Di Bandara Ngurah Rai, 64 Jadwal Internasional Dibatalkan dan 8.187 Orang Penumpang Terdampak Selama 7 Hari
Screenshot
MANGUPURA – baliprawara.com
Sejumlah jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Pulau Bali, hingga Jumat, 6 Maret 2026 masih terdampak akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Hingga pukul 17.00 WITA tercatat puluhan penerbangan internasional harus mengalami pembatalan maupun perubahan jadwal operasional.
Situasi ini mempengaruhi penerbangan yang dilayani oleh beberapa maskapai besar yang memiliki rute langsung dari Bali menuju negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, operasional bandara secara keseluruhan tetap berjalan normal.
Pihak pengelola bandara memastikan layanan kepada penumpang serta aktivitas penerbangan domestik maupun internasional lainnya tetap berlangsung dengan optimal di tengah situasi penyesuaian jadwal tersebut.
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan, hingga Jumat 6 Maret 2026, tercatat total 64 jadwal penerbangan internasional yang mengalami pembatalan. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 penerbangan merupakan jadwal keberangkatan, sementara 30 penerbangan lainnya merupakan jadwal kedatangan dari berbagai rute internasional,” katanya.
Adapun maskapai yang terdampak dari kondisi ini antara lain Qatar Airways untuk rute Doha–Denpasar dan Denpasar–Doha. Selain itu terdapat juga maskapai Emirates yang melayani rute Dubai–Denpasar serta Denpasar–Dubai.
Maskapai Etihad Airways juga termasuk yang terdampak, khususnya untuk rute Abu Dhabi–Denpasar dan Denpasar–Abu Dhabi.
Meski terjadi sejumlah pembatalan penerbangan, secara bertahap beberapa operasional penerbangan mulai kembali berjalan. Salah satunya adalah penerbangan milik maskapai Emirates yang sebelumnya sempat tertahan di Bali.
Maskapai tersebut diketahui telah menerbangkan kembali satu pesawat yang sebelumnya melakukan remain over night (RON) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sejak 28 Februari 2026.
Pesawat tersebut merupakan penerbangan Emirates dengan nomor penerbangan EK369 yang berangkat dari Denpasar menuju Dubai pada 5 Maret 2026 pukul 00.42 WITA. Penerbangan tersebut menggunakan pesawat jenis Airbus A380 dan menjadi penerbangan pertama Emirates yang kembali berangkat dari Denpasar menuju Dubai setelah Bandara Internasional Dubai secara bertahap kembali membuka layanan operasional penerbangannya.
Selain itu, pada Jumat sore, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga kembali melayani kedatangan pesawat Emirates dari Dubai. Pesawat dengan nomor penerbangan EK368 tersebut mendarat di Bandara Ngurah Rai pada pukul 16.30 WITA. Penerbangan tersebut juga menggunakan pesawat Airbus A380 yang merupakan salah satu armada andalan maskapai tersebut.
Manajemen bandara menyatakan terus melakukan koordinasi secara intensif dengan berbagai pihak, khususnya maskapai penerbangan yang terdampak.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan situasi operasional penerbangan terkini, termasuk pembaruan jadwal penerbangan yang mengalami perubahan.
Selain itu, pengelola bandara juga terus memantau kondisi ruang udara di kawasan Timur Tengah yang menjadi penyebab utama terjadinya penyesuaian jadwal penerbangan internasional.
PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola bandara juga bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Koordinasi dilakukan dengan AirNav Indonesia guna memantau kondisi ruang udara yang terdampak. Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan aparatur keamanan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan situasi di lingkungan bandara.
Berdasarkan data yang dihimpun dari maskapai penerbangan, tercatat jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal selama periode 28 Februari hingga 6 Maret mencapai 8.187 orang.
Angka tersebut merupakan total calon penumpang keberangkatan yang terdampak akibat perubahan jadwal penerbangan.
Sementara itu khusus untuk tanggal 6 Maret 2026, jumlah penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal tercatat sebanyak 334 orang.
Seluruh penumpang yang terdampak telah mendapatkan penanganan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai penerbangan.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi kondisi tersebut, termasuk pengaturan parkir pesawat.
Manajemen bandara mengalokasikan parking stand untuk empat pesawat dari tiga maskapai yang terdampak oleh penyesuaian jadwal penerbangan tersebut.
Selain itu, pihak bandara juga menyediakan fasilitas bantuan bagi penumpang yang mengalami dampak dari pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan.
Area pelayanan help desk maskapai disediakan di Terminal Internasional guna memudahkan penumpang memperoleh informasi terbaru terkait penerbangan mereka.
Bandara juga berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi untuk menyediakan konter pelayanan khusus bagi penumpang yang membutuhkan pengurusan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT).
Fasilitas help desk maskapai serta konter layanan keimigrasian tersebut berada di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional.
Selain itu, pihak bandara juga menyediakan makanan ringan serta minuman secara gratis kepada para penumpang yang terdampak setiap hari.
Untuk memberikan informasi terbaru kepada masyarakat, pengelola bandara juga menyediakan layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telepon di nomor 172.
Manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai turut mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk terus berkomunikasi secara aktif dengan maskapai penerbangan masing-masing. (MBP)