gelar satu tahun yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia kepada semua warga negara non-Indonesia dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia ini, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Ir. Suharti, M.S., Ph.D di Hotel Pullman Central Park Jakarta, Rabu 30.Agustus 2023. 

Melalui program Darmasiswa ini, Suharti berharap agar para peserta dan alumni dapat menjadi duta Indonesia di negara mereka masing-masing sehingga bahasa, budaya, dan kuliner Indonesia semakin dikenal dan dicintai dunia. Acara pembukaan Orientasi Darmasiswa juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Senior Ambassador dari masing-masing negara sahabat serta 306 Darmasiswa dari 71 negara dan pengelola Darmasiswa dari 66 Perguruan Tinggi di Indonesia.

Koordinator KUI Dr. Eng. Ir. Ni Nyoman Pujianiki, ST., M.T., Eng, IPM dan P.A.A. Senja Pratiwi, Ph.D selaku pengelola Darmasiswa Universitas Udayana menghadiri acara tersebut mewakili Universitas Udayana. Koordinator KUI berharap Universitas Udayana dapat menjadi pengelola Darmasiswa yang berkelanjutan dengan jumlah Darmasiswa terus meningkat setiap tahunnya yang berasal dari berbagai negara di dunia agar eksistensi Unud dapat lebih meningkat. Hal tersebut juga merupakan salah satu faktor penting internasionalisasi Unud menuju World Class University.

“Tahun ini Universitas Udayana menerima empat orang Darmasiswa dari Jepang, Korea Selatan, China dan Polandia yang selama setahun akan belajar bahasa dan budaya Indonesia, pariwisata dan Gastronomi Indonesia selama satu tahun di Universitas Udayana,” ucapnya. (MBP/unud.ac.id)

See also  Shassion on Linguistics Hadirkan Pembicara dari Luar Negeri

redaksi

Related post