WNA Inggris Hilang di Pantai Tembles Jembrana, Tim SAR Kerahkan Pencarian Darat, Laut, dan Udara

 WNA Inggris Hilang di Pantai Tembles Jembrana, Tim SAR Kerahkan Pencarian Darat, Laut, dan Udara

Pencarian WNA Inggris yang diduga hilang di Pantai Tembles Jembrana.

JEMBRANA – baliprawara.com

Operasi pencarian terus dilakukan terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris yang diduga hilang di kawasan Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Hingga Senin 31 Agustus 2026, keberadaan pria bernama Marcin (44) tersebut masih belum diketahui.

Dugaan hilangnya wisatawan asing itu bermula dari penemuan sejumlah barang pribadi yang ditinggalkan di sekitar pantai. Selain itu, sebuah sepeda motor yang diduga digunakan korban juga ditemukan masih terparkir di lokasi. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa korban kemungkinan mengalami insiden saat berada di kawasan pesisir tersebut.

Informasi mengenai dugaan orang hilang itu diterima petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin dini hari. Laporan yang masuk sekitar pukul 05.55 Wita langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H., berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, Marcin diketahui tiba di Pantai Tembles sekitar pukul 18.00 Wita pada Minggu malam. Namun setelah itu tidak ada lagi informasi mengenai aktivitas maupun keberadaannya. Hingga proses pencarian berlangsung, korban belum berhasil ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana segera mengirimkan tujuh personel ke lokasi. “Setibanya di kawasan pantai, tim melakukan koordinasi dengan unsur terkait, termasuk Babinsa Desa Penyaringan dan jajaran Polsek Mendoyo,” katanya dalam keterangan tertulisnya.

Tim SAR gabungan kemudian menggelar briefing untuk menentukan strategi pencarian. Pembagian tugas dilakukan agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat dijangkau secara maksimal. Pencarian dilaksanakan melalui jalur laut, darat, hingga pemantauan dari udara.

Untuk penyisiran di perairan, satu unit perahu karet atau rubber boat diterjunkan dari Pantai Tembles menuju wilayah perairan sebelah barat. “Empat personel berada di atas perahu tersebut untuk melakukan pencarian secara langsung di laut. Operasi penyisiran laut dimulai sekitar pukul 07.40 Wita,” bebernya.

Di saat yang sama, tim pencarian udara memanfaatkan drone thermal guna memantau area dari ketinggian. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu mendeteksi kemungkinan keberadaan korban di titik-titik yang sulit dijangkau oleh tim darat maupun laut.

Sementara itu, personel yang tergabung dalam Search and Rescue Unit (SRU) darat melakukan penyisiran sepanjang garis pantai. Pemeriksaan dilakukan secara detail di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus atau terdampar.

Meski berbagai metode pencarian telah diterapkan, hasil yang diharapkan belum diperoleh. Tim laut yang melakukan penyisiran selama kurang lebih satu setengah jam belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Kondisi serupa juga dialami tim darat dan tim pemantauan udara yang belum mendapatkan petunjuk baru terkait keberadaan Marcin.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR dan instansi terkait. Di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, TNI AL Pos Pengambengan, Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Bali, Arjuna Rescue Potsar 115, Samapta Polda Bali, Polsek Mendoyo, serta Bhabinkamtibmas setempat.

Hingga berita ini ditulis, pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan tetap melakukan pemantauan dan penyisiran di sejumlah area yang telah ditentukan guna menemukan keberadaan WNA asal Inggris tersebut. (MBP)

 

redaksi

Related post