Video Viral Oknum Staf KPU Badung Buang Sampah ke Selokan, Bupati Adi Arnawa Bereaksi Keras
Oknum KPU Badung tertangkap kamera membuang sampah ke selokan air. (ist)
MANGUPURA – baliprawara.com
Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh tiga oknum staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung. Dalam rekaman tersebut, terlihat ketiganya membuang sampah langsung ke aliran selokan.
Aksi tersebut sontak memicu reaksi publik dan menuai sorotan tajam, mengingat pemerintah daerah tengah gencar mengampanyekan pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Kamis, 18 Desember, di wilayah Kabupaten Badung.
Video yang viral tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan masyarakat. Banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak sejalan dengan upaya kolektif pemerintah daerah dalam memerangi persoalan sampah, khususnya di Bali yang selama ini menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan limbah.
Sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, kebersihan lingkungan menjadi salah satu isu krusial di Kabupaten Badung. Oleh karena itu, setiap tindakan yang berpotensi merusak citra lingkungan dinilai sangat sensitif dan patut mendapat perhatian serius dari pemangku kebijakan.
Video viral tersebut langsung mendapat respons tegas dari Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Ia menyayangkan keras perilaku tiga oknum staf KPU Badung yang dinilai tidak mencerminkan sikap aparatur pemerintah yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.
Bupati I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa tindakan membuang sampah ke aliran air termasuk sungai, adalah perbuatan yang tidak dibenarkan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, sebagai bagian dari lembaga pemerintah, seharusnya setiap pegawai memahami tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan, bukan malah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan semangat tersebut.
“Itu tidak benar, tidak boleh seperti itu. Nanti saya akan coba panggil pengurus KPU, kok bisa sampai seperti itu,” ujar Adi Arnawa saat ditemui Jumat 19 Desember 2025.
Ia menilai kejadian ini sangat disayangkan karena terjadi di tengah upaya serius Pemerintah Kabupaten Badung dalam menekan permasalahan sampah. Pemkab Badung, kata dia, selama ini telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan arahan kepada seluruh elemen masyarakat agar lebih disiplin dalam mengelola sampah, mulai dari tingkat desa hingga desa adat.
Adi Arnawa menjelaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya peran lembaga pemerintah sebagai contoh nyata dalam penerapan pengelolaan sampah yang benar.
“Semestinya kan kita sebagai lembaga pemerintah ini harus menjadi contoh di tengah-tengah kita sedang memerangi sampah ini, terutama bagaimana pengolahan sampah ini,” ungkapnya.
Menurut Adi Arnawa, Pemkab Badung telah berulang kali mengingatkan dan mengarahkan seluruh desa serta desa adat agar bersatu dan konsisten dalam menghadapi persoalan sampah. Kolaborasi antar unsur pemerintahan dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Menanggapi video viral tersebut, Bupati Badung memastikan akan memanggil Ketua KPU Kabupaten Badung untuk meminta penjelasan terkait insiden tersebut. Ia ingin mengetahui secara jelas bagaimana peristiwa itu bisa terjadi dan langkah apa yang akan diambil oleh KPU sebagai lembaga terkait.
“Nanti saya akan panggil Ketua KPU, terkait dengan hal itu, kenapa bisa seperti itu. Mudah-mudahan ini sebagai pembelajaran terakhirlah, jangan sampai seperti ini,” tegasnya.
Adi Arnawa berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting bagi seluruh aparatur pemerintah agar lebih berhati-hati dalam bertindak, terutama dalam hal yang menyangkut kepentingan publik dan lingkungan hidup.
Lebih lanjut, Bupati Badung juga menekankan pentingnya evaluasi internal di setiap lembaga pemerintahan. Ia menilai bahwa kejadian seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga lingkungan.
“Kami tadi sudah mengarahkan kepada semua desa, semua desa adat, untuk bersatu menghadapi sampah ini, dan jangan sampai nanti malah justru kita sebagai lembaga pemerintahan ini memberikan contoh yang tidak baik,” ujarnya.
Menurutnya, upaya membangun kesadaran lingkungan harus dimulai dari internal pemerintahan. Jika aparatur pemerintah tidak mampu menunjukkan sikap disiplin, maka akan sulit mengharapkan perubahan perilaku dari masyarakat luas.
Terkait kemungkinan pemberian sanksi terhadap oknum yang terlibat, Bupati Badung menyampaikan bahwa hal tersebut masih akan dikaji sesuai dengan aturan yang berlaku. Pemerintah daerah, kata dia, akan menindaklanjuti kasus ini secara proporsional dan berdasarkan ketentuan yang ada. “Untuk sanksi kita lihat nanti,” ucap Adi Arnawa singkat.
Pemkab Badung berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi bersama bagi seluruh lembaga pemerintahan agar lebih konsisten dalam mendukung program kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Dengan demikian, visi Kabupaten Badung sebagai daerah yang bersih, tertata, dan berkelanjutan dapat terus diwujudkan secara nyata di lapangan. (MBP)