Seorang Pendaki Mengalami Hipotermia di Gunung Agung, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi

 Seorang Pendaki Mengalami Hipotermia di Gunung Agung, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi

 

AMLAPURA – baliprawara.com

Seorang pendaki mengalami kondisi hipotermia saat mendaki Gunung Agung,di Kabupaten Karangasem, Bali. Pendaki tersebut diketahui bernama I Ketut Yedija Karunia Arta, berusia 18 tahun.

Dari informasi yang diterima, Ketut Yedija melakukan pendakian bersama seorang rekannya melalui jalur Pura Pengubengan yang berada di wilayah Desa Besakih. Keduanya memulai perjalanan pendakian pada siang hari sekitar pukul 13.30 Wita dengan tujuan menuju kawasan puncak Gunung Agung.

Namun seiring berjalannya waktu dan kondisi malam yang semakin dingin, situasi berubah. Sekitar pukul 23.40 Wita, I Ketut Yedija mulai merasakan kedinginan berlebih hingga mengalami penurunan kondisi tubuh dan tidak sanggup meneruskan pendakian. Menyadari situasi tersebut, keduanya memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan mencari bantuan.

Akhirnya rekannya kemudian melapor ke Polsek Rendang untuk meminta pertolongan. Sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut, mereka memilih beristirahat di Pos 2 jalur pendakian Pura Pengubengan dengan harapan segera mendapatkan bantuan dari pihak terkait.

Informasi terkait kondisi pendaki yang mengalami hipotermia tersebut diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.30 Wita. Laporan tersebut disampaikan oleh Polsek Rendang yang sebelumnya menerima pengaduan dari para pendaki.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Denpasar langsung mengerahkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sebanyak delapan personel SAR diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap pendaki yang membutuhkan bantuan.

Selain mengirimkan personel, langkah awal yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Polsek Rendang serta para pemandu lokal yang memahami medan jalur pendakian Gunung Agung. Koordinasi ini dilakukan untuk mempercepat proses pencarian serta memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi tersebut.

See also  5 Pendaki Dievakuasi dari Gunung Agung

Sekitar pukul 03.40 Wita, tim Rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem berhasil tiba di kawasan Pos Pura Pengubengan. Proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta cuaca yang saat itu kurang bersahabat.

Koordinator lapangan operasi SAR, Putu Handika Bhayangkara, menyampaikan bahwa pencarian berlangsung cukup intensif. Setelah kurang lebih empat jam melakukan pencarian, tim akhirnya berhasil menemukan target di ketinggian sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut.

Korban ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami hipotermia. Pada sekitar pukul 05.15 Wita, tim pemandu dari Pengubengan lebih dahulu mencapai lokasi korban. Namun karena hujan deras yang disertai kabut tebal masih menyelimuti kawasan tersebut, proses evakuasi belum dapat langsung dilakukan dan harus menunggu kondisi yang lebih memungkinkan.

Setelah kondisi mulai memungkinkan, tim SAR gabungan melanjutkan proses evakuasi secara bertahap. Tim berhasil mencapai Pos 1 Pengubengan yang berada di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut. Sementara itu, tim pemandu lokal membawa korban secara perlahan menuruni jalur pendakian menuju Pos 1.

Selama proses evakuasi berlangsung, sejumlah kendala dihadapi oleh tim di lapangan. Cuaca hujan deras yang disertai angin kencang serta kabut tebal menyebabkan jarak pandang menjadi sangat terbatas. Kondisi tersebut mengharuskan tim bergerak dengan sangat hati-hati demi menjaga keselamatan korban maupun petugas.

Meski demikian, koordinasi yang terjalin antara seluruh unsur yang terlibat memungkinkan proses evakuasi tetap berjalan. Setelah melewati medan yang cukup berat, seluruh tim bersama korban akhirnya tiba di Posko Pura Pengubengan pada pukul 10.05 Wita.

Setibanya di Posko Pura Pengubengan, korban langsung mendapatkan penanganan awal sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga. Proses evakuasi dinyatakan selesai setelah korban berada dalam kondisi aman dan tidak lagi berada di jalur pendakian.

See also  Gempabumi Tektonik M5,0 Guncang Jembrana di Kedalaman 52 km

Dalam operasi kemanusiaan ini, sejumlah unsur terlibat secara aktif. Tim SAR gabungan terdiri dari personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Rendang, Babinsa Besakih, Bhabinkamtibmas Besakih, TRC BPBD Kabupaten Karangasem, serta pemandu lokal dari Pos Pura Pengubengan.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran proses pencarian dan evakuasi di medan Gunung Agung yang dikenal memiliki karakter cuaca dan jalur pendakian yang menantang. Operasi ini berjalan hingga tuntas dengan mengedepankan keselamatan korban dan seluruh petugas di lapangan. (MBP)

 

redaksi

Related post