Verifikasi TUK BNSP, Medikom Indonesia Perkuat Kompetensi Tenaga Caregiver di Bali Nusra

 Verifikasi TUK BNSP, Medikom Indonesia Perkuat Kompetensi Tenaga Caregiver di Bali Nusra

LPK Medikom Indonesia resmi menjalani proses verifikasi sebagai TUK di bawah BNSP untuk wilayah Bali Nusra. (ist)

DENPASAR – baliprawara.com
Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Media Kompetensi (Medikom) Indonesia resmi menjalani proses verifikasi sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Bali Nusra). Kegiatan ini berlangsung Selasa 7 April 2026, bertempat di lokasi pelatihan Medikom Indonesia.

Verifikasi tersebut melibatkan tim asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Caregiver Pusat serta jajaran manajemen LPK Medikom Indonesia. Kehadiran para pihak ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan secara nasional.

Tim asesor yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari Trisno Muldani, S.Sos., M.I.Kom dan Nindya Apriyani, MM. Keduanya bertugas melakukan penilaian menyeluruh terhadap kesiapan lembaga dalam memenuhi kriteria sebagai Tempat Uji Kompetensi.

Prroses verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa Medikom Indonesia telah memenuhi standar operasional, sarana prasarana, serta sistem pelaksanaan uji kompetensi sesuai regulasi nasional yang berlaku. Hal ini menjadi syarat utama agar lembaga dapat diakui secara resmi sebagai TUK oleh BNSP.

Direktur LPK Medikom Indonesia, I Kadek Artawan, menyampaikan bahwa proses verifikasi ini merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pelayanan caregiver.

Menurutnya, keberadaan Tempat Uji Kompetensi yang terstandar akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas tenaga kerja yang dihasilkan. Hal ini juga sejalan dengan kebutuhan pasar kerja yang semakin menuntut tenaga profesional yang tersertifikasi.

“Verifikasi ini menjadi momentum penting bagi kami untuk menghadirkan layanan uji kompetensi yang profesional, kredibel, dan sesuai standar nasional, terutama dalam mendukung tenaga caregiver yang kompeten,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen lembaga dalam menghadirkan sistem pelatihan dan sertifikasi yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan industri.

See also  Perkuat Sinergi Dengan Masyarakat, Bupati Sanjaya Hadiri Karya Dadia Pasek Gelgel Desa Tunjuk

Selain proses verifikasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan uji kompetensi bagi tenaga caregiver. Uji kompetensi tersebut mencakup dua level, yakni pelaksana dan penyelia.

Tim Asesor saat verifikasi TUK Medikom Indonesia. (ist)

Sebanyak enam peserta mengikuti uji kompetensi ini sebagai bagian dari implementasi langsung kesiapan Medikom Indonesia sebagai TUK. Pelaksanaan uji kompetensi ini menjadi indikator penting dalam menilai kesiapan teknis lembaga.

Uji kompetensi yang dilakukan mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 terkait tenaga kerja serta standar SKKNI Nomor 28 Tahun 2021 yang mengatur bidang caregiver atau careworker. Dengan demikian, seluruh proses telah diselaraskan dengan ketentuan nasional.

Dalam pelaksanaannya, proses uji kompetensi dilakukan secara objektif dan sistematis oleh asesor. Penilaian mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pemahaman teori hingga kemampuan praktik peserta di lapangan.
Setiap peserta diuji berdasarkan skema kompetensi yang telah ditetapkan, baik untuk level pelaksana maupun penyelia. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tenaga kerja yang dinyatakan kompeten benar-benar memenuhi standar yang dibutuhkan.

Metode penilaian yang digunakan juga dirancang agar transparan dan akuntabel, sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

Kehadiran unsur manajemen LPK Medikom Indonesia dalam kegiatan ini turut menunjukkan komitmen lembaga dalam menjaga kualitas tata kelola pelatihan dan sertifikasi. Dukungan penuh dari manajemen menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses verifikasi ini.

Manajemen memastikan bahwa seluruh aspek, mulai dari administrasi, fasilitas, hingga pelaksanaan teknis, telah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BNSP dan LSP.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan dan pelatihan kerja di bidang kesehatan, khususnya caregiver.

Dengan selesainya proses verifikasi ini, Medikom Indonesia diharapkan segera memperoleh pengakuan resmi sebagai Tempat Uji Kompetensi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Keberadaan TUK ini nantinya diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja, khususnya di sektor kesehatan dan pelayanan caregiver. Hal ini sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus meningkat, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

See also  FK Unud menjalin Kerjasama dengan PKUHSC

Selain itu, kehadiran TUK juga diharapkan mampu memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.
Dengan demikian, langkah Medikom Indonesia dalam mengikuti proses verifikasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing di sektor pelayanan kesehatan dan caregiver. (MBP)

 

redaksi

Related post