Seminar Kesehatan RSU Kasih Ibu Kedonganan, dr. I Komang Reno Sutama, Sp.N.: Nyeri Sinyal Bahaya pada Tubuh
SEMINAR – RSU Kasih Ibu Kedonganan menggelar seminar kesehatan serangkaian HUT ke-19, di Vihara Buddha Guna, Puja Mandala Nusa Dua, Minggu (15/2). Seminar ini menghadirkan narasumber dr. I Komang Reno Sutama,Sp.N.
NUSA DUA – baliprawara.com
Seminar kesehatan yang digelar Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Kedonganan sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka HUT ke-19 di Vihara Buddha Guna, kawasan Puja Mandala, Nusa Dua-Badung, Minggu (15/2/2026), menyuguhkan materi cukup menarik.
”Manajemen Saraf”, demikian materi yang dibawakan oleh dr. I Komang Reno Sutama, Sp.N., dokter spesialis saraf asal Tabanan yang juga bertugas di RSU Kasih Ibu Kedonganan. Selain seminar, juga digelar baksos kesehatan. Kegaiatan ini bekerja sama dengan Paguyuban Puja Mandala yang diinisiasi oleh Vihara Buddha Guna, dengan mendatangkan seratus orang peserta.
Bagi peserta seminar dan tentunya masyarakat, literasi tentang nyeri, pencegahan dan terapinya, penting dipahami. Lalu, apa itu nyeri?

Kata dr. Reno, nyeri merupakan sinyal atau tanda bahaya bahwa tubuh mengalami sesuatu. Nyeri bisa muncul di bagian kepala, pundak, bahu, pinggang, lutut, pergelangan kaki dan sebagainya. Penyebabnya bisa karena postur tubuh yang salah, asam urat, bisa juga karena trauma akibat kecelakaan. Berat badan berlebihan juga bisa mengalami nyeri, karena kaki tidak kuat menopang berat badan.
Penderita nyeri tak kenal usia. Tetapi umumnya, penderita nyeri lebih banyak dari kalangan lanjut usia (lansia) . Penyebab nyeri pada lansia, di antaranya karena jarang beraktivitas fisik, tulang keropos, dan trauma karena mengalami kecelakaan.
Dikatakan, langkah pencegahan nyeri bagi kalangan lansia, yaitu dengan aktif melakukan gerakan-gerakan untuk melatih otot dan sendi. Kemudian mengatur pola makan dengan nutrisi, protein dan kalsium yang cukup.
Sedangkan, pencegahan nyeri terutama bagi penderita asam urat stadium tinggi, di antaranya dengan mengatur pola makan, mengurangi konsumsi protein hewani seperti daging merah, dan jeroan. Meski sayur berdaun hijau juga mengandung purin, tapi jumlahny rendah dan relatif aman bagi penderita asam urat.
Terjadi penumpukan kristal (purin) di sela-sela persendian, kemudian menimbulkan nyeri, itu tanda bahwa asam urat sudah tinggi.
”Langkah pencegahan nyeri penting dilakukan. Kemudian ketika terjadi nyeri, terapi yang tepat akan bisa menguranginya, tentu diawali dengan berkonsultasi dengan dokter, ” pungkas dr. I Komang Reno Sutama,Sp.N. (MBP)