Bupati Gianyar Apresiasi Kehadiran Mahasiswa KKN Poltekkes Denpasar
Mahasiswa Poltekkes Denpasar menyelenggarakan KKN di wilayah Gianyar.
GIANYAR- baliprawara.com
Bupati Gianyar diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, I Ketut Mudana membuka secara resmi Kuliah Kerja Nyata Interpofesional Education (KKN IPE) Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar di wilayah Gianyar.
Pembukaan ditandai dengan penyerahan secara simbolis peserta KKN IPE kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar, bertempat di Wantilan Pura Dalem Banjar Medahan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Rabu (21/1/2026).
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Gianyar, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi karena Poltekkes Kemenkes Denpasar telah memilih wilayah kami sebagai lokasi KKN,” kata Mudana membacakan pesan bupati.
Selain lima program pokok yang telah ditetapkan dalam KKN IPE ini, secara khusus Mudana meminta agar Sivitas Akademika Poltekkes Kemenkes Denpasar memperhatikan persoalan stunting di delapan desa sasaran.
Perbaikan gizi (fisik), menurutnya merupakan hal fundamental yang perlu diatasi sejak dini. Asupan gizi yang baik akan membentuk fisik dan otak yang lebih bagus pula. Sehingga ini menjadi modal penting menuju Indonesia Emas.
“Meski prevalensi stunting di Bali umumnya kecil tapi perlu kita perhatikan bersama, terutama aspek promotif agar tidak ada lagi bayi stunting,” imbuhnya.
Tak lupa, ia berpesan agar mahasiswa menjunjung tinggi etika berdasarkan kearifan lokal selama mengabdi di masing-masing desa mitra. Sebab setiap desa memiliki kearifannya sendiri agar mempermudah komunikasi sehingga apa yang menjadi tujuan KKN ini tercapai dengan baik.
Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Denpasar Ni Luh Kompyang Sulisna Dewi, S.Kep., Ners., M.Kep., menjelaskan, tahun ini KKN IPE diikuti 725 mahasiswa yang disebar di Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Gianyar. Sebelumnya mereka telah diberikan pembekalan.
Untuk di Kabupaten Gianyar, KKN IPE menyasar delapan desa: Wilayah Kerja Puskesmas Ubud I: Desa Lohtunduh, Petulu, Peliatan dan Desa Mas. Puskesmas Sukawati I meliputi Desa Kemenuh, Sukawati, Batuan dan Ketewel.
Adapun tema yang diusung, yakni “Generasi Tangguh Hidup Sehat Bebas Penyakit Menular dan Tidak Menular”. Tiap kelompok di masing-masing desa terdiri dari 31 mahasiswa, dan setiap mahasiswa ditargetkan mengedukasi 8 keluarga yang salah satu anggota keluarganya menderita penyakit menular dan tidak menular.
Program pokok lainnya, di antaranya penguatan potensi bahan pangan lokal untuk pemenuhan gizi, pengelolaan sampah, memperkuat desa tanggap bencana hingga menyentuh kesehatan mental masyarakat.
Keunggulan KKN IPE ini, lanjut Kompyang Sulisna Dewi, adalah mengkolaborasikan kompetensi mahasiswa di tiap kelompok dari enam jurusan yang ada. Masing-masing mahasiswa akan membedah permasalahan sesuai jurusannya.
“Kami adalah UPT di bawah Kementerian Kesehatan yang mengelola jurusan keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, gizi, teknologi laboratorium media dan kesehatan gigi. Jadi tiap kelompok berkolaborasi menggali masalah dan memecahkannya sesuai kompetensi,” ujarnya.
KKN IPE menjadi momentum strategis kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat dan institusi pendidikan tinggi bergotong royong meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Made Maba, menambahkan, secara umum, kondisi kesehatan masyarakat Gianyar cukup baik. Sebelumnya memang ada kasus demam berdarah tapi sudah bisa dikendalikan.
Ia berharap mahasiswa KKN IPE Poltekkes Denpasar berperan nyata untuk mencegah demam berdarah mengingat Ginyar masuk daerah endemik. Selain itu, tuberkolosis, hipertensi dan diabetes melitus tidak kalah pentingnya untuk ditanggulangi bersama.(MBP2)