Perwakilan Negara-negara di Kawasan Indo-Pasifik Hadiri Simposium Keamanan Maritim Regional di Bali

 Perwakilan Negara-negara di Kawasan Indo-Pasifik Hadiri Simposium Keamanan Maritim Regional di Bali

Kepala Hidrografi Inggris Laksamana Muda Angus Essenhigh. (ist)

DENPASAR – baliprawara.com

Sejumlah peserta dari negara-negara di Indo-Pasifik, berkumpul di Bali, Senin 10 Februari 2025, untuk mengikuti Simposium Keamanan Maritim Regional, yang digelar oleh Kedutaan Inggris. Simposium ini diikuti oleh perwakilan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei dan Vietnam. Acara ini dibuka oleh Laksamana Muda Angus Essenhigh dari Kantor Hidrografi Inggris.

Kepala Hidrografi Inggris Laksamana Muda Angus Essenhigh, mengatakan, kegiatan ini merupakan gelaran yang ketiga kalinya Inggris menjadi tuan rumah simposium keamanan maritim regional. Acara ini memberikan kesempatan untuk membawa bersama mitra dan rekan dari negara-negara di kawasan, untuk mendiskusikan tantangan-tantangan menarik yang dihadapi di sektor keamanan maritim.

“Dan ini adalah tantangan-tantangan yang tidak akan bisa kita hadapi sendiri dan kami berpikir sangat penting bagi kita untuk mengadakan dialog dan bertukar pikiran serta ide dengan para mitra kami di kawasan, mendiskusikan langkah bersama dalam mengatasi tantangan melalui kolaborasi yang saling menguntungkan,” katanya usai pembukaan.

Lebih lanjut dikatakan, Simposium ini diikuti oleh negara-negara di Indo-Pasifik. Hal itu karena kawasan Indo-Pasifik sangat berkontribusi terhadap ambisi Pertumbuhan Inggris yang ditetapkan oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. “Inggris adalah negara dagang global dan kami melihat ada banyak sekali peluang bagi Pertumbuhan ekonomi Inggris di kawasan ini, namun kami tidak mau melihat hal itu semata hanya bermanfaat bagi Inggris saja,” ucapnya.

Sebaliknya lanjut dia, pihaknya ingin melihatnya sebagai keuntungan dan memberikan manfaat juga bagi mitra-mitra di kawasan. “Kami ingin melakukan ini melalui kolaborasi dan kerjasama yang menguntungkan semua pihak, bukan hanya Inggris tapi semua pihak termasuk mitra dan kolega kami di kawasan,” bebernya.

See also  Bupati Sanjaya Terima Tim BPK RI untuk Pemeriksaan Interim LKPD 2024

Ada banyak sekali hal yang bisa diraih melalui kolaborasi seperti ini, namun ada juga banyak tantangan yang dihadapi bersama seperti ancaman perubahan iklim, keamanan dan memastikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Dan kami akan membahas hal-hal tersebut di symposium ini.

Pada kesempatan tersebut, ia mengungkapkan, TNI AL juga akan menggelar Latihan bersama yaitu “Exercise Komodo”. Pihaknya merasa sangat senang bahwa kapal AL Inggris HMS Spey, akan mengikuti Latihan Komodo dengan TNI AL dan negara-negara lainnya.

Ia melihat bahwa kolaborasi regional ini sangat berguna untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan antara para mitra dan kolega di kawasan. Termasuk juga memastikan kalau semua siap dan waspada terhadap peristiwa-peristiwa seperti pemulihan bencana dan berfokus pada keselamatan saat kita berada di laut.

“Jadi Latihan Komodo adalah kesempatan yang baik sekali bagi kita untuk kolaborasi, meningkatkan kepercayaan dan persahabatan. Oleh karena itu kami sangat senang sekali bahwa HMS Spey bisa mengikuti Latihan Komodo,” ujarnya. (MBP)

 

redaksi

Related post