Suguhkan “Suasana Lebah”, Suasana Kabul Pameran Tunggal di The Kayon Jungle Resort
PAMERAN – Suasana pembukaan pameran tunggal Ketut “Kabul” Suasana, Senin (1/12). Kabul (jongkok pakai pakaian adat Bali).
GIANYAR – baliprawara.com
Perupa asal Apuan, Baturiti, Tabanan, I Ketut Suasana Kabul kembali berpameran tunggal. Kali ini ayah tiga putri tersebut berpameran solo di Kelir Arts Gallery The Kayon Jungle Resort, Bresela, Payangan, Gianyar.
Pameran bertajuk “Suasana Lebah” itu dibuka 1 Desember 2025, berlangsung sebulan ke depan. Menampilkan sekitar 12 karya lukisan berukuran besar–rata-rata 150×200 cm, Kabul menyuguhkan lukisan “bertutur” tentang lebah, koloni, dan alam lingkungan tempat lebah beraktivitas. Itu dapat dilihat dari judul lukisan yang dipamerkan, seperti “Abstraksi Alam Lebah”, “Populasi Lebah”, “Pusaran Lebah”, “Planet Lebah”, “Menuju Gunung Putih” dan sebagainya.
Bermedia kanvas dengan warna acrylic, karya-karya Kabul bertaburkan lebah beterbangan, membuat pola unik dan menarik. Warna tipis, dengan garis-garis lembut meliuk-liuk, karya Kabul memancarkan keindahan bentuk dan penuh makna filosofis dari tema yang diangkat, yakni serangga keren bernama lebah.

Memang, kekaryaan pelukis multitalenta ini sejak lama “mewartakan” tentang lebah, serangga penghasil madu.
Kabul terinspirasi dari lebah, yang menurutnya ada muatan nilai yang patut dimaknai dari kehidupan serangga kecil ini. Ada semangat kebersamaan, kerjasama, dan tanggung jawab dalam memerankan tugas masing-masing. Kemudian, madu yang dihasilkan amat berguna bagi kesehatan manusia.
”Seperti komunitas kecil yang sangat terorganisir, koloni lebah sungguh mengagumkan. Ada ratu lebah, ada lebah pekerja, dan lebah jantan yang masing-masing punya tugas spesial,” kata Kabul saat pembukaan pameran, Senin, 1 Desember 2025.
Ratu lebah (apis mellifera) atau lebah betina, misalnya, sangat berperan dalam menjaga kelangsungan hidup koloni.
Ratu lebah bertanggung jawab untuk bertelur dan menghasilkan keturunan baru. Ratu lebah dapat bertelur hingga 2.000 butir per hari.
Selain itu, ratu lebah mengeluarkan feromon yang mengatur perilaku lebah lain dalam koloni, seperti mengatur pekerjaan, mengatur pertahanan, dan lain-lain.
Ratu lebah juga mengatur keseimbangan koloni dengan mengatur jumlah lebah yang lahir dan mati.
Ratu lebah juga mengatur produksi madu dengan mengatur jumlah lebah yang bekerja untuk mengumpulkan nektar.
Ratu lebah dapat hidup hingga 5 tahun, sedangkan lebah pekerja hanya hidup sekitar 4-6 minggu.
Ratu lebah memiliki sayap yang lebih panjang daripada lebah lain, sehingga dia dapat terbang lebih jauh.
Ratu lebah hanya meninggalkan sarang sekali dalam hidupnya, yaitu saat dia melakukan penerbangan pernikahan dengan lebah jantan.
Proses yang Unik
Proses pembuatan madu lebah juga unik dan menarik. Lebah pekerja mengumpulkan nektar dari bunga menggunakan lidah panjang mereka. Nektar disimpan dalam kantong madu lebah dan dicampur dengan enzim yang memecah gula kompleks menjadi gula sederhana.
Lebah menguapkan air dari nektar dengan cara mengkipas-kipas sayap mereka, sehingga madu menjadi lebih kental. Madu disimpan dalam sel-sel lilin di sarang lebah, yang kemudian ditutup dengan lilin untuk menjaga kesegarannya.
Madu yang dihasilkan sangat berguna bagi manusia. Madu memiliki sifat antibakteri dan antiseptik, membuatnya berguna untuk pengobatan luka dan perawatan kulit.
”Dari lebah, saya terinspirasi membuat karya. Sungguh mengagumkan. Lebah banyak mengingatkan kita tentang arti gotong royong dan semangat kebersamaan untuk menghasilkan tujuan bersama, bertanggung jawab dengan tugas dan fungsi masing-masing. Sungguh sangat indah, jika itu mampu kita terapkan pada kehidupan sehari-hari,” ujar Kabul. (MBP2)