Svolution Digital Summit 2025 Akan Digelar di Bali, Membuka Revolusi Commerce Berbasis AI Dihadiri 3.000 Peserta Dari Seluruh Dunia
Andrew (tengah) didampingi Racheal dan Riyard, saat memberi keterangan terkait pelaksanaan SDS 2025 di Bali.
MANGUPURA – baliprawara.com
Svolution Digital Summit (SDS) 2025, yang merupakan pertemuan AI-commerce perdana di Asia Tenggara, akan digelar di Bali selama tiga hari dari tanggal 16-18 Agustus 2025. SDS 2025 ini, akan berlangsung pada tanggal 16-17 September di Nusa Dua Convention Center dengan puncak acara akan digelar tanggal 18 September di Atlas Beach Club.
Menurut Andrew selaku Co-founder SVO.ai Malaysia & SDS Co-Organising Chairman, total akan ada sebanyak 3.000 pengusaha digital, eksekutif Meta dan TikTok, serta para pionir AI untuk menguraikan otomatisasi pendapatan yang terukur. Di tengah proyeksi bahwa e-commerce berbasis AI akan menyumbang 30% pendapatan digital global pada tahun 2027 (Gartner), SDS 2025 memberikan kerangka kerja yang dapat diterapkan bagi para pengusaha untuk memanfaatkan “pasukan AI”. “Ini adalah kelompok kecerdasan buatan khusus yang mengotomatiskan hingga 92% alur kerja, mulai dari CRM hingga konversi,” ucapnya saat memberi keterangan kepada wartawan. Kamis 7 Agustus 2025, di Canggu.
Lebih lanjut dikatakan, Berbeda dengan konferensi teknologi tradisional, SDS berfokus secara eksklusif pada mekanisme monetisasi, dengan 86% sesi menampilkan demo penerapan langsung. Para peserta akan mendapatkan akses langsung ke: funnel siap pakai yang menghasilkan pendapatan berulang; agen konten AI yang memproduksi materi iklan dengan konversi tinggi yang 10x lebih cepat dari manusia; dan ekosistem penjualan 24/7 atau 24 jam 7 hari, yang hanya membutuhkan pengawasan minimal dari manusia.
“Anda ingin pendapatan yang lebih cepat dan lebih besar? Kami memberi Anda pasukan AI,” kata Andrew, didampingi Racheal, selaku SDS Organising Chairman.
Ditambahkan Racheal, Platform ini membuktikan bahwa menghasilkan $100 ribu/tahun bukanlah keberuntungan, namun ini adalah sistem yang dapat diulang di mana AI khusus menangani pekerjaan yang berat. “Di pertemuan ini, kami akan mentransfer pedoman tersebut,” bebernya.
Hasil dari platform ini adalah: lebih dari US$300 juta yang dihasilkan dari total pembayaran; 1.253 pengusaha yang saat ini menghasilkan lebih dari US$100 ribu per tahun; rata-rata 92% otomatisasi alur kerja untuk pengguna; dan 42% pendapatan yang lebih cepat dibandingkan dengan pengaturan manual.
Pada 2 hari pertama di Nusa Dua Convention Center, Anda bisa mengharapkan Sesi Deep-Dive Tactical dengan lebih dari 25 pembicara yang telah terbukti memiliki pendapatan akan mendekonstruksi monetisasi di era AI, seperti: Dan Henry (Arsitek Funnel 8-Digit): “Strategi Pembingkaian Selebriti: Membuat $100k Pertama Anda Tak Terhindarkan”; Kelly Umberfield (GM TikTok Indonesia): “Peningkatan Skala E-commerce Sosial Bertenaga AI di Pasar Asia Tenggara Bernilai lebih dari $25 miliar”; Peter Kell (Ahli Strategi VSL Miliaran Dolar): “Rekayasa Video Sales Letters yang Terkonversi lebih dari 11,3%”; Rory Flynn (Creative Specialist Iklan AI): “Tumpukan Prompt untuk Iklan Meta/TikTok yang Menguntungkan dengan CPC $0.02”
Sementara di Hari ke-3 di Atlas Beach Club, akan diselenggarakan Horizon Networking & Demo Day, yang berisi: Arena Live-Build AI Commerce di mana para tim akan menciptakan arus pendapatan kurang dari 90 menit menggunakan platform SVO; Bali Sunset Mixer (Terhubung dengan para pembicara / investor di tengah pemandangan lautan); serta Closed-door roundtables bersama Meta, TikTok, dan mitra modal ventura.
SDS 2025 menargetkan: builders berpikiran maju dari para Pengusaha Digital yang meningkatkan skala bisnis dengan ramping dan terotomatisasi oleh AI; Pembuat Konten yang mensistematisasi produksi konten viral; Pemasar E-commerce/Afiliasi yang mengoptimalkan funnel konversi; serta Pelatih & Konsultan yang mengotomatisasi akuisisi klien.
Sementara itu, Riyard selaku Co-founder SVO.ai Indonesia & SDS Co-Organising Chairman, menambahkan, tujuan SVO ini adalah mengumpulkan semua AI yang dibutuhkan kewirausahaan dalam satu platform. “SDS merupakan tempat dimana Anda dibekali untuk memimpin squad itu, apakah Anda mau meluncurkan produk digital pertama Anda atau pengembangannya menjadi bernilai tujuh digit dollar,” ucapnya.
Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai $130miliar pada tahun 2025 (Google/Temasek), dimana Bali muncul sebagai destinasi digital nomad nomor 1 ASEAN. Program Visa Digital Nomad yang baru dan infrastruktur serat optik di pulau ini menjadikannya ideal bagi para pelaku perdagangan global. SDS memanfaatkan ekosistem ini untuk memposisikan para peserta di pertemuan antara: kreator ekonomi ASEAN senilai $146 miliar; pasar e-commerce Australia senilai $70 miliar; dan modal ventura global yang mengalir ke AI-commerce.
Dipilihnya Bali sebagai lokasi karena memang Bali merupakan destinasi dunia. Bali adalah tempat di mana fokus bertemu dengan kebebasan. Di sinilah arus pendapatan baru lahir dikelilingi oleh inspirasi dan didukung oleh infrastruktur. “Ini menjadi event pertama di Bali. Diharapkan bisa mengharumkan nama balu di kalangan AI dunia,” katahya.
Dengan kehadiran lebih dari 3000 orang dari seluruh dunia, tentu akan berdampak pada industri pariwisata Bali. Karena dengan 3000 orang lebih di dua tempat berbeda seperti di nusa dua dan di canggu, tentu peserta akan berpindah pindah hote. “Ini Juga berdampak pada masyarakat lokal Bali,” ucapnya. (MBP)