Siaga Nataru 2025–2026, KN SAR Arjuna 229 Pantau Selat Badung hingga Nusa Penida

 Siaga Nataru 2025–2026, KN SAR Arjuna 229 Pantau Selat Badung hingga Nusa Penida

Patroli laut KN SAR Arjuna 229. (ist)

DENPASAR – baliprawara.com
KN SAR Arjuna 229 melaksanakan kegiatan siaga SAR dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah perairan strategis di Bali. Kegiatan ini difokuskan pada pemantauan keselamatan pelayaran dan aktivitas masyarakat laut di kawasan Selat Badung, Perairan Sanur, Perairan Pelabuhan Padangbai, hingga Perairan Nusa Penida.

Kegiatan siaga tersebut dilaksanakan pada Selasa 23 Desember 2025. Kapal KN SAR Arjuna 229 yang memiliki panjang sekitar 40 meter itu bertolak dari Pelabuhan Benoa. Sejak keberangkatan, seluruh personel yang terlibat telah disiagakan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing untuk memastikan kesiapsiagaan optimal selama patroli laut berlangsung.

Sebanyak 21 personel ikut dalam pelayaran siaga tersebut yakni 16 orang Anak Buah Kapal (ABK), dua orang rescuer, serta satu personel medis. Seluruh kegiatan pemantauan ini berada di bawah pengawasan langsung Kepala Seksi Sumber Daya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, guna memastikan standar keselamatan dan prosedur operasi berjalan sesuai ketentuan.

Kegiatan siaga laut ini merupakan bagian dari langkah antisipasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dalam menghadapi potensi peningkatan aktivitas masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Patroli dilakukan secara menyeluruh dengan menyusuri jalur-jalur pelayaran yang selama ini dikenal memiliki intensitas pergerakan kapal cukup tinggi.

Sepanjang perjalanan, KN SAR Arjuna 229 sempat menghadapi kondisi cuaca hujan disertai angin. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kecepatan angin bertiup dari arah barat dengan kisaran mencapai 19 kilometer per jam. Kondisi tersebut turut memengaruhi tinggi gelombang laut yang tercatat berada pada rentang 1,25 meter hingga 2,4 meter.

Meski demikian, kondisi cuaca tersebut masih dapat diantisipasi oleh kru kapal. KN SAR Arjuna tetap berlayar dengan kecepatan yang disesuaikan demi menjaga keselamatan seluruh personel dan memastikan kegiatan pemantauan dapat berjalan optimal. Selama pelayaran, koordinasi antar kru dan pengawasan terhadap situasi laut terus dilakukan secara berkala.

See also  Kunjungan Wisatawan ke Tanah Lot Capai 1,4 Juta Orang Tahun 2025

Hasil pemantauan di sepanjang jalur patroli menunjukkan tidak adanya peningkatan aktivitas perairan yang signifikan. Di kawasan Pelabuhan Benoa, terpantau sejumlah kapal pesiar yang tengah sandar seperti pada hari-hari normal. Sementara itu, aktivitas keluar masuk kapal penyeberangan di Pelabuhan Padangbai juga berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Di sektor wisata bahari, kondisi perairan Benoa dan Sanur terpantau dalam keadaan normal. Aktivitas wisata tirta seperti olahraga air dan kegiatan rekreasi laut lainnya tetap berlangsung dengan pengawasan yang memadai. Tidak ditemukan kejadian menonjol yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran maupun aktivitas wisata selama patroli berlangsung.

KN SAR Arjuna 229 juga menyisir wilayah perairan menuju Nusa Penida sebagai salah satu titik fokus pemantauan. Kawasan ini dikenal sebagai jalur penting bagi kapal wisata, nelayan, serta penyeberangan lokal. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada kondisi darurat atau gangguan keselamatan yang terjadi di sepanjang rute tersebut.

Selama penyisiran, awak kapal melakukan observasi visual dan komunikasi radio untuk memantau situasi perairan sekitar. Seluruh aktivitas kapal yang melintas terpantau berjalan normal, dengan cuaca yang meski kurang bersahabat tetap tidak menghambat pelayaran secara keseluruhan.

Setelah menempuh pelayaran selama kurang lebih enam jam, KN SAR Arjuna 229 akhirnya kembali sandar di Pelabuhan Benoa. Jarak tempuh yang dilalui selama kegiatan siaga tersebut mencapai sekitar 50 nautical mile (NM), dengan kecepatan rata-rata kapal berada di kisaran 12 knot.

Pemantauan perairan Bali dipastikan akan terus dilakukan secara berkala. Langkah ini diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas pelayaran, wisata bahari, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (MBP)

See also  Honda CB500X, Big Bike Populer Bergaya Adventure Tampil Semakin Agresif

 

redaksi

Related post