Siat Yeh Banjar Teba Jimbaran, Penyatuan Tirta Segara Kangin dan Kauh untuk Panglukatan Agung

 Siat Yeh Banjar Teba Jimbaran, Penyatuan Tirta Segara Kangin dan Kauh untuk Panglukatan Agung

Siat Yeh, Banjar Teba, Jimbaran.

MANGUPURA – baliprawara.com
BANJAR Teba, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, kembali menggelar tradisi Siat Yeh, Panglukatan Agung, Jumat, 20 Maret 2026. Tradisi ini dilaksanakan bertepatan dengan hari Ngembak Geni atau sehari setelah Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948.

Kegiatan ini merupakan bentuk rekonstruksi kebiasaan masyarakat Jimbaran di masa lampau yang terus dijaga hingga saat ini. Seluruh masyarakat Banjar Teba turut ambil bagian dalam pelaksanaan tradisi tersebut dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Prosesi tradisi diawali sejak pagi hari dengan ritual mendak toya, yakni pengambilan air suci yang dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu Segara Kangin atau pantai timur serta Segara Kauh atau pantai barat wilayah desa adat setempat.

Kelian Adat Banjar Teba, I Wayan Eka Santa Purwita, mengatakan, persiapan kegiatan sudah dimulai sejak pukul 06.00 WITA pada hari Ngembak Geni. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan tradisi ini diawali dengan pengambilan tirta atau air suci dari dua sumber laut tersebut sebagai bagian utama dari rangkaian upacara.

Menurutnya, proses mendak toya memiliki makna penting karena air yang diambil dari Segara Kangin dan Segara Kauh nantinya akan disatukan. Air tersebut kemudian digunakan dalam prosesi panglukatan agung atau pembersihan diri secara spiritual bagi masyarakat yang mengikuti tradisi.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan tradisi Siat Yeh tahun ini secara umum tidak berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, terdapat satu tambahan kegiatan yang menjadi pembeda, yakni pelaksanaan makan bersama yang disebut kapelinggih.

Kapelinggih ini diikuti oleh seluruh krama Banjar Teba serta para undangan yang hadir. Menurutnya, kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas kelancaran pelaksanaan tradisi yang terus berlangsung hingga saat ini.
“Kapelinggih ini dilakukan sebagai bentuk ucapan syukur atas apa yang telah berjalan selama ini,” ujar I Wayan Eka Santa Purwita di sela-sela kegiatan.

See also  Ditetapkan Sebagai WBTB, Tradisi Siat Yeh Banjar Teba Jimbaran Kembali Digelar

Lebih lanjut dijelaskan bahwa inti dari tradisi Siat Yeh adalah sebagai simbol pembersihan atau pangelukatan. Air suci yang berasal dari dua arah laut tersebut dipercaya memiliki makna keseimbangan dan kesucian yang kemudian digunakan dalam ritual melukat.

Proses pencampuran tirta dari Segara Kangin dan Segara Kauh menjadi bagian penting dalam tradisi ini. Air tersebut diyakini mampu memberikan pembersihan secara niskala atau spiritual bagi masyarakat yang mengikutinya. “Ini menjadi tradisi yang memiliki makna pembersihan,” ungkapnya.

Tradisi ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali memulai kehidupan setelah Hari Raya Nyepi dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih. Pihaknya berharap agar tradisi Siat Yeh tetap dapat dilestarikan oleh generasi berikutnya.

“Harapan ke depan semoga masyarakat Banjar Teba tetap semangat menjaga tradisi yang sudah berjalan di masyarakat. Dan desa adat juga bisa terus mendukung kegiatan ini ke depannya,” harapnya.

Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta, yang hadir langsung dalam pembukaan acara dan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan tradisi tersebut. Ia menyampaikan bahwa tradisi Siat Yeh merupakan salah satu tradisi yang masuk dalam program daerah dan secara rutin mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan.

Menurutnya, keberlangsungan tradisi ini menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Bali, khususnya di wilayah Kuta Selatan. Ia berharap agar tradisi Siat Yeh dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi simbol pelestarian budaya serta nilai-nilai spiritual masyarakat.

“Dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan pemerintah, tradisi ini diharapkan tetap hidup dan menjadi warisan budaya yang terus dijaga keberadaannya di tengah modernisasi,” ucapnya. (MBP)

 

redaksi

Related post