Yayasan Jembatan Lintas Kasih Gelar Charity Clinic untuk Warga Padang Indah Denpasar

 Yayasan Jembatan Lintas Kasih Gelar Charity Clinic untuk Warga Padang Indah Denpasar

Charity Clinic yang digelar Yayasan Jembatan Lintas Kasih di Padang Indah Denpasar.

DENPASAR – baliprawara.com
Yayasan Jembatan Lintas Kasih menggelar charity clinic gratis di Wantilan Padang Indah, Desa Padang Sambian Kelod, Kota Denpasar, Minggu 15 Maret 2026. Kegiatan ini mengajak masyarakat, khususnya para Lanjut Usia (Lansia) untuk hidup sehat, sehingga melibatkan tenaga medis professional, relawan kemanusiaan serta berbagai pihak yang memiliki komitmen dalam melayani masyaraat tanpa latar belakang suku, agama maupun status social.

“Charity clinic ini lahir dari kepedulian kami terhadap realitas bahwa masih banyak masyarakat yang menunda berobat karena keterbatasan biaya. Kami percaya, kesehatan merupakan hak setiap manusia, dan melalui charity clinic ini kami ingin menghadirkan harapan nyata bagi masyartaat yang membutuhkan,” kata Ketua Yayasan Jembatan Lintas Kasih, Taripar Aritonang disela-sela acara peduli kemanusiaan itu.

Taripar Aritonang mengatakan, di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang terjangkau, maka kegiatan kemanusiaan melalui program charity clinic ini dapat menjadi solusi dalam menciptakan kehidupan yang sehat. “Charity clinic ini diadakan sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang tidak sempat atau malas berobat dan warga yang mempunyai kendala biaya dalam berobat,” tambahnya.

Charity clinic juga mangajak lebih banyak orang untuk turut terlibat dalam gerakan kemanusiaan. Maka, layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, mulai dari pemeriksanan kesehatan umum, konsultasi dokter, pemberian obat-obatan serta edukasi kesehatan secara gratis. Edukasi itu diberikan melalui acara seminar kesehatan dengan topik “Waspada Gudi Berdarah” serta demo (pratek) membuat jus sehat.

Selaian layanan medis, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pencegahan penyakit, pola hidup serta serta kesadaran untuk menjaga kesehatan kerluarga sejak dini. Pendekatan seperti ini diyakini dapat membantu masyarakat pada saat ini, serta meningkatkan kualitas kesehatan dalam jangka panjang. “Kami harap kegiatan ini menjadi jembatan kepedulian yang mempertemukan para relawan, tenaga medis dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” harapnya.

See also  Penambahan Pasien Sembuh di Denpasar Lebih Banyak Dibandingkan Pasien Positif Covid-19  

Yayasan yang bergerak dalam bidang pelayanan kemanusiaan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat itu mengajak masyarakat luas, para dermawan, organisasi social, dan tenaga kesehatanh untuk bersama sama mengambil bagian dalam gerakan kemaniusiaan. Karena, setiap dukungan, sekecil apapun dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan. “Kami berharap mendapat dukungan masyarakat sekitar, sehingga ke depan kami lebih inten lagi memberikan kunjungan untuk kesehatan,” ujarnya.

Ketua Pembina Yayasan, David Siagian menambahkan, pemeriksaan kesehatan yang diberikan kali ini mulai dari pemeriksaan kolestrol, asam urat, dan tensi darah. Sementara target pasien yang diharapkan sekitar 150-200 orang. Pasien yang dlayanani kali ini lebih focus pada lansia. “Kalau ini berhasil baik, maka akan dilanjutkan dengha tindakan lain. Kami datang untuk meringakan beban masyarakat,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Yayasan Jembatan Lintas Kasih dapat terus menjadi “jembatan kasih” yang menghadirkan kepedulian nyata di tengah masyarakat – menghubungkan hati yang ingin menolong dengan mereka yang sedang membutuhkan pertolongan. “Kami akan terus bergerak untuk menolong sesama khususnya masyarakat yang membutuhkan di Bali. Kami berusaha membantu, tanpa ada batasnya,” ucapnya.

Semua link yang dimilikinya akan dilibatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Jangkauannya bukan hanya di daerah Denpasar, tetapi juga daerah lain. Sebut saja nantinya akan bergerak ke salah desa di Singaraja yang rindu dikunjungi, sehingga akan berkunjung ke sana untuk melakukan kegiatan yang bisa menolong warga di Buleleng. Syaratnya tidak mengikat. “Kami harap pemrintah bergerak hati untuk mensupot kami,” harapnya. (MBP)

 

redaksi

Related post