22 Persen Luasan Mangrove di Indonesia Bermasalah, Menteri LH Ajak Semua Pihak Bergerak

 22 Persen Luasan Mangrove di Indonesia Bermasalah, Menteri LH Ajak Semua Pihak Bergerak

Menteri LH saat memimpin kegiatan penanaman mangrove di kawasan Arboretum park, Denpasar, Rabu 10 Juni 2026.

DENPASAR – baliprawara.com
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan ribuan masyarakat mengikuti kegiatan penanaman mangrove di kawasan Arboretum Park, Denpasar, Bali, Rabu 10 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir sekaligus mendukung program restorasi mangrove yang terus dijalankan pemerintah di berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengungkapkan bahwa pemulihan mangrove merupakan agenda penting yang dilakukan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari program restorasi mangrove nasional yang melibatkan pemerintah daerah, relawan, serta berbagai unsur masyarakat.

Menurutnya, dari total sekitar 3,4 juta hektar kawasan mangrove yang dimiliki Indonesia, sekitar 22 persen diantaranya mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia.

“Ini adalah bagian dari merestorasi di seluruh Indonesia. Di seluruh Indonesia, sekitar 22% dari 3,4 juta hektar mangrove bermasalah karena kelakuan manusia. Dan saya berterima kasih kepada Pak Gubernur dan semua pimpinan, dan semua termasuk para relawan, mangrove Ranger dan semuanya, kita sama-sama ingin mengembalikan agar mangrove di Indonesia itu kembali,” kata Mohammad Jumhur Hidayat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali yang dinilai serius menjalankan program pemulihan lingkungan.
“Alhamdulillah dipimpin oleh Pak Gubernur. Karena itu saya akan datang lagi sekitar 28 Juli, untuk kembali menanam mangrove di tempat yang masih membutuhkan,” ujarnya.

Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa ketersediaan bibit mangrove untuk program rehabilitasi masih mencukupi sehingga penanaman akan terus dilanjutkan di sejumlah wilayah yang membutuhkan.

“Kita punya banyak persediaan untuk menanam mangrove. Terima kasih Pak Gubernur, terima kasih teman-teman semua, terima kasih mangrove Ranger, terima kasih, tentara, polisi, dan semuanya. Selamat pagi,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa kawasan Arboretum ini memiliki luas sekitar 18 hektare. Sebelumnya, sebagian besar vegetasi mangrove di lokasi tersebut mengalami kerusakan akibat pencemaran air sehingga pertumbuhannya terganggu.

Menurutnya, proses rehabilitasi kawasan tersebut telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2020. “Sekarang, dari 18 hektar itu, ditanamin kira-kira 16 hektar, lagi 2 hektar yang belum, dan itu akan dituntaskan lagi. Hanya saja, yang ditanam ini juga perlu perawatan, supaya dia tidak mati. Atau kalau mati, dia tetap ditanami kembali,” jelasnya.

Gubernur Bali menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove tersebut merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan berbasis kearifan lokal Nangun Sat Kerthi, khususnya konsep Wanakerthi yang menempatkan pelestarian tumbuhan dan lingkungan sebagai bagian penting kehidupan masyarakat Bali.
Menurutnya, keberadaan ekosistem yang sehat tidak hanya mendukung kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

“Sekiranya ini wujud kita semua, untuk memuliakan alam Bali, soal kearifan lokal Nangun Sat Kerthi, yaitu khususnya Wanakerthi, memuliakan tubuh-tumbuhan, yang menjadi kebutuhan di Bali, agar ekosistem alam kita itu sehat dan berkualitas. Tidak sekadar untuk kepentingan kehidupan kita di Bali, tapi juga untuk mendukung pariwisata yang berkualitas dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tren global saat ini semakin menekankan pentingnya pembangunan yang ramah lingkungan. “Ini yang sangat diperlukan, karena dunia memang bergerak untuk ramah terhadap lingkungan. Tadi Pak Menteri menyampaikan bahkan lebih tajam lagi, kita ini harus etik dan punya kesopanan terhadap lingkungan,” ujar Wayan Koster.

Kegiatan penanaman mangrove di Arboretum Paro Pedungan tersebut turut melibatkan relawan Mangrove Ranger, unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat yang bersama-sama mendukung upaya pemulihan ekosistem pesisir di Bali. (MBP)

 

redaksi

Related post