Selaras dengan Tri Hita Karana, UHN Sugriwa Rutin Laksanakan Program Ekoteologi Kemenag
PROGRAM – Rektor UHN Sugriwa Prof. IGN Sudiana memaparkan capaian program saat acara Media Gathering, Selasa (9/12).
BANGLI – baliprawara.com
Kemenag RI telah mencanangkan Asta Protas– Delapan Program Prioritas yakni Kerukunan dan cinta kemanusiaan; Ekoteologi; Layanan keagamaan berdampak; Pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi; Pesantren berdaya; Pemberdayaan ekonomi umat; Sukses penyelenggaraan haji; dan Digitalisasi tata kelola. Dari delapan program prioritas tersebut, Universitas Hindu Negeri (UHN) IGB Sugriwa rutin melakukan program Ekoteologi di tengah masifnya fenomena maupun isu tentang lingkungan saat ini. Terlebih Ekoteologi selaras dan sejalan dengan konsep Tri Hita Karana yang diterapkan masyarakat Hindu, khususnya di Bali.
Hal itu disampaikan Rektor UHN Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana saat acara Media Gathering dengan tema “Ekologi sebagai Manifestasi Asta Protas: UHN I Gusti Bagus Sugriwa di Panggung World Class University”, Selasa (9/12/2025) di Kampus Pusat Bangli. Terkait program Ekoteologi, kata Prof. Ngurah Sudiana, UHN Sugriwa rutin melaksanakan kegiatan penanaman pohon untuk kepentingan upakara maupun lainnya. “Khusus terkait lingkungan, baru-baru ini kami melaksanakan penanaman pohon bersama PPPK yang baru dilantik dan juga bersama mahasiswa baru saat kegiatan mahasiswa upanayana di area kampus. Kami memiliki semboyan, satu pohon sejuta napas,” ungkapnya.
Selain itu, UHN Sugriwa juga bekerja sama dengan BKSDA dalam pelestarian satwa langka, seperti rusa, merak, dan jalak bali sebagai media edukasi kampus dan masyarakat. Demikian pula ide mengenai “Green Campus” yang selaras dengan potensi lingkungan di wilayah Kabupaten Bangli. UHN Sugriwa yang telah lima tahun melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara, juga rutin menjadikan kegiatan berbasis Ekoteologi, seperti penanaman pohon, bersih-bersih lingkungan, pembuatan teba modern yang sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali, serta pembuatan pupuk organik sebagai salah satu program kerjanya. “Program Ekoteologi ini berjalan beriringan dengan Kurikulum Cinta yang digaungkan Kemenag, yang menekankan pentingnya kasih sayang dan penghormatan,
termasuk terhadap lingkungan,” tegasnya.
Mantan Ketua PHDI Bali tiga periode ini juga mengatakan, UHN Sugriwa sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN) di Indonesia yang saat ini tengah melakukan berbagai terobosan dalam upaya mewujudkan World Class University yang
telah dicanangkan pada 2021 lalu dengan target terwujud pada 2033 mendatang.
Sementara itu selama beberapa tahun belakangan ini, UHN Sugriwa telah meraih beberapa capaian, di antaranya :
Membangun Gedung Fakultas Dharma Duta di kampus Bangli Tahun 2020. Memperoleh hibah tanah untuk pengembangan kampus Bangli melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, S.E.dan Rektor UHN IGB Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, 12 Juli 2021.
UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar meraih Akreditasi Unggul dari BAN-PT pada 2024. Hingga kini, UHN Sugriwa memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Dharma Acarya, Fakultas Brahma Widya, Fakultas Dharma Duta dan Pascasarjana. Di bawah naungan Fakultas dan Pascasarjana tersebut, ada total 25 Prodi yang dimiliki UHN, 9 di antaranya sudah terakreditasi Unggul, 10 Baik Sekali, 4 Baik, 1 dalam proses pengajuan, dan 1 dalam status akreditasi sementara.
Guru Besar UHN Sugriwa juga bertambah. Dalam kurun 2020-2025 telah dikukuhkan 14 Guru Besar, dengan total Guru Besar yang telah dikukuhkan mencapai 25 orang sejak era IHDN Denpasar.
UHN juga tekah mendapat persetujuan Pendirian Fakultas Sains dan Teknologi tahun 2025 dari KemenPAN-RB. Kemudian UHN Sugriwa merintis pendirian Prodi Kedokteran dan
merintis Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ).
Selain mendapat hibah lahan dari Pemkab Bangli, UHN Sugriw juga mendapat hibah gedung aditorium dari Pemerintah Kabupaten Badung 2025. Mahasiswa UHN Sugriwa juga meraih berbagai prestasi, baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional. (MBP2)