Sepeda Motor Masuk Skatepark Pantai Kuta, Harus Ditindak Tegas

 Sepeda Motor Masuk Skatepark Pantai Kuta, Harus Ditindak Tegas

Tangkapan layar video aksi warga negara asing yang menggunakan sepeda motor, di area skatepark pantai Kuta.

MANGUPURA – baliprawara.com

Kawasan skatepark pantai Kuta, Badung, yang digadang-gadang sebagai skatepark berstandar internasional, ternyata dimanfaatkan lain oleh wisatawan. Lokasi yang semestinya dimanfaatkan hanya untuk skateboard, oleh salah seorang wisatawan, justru mengendarai sepeda motor, membantu mendorong pemain skateboard. 

Kejadian wisatawan yang mengendarai sepeda motor ini, telah tersebar di Media Sosial, melalui video singkat. Tentu hal ini sudah menyalahi aturan.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista sangat menyayangkan. Ia mengatakan, sangat memprihatinkan sekali, kalau ada sepeda motor yang dibawa ke fasilitas umum ini. Tentu kata dia, pemerintah atau aparat terkait harus tegas kepada wisatawan seperti ini. Kalau hanya mengandalkan desa adat, tentu tidak bisa maksimal. “Harusnya ini ada ketegasan dari pihak terkait,” katanya, Sabtu 12 Agustus 2023.

Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi lagi, pihaknya akan berkomunikasi dengan komunitas skateboard di desa Kuta. Kalau hal seperti ini dibiarkan, tentu akan merusak fasilitas Skatepark. Apalagi keberadan skatepark ini belum diserahkan pengelolaannya kepada desa Adat Kuta.

Ia menghimbau kepada masyarakat maupun para pengguna fasilitas skatepark pantai Kuta, agar selalu menjaga. Termasuk kepada komunitas agar ikut melakukan pengawasan. Bila ditemukan hal serupa, agar dilaporkan kepada pihak terkait. “Yang jelas, harapan peran serta dari komunitas untuk ikut menjaga fasilitas. Apalagi fasilitas ini berstandar internasional. Jangan sampai belum diserahkan sudah rusak,” ucapnya.

Menurut Ida Bagus Gede Arie Meghantara, selaku Sekretaris Pesanku (Persatuan Angkatan Taruna Kuta), yang juga atlet skateboard asal Kuta, juga menyayangkan hal itu. Paslanya kata dia, di lokasi skatepark itu, peruntukanya hanya untuk skateboard, bahkan sepeda saja tidak boleh. “Ini harus ditindak tegas,” katanya.

See also  Satu Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Magnitudo 5,1 di Jember

Lebih lanjut ia mengatakan, kalau hal seperti ini tidak ditindak tegas oleh pihak berwenang tentu akan merusak. Apalagi saat ini kata dia, skatepark ini belum diserahkan pengelolaanya ke Desa. Sehingga pihaknya dari komunitas skateboard tidak bisa bertindak, karena bukan kewenangan mereka. 

Ia mengungkapkan, tingkah nyeleneh yang dilakukan wisatawan, sebelumnya juga sempat terjadi disana. Yang mana, ada wisatawan asal Rusia yang justru mengajar bermain skateboard kepada wisatawan Rusia. Padahal yang di ajar, membayar untuk latihan ini.  Hal ini tentu tidak boleh seperti itu, apalagi saat ini penggunaan fasilitas skatepark pantai Kuta masih gratis.

“Sempat ada bule rusia yang mengajarkan skate gratis di lahan pantai Kuta. Padahal dia dibayar oleh wisatawan Rusia. Mereka memilih di skatepark pantai kuta, karena gratis, sedangkan aku di tempat lain merka bayar tempat,” keluhnya.

Kedepan apabila penyerahan skatepark kepada Desa Adat sudah dilakukan, pihaknya akan membuat satu posko untuk sekretariat untuk menjaga pengoperasian skatepark. Di lokasi itu kata dia, rencananya akan dibuatkan bangunan semi permanen untuk posko. (MBP)

 

redaksi

Related post