Danau Yeh Malet Kembali Bersih, Siap Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Baru di Karangasem

 Danau Yeh Malet Kembali Bersih, Siap Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Baru di Karangasem

Kondisi danau Yeh Malet usai dibersihkan.

DENPASAR – baliprawara.com
Danau Yeh Malet yang terletak di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, kini kembali bersih setelah sebelumnya selama puluhan tahun tertutup oleh tumbuhan liar. Kawasan danau tersebut akhirnya berhasil dibersihkan dan dikembalikan ke kondisi semula.

Proses pembersihan dilakukan melalui program normalisasi yang melibatkan TNI Angkatan Darat di bawah komando Korem 163/Wira Satya. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan hingga akhirnya rampung pada pertengahan April 2026.

Kini, kondisi danau terlihat jauh lebih tertata dan terbuka. Area yang sebelumnya dipenuhi rerumputan, eceng gondok, dan berbagai jenis gulma kini telah dibersihkan sehingga memperlihatkan potensi besar sebagai kawasan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kapenrem 163/Wira Satya, Mayor Inf Dewa Putu Oka.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 163/Wira Satya, Mayor Inf Dewa Putu Oka, menyampaikan bahwa kondisi Danau Yeh Malet sebelumnya telah tertutup vegetasi liar selama kurang lebih 27 tahun. Hal tersebut membuat fungsi danau tidak optimal dan nyaris tidak dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Upaya normalisasi dilakukan secara intensif dengan melibatkan sekitar 45 hingga 50 personel setiap harinya. Pembersihan dilakukan secara bertahap untuk mengangkat tanaman liar yang menutupi permukaan danau.

Mayor Dewa Putu Oka menjelaskan bahwa proses ini berawal dari aspirasi masyarakat setempat. Permintaan tersebut disampaikan melalui jalur komunikasi dari Babinsa hingga akhirnya sampai ke tingkat komando Korem.

“Permintaan masyarakat disampaikan melalui Babinsa, lalu ke Danramil, kemudian ke Dandim hingga akhirnya sampai ke Danrem. Selain itu, juga ada inisiatif dari Danrem untuk melaksanakan normalisasi Danau Yeh Malet,” ungkapnya, Jumat 1 Mei 2026.

Langkah ini menjadi bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan potensi daerah.

Sebelum kegiatan pembersihan dimulai, pihak Korem 163/Wira Satya terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Antiga Kelod. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya normalisasi danau.

See also  Temu Pelanggan 2025, JBT Perkuat Layanan Prima dan Budaya Keselamatan Berkendara

Dari kegiatan tersebut, warga setempat menunjukkan antusiasme tinggi. Banyak masyarakat yang secara sukarela ikut terlibat dalam proses pembersihan danau.
Keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. “Normalisasi Danau Yeh Malet dilaksanakan kurang lebih selama dua bulan bersama masyarakat setempat,” jelas Dewa Putu Oka.

Dalam proses pembersihan, tim menggunakan sejumlah peralatan pendukung untuk mempercepat pekerjaan. Di antaranya adalah dua unit perahu ponton serta satu unit conveyor. Peralatan tersebut merupakan dukungan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Dengan adanya alat ini, proses pengangkatan tanaman air dan gulma menjadi lebih efisien.

“Penggunaan teknologi sederhana namun efektif ini membantu mempercepat proses yang sebelumnya diperkirakan akan memakan waktu lebih lama jika dilakukan secara manual,” bebernya.

Setelah berhasil dibersihkan, Danau Yeh Malet kini mulai dilirik sebagai salah satu potensi wisata baru di Kabupaten Karangasem. Area yang sebelumnya terbengkalai kini dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas.

Menurut Dewa Putu Oka, danau tersebut sudah mulai digunakan oleh masyarakat sebagai tempat rekreasi. Anak-anak memanfaatkan area tersebut untuk bermain, berenang, hingga memancing. “Fungsi Danau Yeh Malet sekarang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pariwisata. Selain itu juga digunakan anak-anak untuk bermain, berenang, memancing, dan sebagai tempat rekreasi,” ujarnya.

Meski masih bersifat sementara, pemanfaatan ini menunjukkan bahwa danau memiliki daya tarik yang cukup besar jika dikelola lebih lanjut. Dengan kondisi yang sudah kembali normal, “Danau Yeh Malet memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang lebih terstruktur. Potensi ini tidak hanya memberikan ruang rekreasi bagi masyarakat lokal, tetapi juga dapat menarik kunjungan wisatawan,” ucapnya.

Pengembangan lanjutan tentu memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Penataan fasilitas serta pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci agar kawasan ini tetap terjaga. (MBP)

See also  Atap Gedung SDN 3 Bongkasa Tertimpa Pohon, Sekda Adi Arnawa Perintahkan Disdikpora Segera Lakukan Perbaikan

 

redaksi

Related post