Paguyuban Drama Gong Lawas Kembali Tampil di PKB XLVIII 2026, Suguhkan Lakon “Aji Grenggeng Maya”

 Paguyuban Drama Gong Lawas Kembali Tampil di PKB XLVIII 2026, Suguhkan Lakon “Aji Grenggeng Maya”

Pragina Paguyuban DGL latihan drama gong, persiapan pentas di PKB 2026.

DENPASAR – baliprawara.com
‎Setelah sukses tampil pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 lalu, Paguyuban Drama Gong Lawas (DGL) akan kembali pentas di PKB XLVIII 2026. Menyuguhkan lakon berjudul “Aji Grenggeng Maya”, DGL dijadwalkan pentas pada hari Kamis, 2 Juli 2026 malam di Gedung Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar.
‎
‎Ketua Paguyuban DGL AA Gede Oka Aryana, S.H., M.Kn. yang kesehariannya seorang notaris, didampingi Sekretaris Paguyuban DGL Pande Adi Asmara,
‎Kamis (28/5) menyampaikan, DGL kembali diberikan kesempatan pentas di PKB pada 2 Juli 2026 mendatang. Sehubungan dengan itu, DGL telah melakukan berbagai persiapan. Untuk persiapan  pentas,  Paguyuban DGL akan  mengadakan pertemuan dengan seluruh kru  pregina dan perwakilan  penabuh pada Sabtu, 6 Juni  2026 pukul 10.00  Wita di Puri  Gandapura, Jalan Gandapura, Denpasar.
‎Dalam pertemuan tersebut akan dibahas naskah drama dan evaluasi pentas terakhir di  Pura  Dalem Puri Peliatan agar penampilan DGL  bisa maksimal seperti PKB  sebelumnya. Dan, diharapkan DGL bisa dijadikan percontohan pakem drama gong bagi seniman-seniman drama gong  lainya.
‎
‎Dalam pentas di PKB kali ini, DGL menampilkan lakon “Aji Grenggeng Maya” yang naskahnya disusun Ida Bagus Gede Mambal, dengan sutradara Jero Mangku Suyadnya, dan ide cerita AA Kartika, serta
‎pembina tabuh Ida Bagus Kartika.
‎
‎Dikisahkan, Aji Grenggeng Maya adalah ilmu gaib yang dimiliki oleh kedua istri raja dari Kerajaan Bhuwana Rajya.
‎Diah Ratnasari permaisuri pertama yang diusir dari Kerajaan karena fitnah, menelusuri gelapnya malam menuju hutan Waringin Sungsang. Ratapan tangis dan luka hati bersama sang bayi, memunculkan belas kasih sang penguasa kuburan serta memberi petunjuk agar menetap di Waringin Sungsang sebagai orang biasa. Kemudian diberi anugerah ilmu sakti yaitu Aji Grenggeng Maya.
‎
‎Permaisuri kedua sang raja yang bernama Diah Bedawati juga memiliki Aji Grenggeng Maya yang didapat dari nyeraya atau mohon kehadapan Sanghyang Kalika Maya, dengan tujuan agar bisa membungkam raja dan menguasai Kerajaan Bhuwana Rajya.
‎
‎Seiring berjalannya waktu, tiba saatnya Diah Ratna Sari sebagai orang biasa yang bernama Men Wangi mendapat kesempatan  membalas sakit hatinya untuk menghancurkan Kerajaan Bhuwana Rajya.  Kemudian, akhirnya dua kekuatan yang sama beradu dalam konflik kekuasaan dan dendam.
‎
‎”Seperti apa kisah lengkapnya? Mari
‎kita saksikan bersama pada 2 Juli 2026 di panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar,” ajak AA Oka Aryana. (MBP2)
‎
‎
‎
‎
‎
‎
‎
‎

Redaksi

Related post