Bupati Badung Soroti Maraknya Kriminalitas di Bali, Desa Adat Diminta Aktifkan Pecalang dan Bankamda
Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa.
MANGUPURA – baliprawara.com
Meningkatnya kasus kriminalitas seperti aksi penjambretan mulai menjadi perhatian serius di wilayah Kabupaten Badung, Bali. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu rasa aman masyarakat maupun wisatawan yang selama ini menjadikan Bali sebagai salah satu destinasi wisata favorit dunia.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan keamanan dan kenyamanan wisatawan harus tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, jika situasi keamanan terus dijaga dengan baik melalui pengawasan rutin dan patroli di wilayah masing-masing, maka kepercayaan wisatawan terhadap Bali, khususnya Kabupaten Badung, akan tetap terpelihara.
Ia menyebut, rasa aman menjadi faktor penting dalam menjaga citra Bali sebagai daerah pariwisata internasional. Ketika wisatawan merasa nyaman selama berada di Bali, maka tingkat kunjungan wisatawan diyakini akan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Pengawasan berbasis adat dinilai menjadi salah satu langkah yang dapat diperkuat untuk mencegah meningkatnya tindak kriminalitas di kawasan pariwisata.
Adi Arnawa mengaku prihatin karena belakangan mulai muncul kasus penjambretan yang terjadi di sejumlah wilayah. Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan rasa tidak aman di tengah masyarakat maupun wisatawan yang sedang berlibur di Bali. “Saya sangat miris melihat di depan mata, ada jambret-jambret. Seakan-akan sudah bukan Bali lagi,” tegas Adi Arnawa, Kamis 28 Mei 2026.
Ia menilai situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Apalagi selama ini Bali dikenal sebagai daerah yang aman, nyaman, dan memiliki budaya masyarakat yang kuat dalam menjaga ketertiban lingkungan.
Menurutnya, apabila kasus kriminalitas seperti penjambretan terus meningkat, maka citra Bali sebagai destinasi wisata dunia bisa terdampak. Hal tersebut tentu akan memengaruhi tingkat kepercayaan wisatawan yang datang berkunjung. “Selama ini wisatawan yang datang ke Bali merasa sangat aman dan nyaman,” ungkapnya.
Adi Arnawa juga menyinggung adanya cerita dari sejumlah pihak terkait meningkatnya aksi kriminalitas di beberapa daerah wisata lainnya. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi pengingat agar Bali tidak mengalami situasi serupa.
Ia mengaku menerima berbagai informasi mengenai wisatawan yang menjadi korban penjambretan setelah melakukan aktivitas belanja maupun saat menuju hotel. Modus kejahatan seperti itu disebut mulai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Kita tidak mau seperti itu,” ujarnya.
Menurut Adi Arnawa, Bali sebagai daerah pariwisata memang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang dari berbagai daerah maupun negara. Di satu sisi, kondisi tersebut membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi. Namun di sisi lain, potensi munculnya tindak kriminalitas juga tidak bisa dihindari.
Ia menilai pelaku kejahatan akan selalu mencari peluang di daerah yang ramai aktivitas ekonomi dan wisatawan. Karena itu, pengawasan dan pemantauan keamanan harus dilakukan secara rutin agar situasi tetap kondusif.
Dalam upaya memperkuat keamanan wilayah, Pemerintah Kabupaten Badung meminta desa adat kembali mengaktifkan peran pecalang serta Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda) di lingkungan masing-masing. Kehadiran unsur keamanan berbasis adat dinilai sangat penting dalam membantu menjaga stabilitas keamanan di kawasan pariwisata.
Selain itu, patroli rutin di wilayah desa adat juga diharapkan dapat ditingkatkan guna mencegah terjadinya aksi kriminalitas. Pemantauan secara berkala dianggap mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat dan wisatawan yang berada di Bali.
Adi Arnawa mengatakan pendekatan keamanan berbasis adat selama ini menjadi salah satu kekuatan Bali dalam menjaga ketertiban sosial di masyarakat. Karena itu, pola pengawasan tersebut dinilai perlu kembali diperkuat menghadapi berbagai tantangan keamanan saat ini.
Ia juga menyebut akan melakukan evaluasi terkait kebutuhan pengamanan di wilayah pariwisata, termasuk kemungkinan penguatan sistem patroli dan koordinasi antarwilayah.
Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk desa adat dan masyarakat lokal.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara rutin dan terkoordinasi, pemerintah berharap situasi keamanan di Bali tetap terjaga. Langkah tersebut sekaligus untuk memastikan wisatawan tetap merasa aman dan nyaman selama berada di Pulau Dewata. (MBP)
