Olah Limbah Daging Jadi Pakan Bernilai Ekonomi, Desa Darmasaba Siap Jadi Percontohan Kampung Lele

 Olah Limbah Daging Jadi Pakan Bernilai Ekonomi, Desa Darmasaba Siap Jadi Percontohan Kampung Lele

MANGUPURA – baliprawara.com

Desa Darmasaba di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, tengah disiapkan sebagai lokasi percontohan atau pilot project Kampung Lele. Program ini hadir dari inovasi pengolahan limbah daging yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan, kini justru dimanfaatkan menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Selama ini, Desa Darmasaba dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan dan distribusi daging di Bali. Berbagai jenis komoditas seperti ayam, babi, sapi, hingga kambing diperdagangkan di wilayah ini. Aktivitas tersebut membentuk rantai ekonomi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari peternak, pengepul, rumah potong, hingga pedagang di pasar tradisional.

Namun di balik tingginya aktivitas tersebut, muncul tantangan berupa limbah daging yang perlu penanganan serius agar tidak mencemari lingkungan. Kondisi ini kemudian mendorong pemerintah desa untuk mencari solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi.

Perbekel Darmasaba, Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba, menjelaskan bahwa ide pemanfaatan limbah daging ini lahir dari realitas desa yang memiliki volume limbah cukup tinggi akibat aktivitas pemotongan hewan setiap hari. Pemanfaatan limbah daging dilakukan dengan cara sederhana namun efektif. “Sisa-sisa daging yang tidak terpakai dikumpulkan, kemudian direbus untuk memastikan kebersihannya, lalu dicincang agar mudah dikonsumsi oleh ikan lele,” katanya, Senin 23 Maret 2026.

Langkah ini dinilai mampu menekan biaya produksi secara signifikan, karena peternak tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pakan pabrikan yang harganya relatif mahal. Dengan biaya yang lebih rendah, margin keuntungan para pembudidaya lele pun berpotensi meningkat.

Program ini diberi nama Beternak Lele untuk Kemandirian dan Nutrisi Anak, yang disingkat menjadi Berlian. Selain bertujuan meningkatkan perekonomian warga, program ini juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memperbaiki asupan gizi masyarakat.

See also  Bunda Anti Narkoba Tutup Lomba Kadarkum Desa Darmasaba

Inovasi ini tidak hanya berhenti pada pengolahan limbah, tetapi juga menciptakan siklus ekonomi baru yang saling terhubung. Limbah dari aktivitas perdagangan daging kini menjadi bahan baku pakan lele, sementara hasil budidaya lele kembali menjadi produk konsumsi yang memiliki nilai jual.

Dengan demikian, terjadi perputaran ekonomi yang lebih efisien di dalam desa. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini berubah menjadi komoditas yang memberikan keuntungan bagi masyarakat.

“Saat ini, program tersebut telah melibatkan sedikitnya lima kelompok peternak dengan total sekitar 50 orang pembudidaya lele. Keikutsertaan kelompok ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem budidaya lele berbasis pengolahan limbah,” bebernya.

Keberhasilan Desa Darmasaba dalam mengelola limbah daging menjadi pakan lele menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Badung. Dinas Perikanan setempat disebut telah memantau perkembangan program ini sejak beberapa tahun terakhir.

Rencana menjadikan Desa Darmasaba sebagai pilot project Kampung Lele dijadwalkan terealisasi pada tahun 2026. Program ini diharapkan menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Pengembangan Kampung Lele nantinya tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan program. Aspek sustainability menjadi perhatian utama agar program ini dapat terus berjalan dalam jangka panjang. (MBP)

 

redaksi

Related post