Wujud Nyata Pelestarian Lingkungan, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel Lepas Tukik Peringati World Turtle Day 2026

 Wujud Nyata Pelestarian Lingkungan, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel Lepas Tukik Peringati World Turtle Day 2026

The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel Lepas Tukik Peringati World Turtle Day 2026.

DENPASAR – baliprawara.com
Upaya pelestarian lingkungan terus diwujudkan melalui langkah nyata yang dilakukan berbagai pihak, termasuk sektor perhotelan. Dalam rangka memperingati World Turtle Day 2026, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection kembali menggelar kegiatan pelepasan tukik sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut Bali, Sabtu 23 Mei 2025.

Kegiatan ini menjadi tahun kedua pelaksanaan program konservasi tersebut setelah sebelumnya sukses digelar sebagai bagian dari kampanye keberlanjutan lingkungan di kawasan pesisir Sanur.

Pelepasan tukik tahun ini dilakukan bekerja sama dengan Turtle Conservation and Education Center dengan melibatkan berbagai elemen pendukung yang memiliki visi sama dalam menjaga keseimbangan alam. Tukik yang dilepas pada kegiatan kali ini merupakan jenis penyu lekang atau Olive Ridley turtle, salah satu spesies penyu yang banyak ditemukan di wilayah perairan Indonesia dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa pelestarian lingkungan tidak cukup hanya disuarakan, tetapi perlu diwujudkan melalui aksi langsung yang memberi dampak terhadap keberlangsungan habitat satwa laut.

Penyu merupakan salah satu komponen penting dalam rantai ekosistem laut. Kehadirannya membantu menjaga kesehatan padang lamun, mempertahankan keseimbangan vegetasi pesisir, mendukung keberlangsungan terumbu karang, hingga mengontrol populasi ubur-ubur di lautan. Peran besar itulah yang menjadikan keberadaan penyu harus terus dijaga melalui upaya konservasi berkelanjutan.

Secara global, perlindungan penyu telah menjadi perhatian serius berbagai organisasi lingkungan dunia. International Union for Conservation of Nature (IUCN) terus mendorong adanya kerja sama internasional untuk memastikan perlindungan habitat satwa yang terancam punah.

Sementara itu, Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) mengatur perdagangan spesies liar agar tidak membahayakan kelangsungan hidupnya di habitat asli.

Vice President of Operations & Customer Relations The Sanur, Caitie Younghwa Lee, menegaskan bahwa World Turtle Day menjadi momentum penting untuk mengingatkan semua pihak tentang arti aksi kecil bagi masa depan lingkungan.
“World Turtle Day merupakan pengingat bahwa aksi kecil dapat memberikan dampak besar. Bersama The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, kami bangga dapat mendukung upaya konservasi penyu di Bali melalui pengalaman yang menggabungkan edukasi, keterlibatan komunitas, dan pariwisata berkelanjutan. Kami percaya bahwa wellness juga berarti menjaga lingkungan yang menopang kehidupan kita,” ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan General Manager The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, Ed Brea. “Kami merasa bangga dapat melanjutkan inisiatif bermakna ini untuk kedua kalinya. Melalui kegiatan pelepasan tukik lekang, kami berharap dapat menginspirasi para tamu dan masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga kelestarian laut. Sebagai destinasi tepi pantai, menjaga kehidupan laut bukan hanya tanggung jawab kami, tetapi juga bagian dari warisan yang ingin kami lestarikan untuk generasi mendatang,” katanya.

Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa industri hospitality memiliki peran strategis dalam mendorong kesadaran lingkungan melalui pendekatan edukatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Tidak hanya menghadirkan layanan premium bagi tamu, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel juga aktif membangun budaya keberlanjutan sebagai bagian dari identitas destinasi.

Kegiatan pelepasan tukik ini terlaksana berkat kolaborasi bersama The Sanur sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan, Turtle Conservation and Education Center, Tanamera Coffee, serta Alster Lake Clinic. Kolaborasi lintas sektor ini memperlihatkan bahwa menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama agar hasilnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Kehadiran Alster Lake Clinic dalam program ini turut menegaskan keterkaitan erat antara kesehatan manusia dan kesehatan lingkungan.
Pelestarian alam dipandang sebagai fondasi penting dalam menciptakan kesejahteraan menyeluruh bagi kehidupan saat ini maupun generasi mendatang.

Melalui aksi pelepasan tukik ini, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas, bahwa setiap langkah kecil memiliki arti besar dalam menjaga bumi tetap lestari. Komitmen bersama seperti inilah yang diharapkan terus tumbuh agar Bali sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut dunia tetap terjaga kelestariannya untuk masa depan. (MBP)

 

redaksi

Related post