Tak Hanya Seminyak dan Canggu, Tabanan Tawarkan Wajah Bali yang Lebih Hijau dan Autentik
Nuanu Creative City di kawasan Pantai Nyanyi, Kediri, Tabanan.(Ist)
TABANAN, – baliprawara.com
Bali kerap identik dengan hiruk-pikuk kawasan wisata populer seperti Kuta, Seminyak, dan Canggu. Sementara Ubud dan Kintamani menjadi pelarian bagi pencari ketenangan, serta Nusa Dua dikenal dengan eksklusivitas resor mewah berstandar internasional. Namun, di bagian barat Pulau Dewata, Kabupaten Tabanan justru menawarkan wajah Bali yang berbeda, lebih hijau, lebih tenang, dan terasa lebih autentik.
Dikenal sebagai Bumi Lumbung Padi, Tabanan menyimpan potensi wisata alam, budaya, hingga ruang-ruang kreatif yang kian berkembang. Wilayah ini mulai dilirik sebagai alternatif destinasi bagi wisatawan yang ingin menghindari kepadatan, tanpa kehilangan pengalaman liburan yang berkesan.
Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Tabanan hadir sebagai pilihan segar untuk menikmati Bali dari perspektif baru.
Salah satu magnet terbaru adalah Nuanu Creative City di kawasan Pantai Nyanyi. Berdiri di atas lahan seluas 44 hektare, kawasan ini memadukan konsep resort, taman budaya, dan ruang kreatif. Di dalamnya terdapat restoran, beach club, galeri seni, hotel butik, fasilitas kebugaran, kebun kupu-kupu, taman alpaka, hingga instalasi seni publik. Infrastruktur ramah pejalan kaki serta shuttle bus elektrik membuat kawasan ini nyaman dijelajahi, sekaligus menjadi hotspot piknik dan menikmati matahari terbenam.
Tak jauh dari Nuanu, Pantai Kedungu menawarkan suasana pesisir yang lebih alami. Pantai ini dikenal di kalangan peselancar, namun tetap bersahabat bagi pengunjung yang sekadar ingin berjalan di pasir atau menikmati sunset tanpa keramaian. Deretan kafe sederhana di sekitarnya menghadirkan pengalaman santai, jauh dari kesan Bali yang terlalu sibuk.
Ikon Tabanan lainnya, Jatiluwih Rice Terrace, tetap menjadi daya tarik utama. Hamparan sawah berundak yang telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO ini menyuguhkan lanskap hijau yang menenangkan. Jalur trekking ringan, serta kafe dan restoran berlatar sawah, menjadikan Jatiluwih tempat ideal untuk menikmati Bali yang autentik dan bersahaja.
Bagi pecinta wisata budaya, Alas Kedaton menghadirkan pengalaman berbeda. Hutan kecil yang dihuni ratusan monyet ini berpadu dengan pura kuno yang sarat nilai spiritual. Suasananya relatif sejuk dan tertata, cocok bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi tradisional Bali tanpa keramaian berlebih.
Sementara itu, Pantai Yeh Gangga menjadi destinasi tersembunyi yang masih luput dari radar banyak wisatawan. Pantai berpasir hitam ini menawarkan ombak untuk berselancar, aktivitas nelayan lokal, serta pura kecil di tepi pantai yang memperkuat nuansa autentik, terutama saat pagi dan senja.
Dengan kombinasi alam yang asri, budaya yang kuat, serta ruang kreatif yang terus tumbuh, Tabanan menegaskan bahwa Bali bukan sekadar destinasi populer yang itu-itu saja. Bagi wisatawan yang ingin menyambut Tahun Baru 2026 dengan suasana lebih tenang, intim, dan penuh makna, melirik ke barat Pulau Dewata bisa menjadi pilihan tepat jauh dari keramaian, namun dekat dengan esensi Bali yang sesungguhnya.(MBP8)