Dinas Perikanan Badung Tebar 30 Ribu Bibit Ikan Mujair di Perairan Umum
MANGUPURA – baliprawara.com
Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perikanan, melaksanakan Penebaran Ikan di perairan umum (Restocking), untuk melestarikan ikan-ikan yang ada di saluran irigasi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni, 14-16 November 2023 ini, juga merupakan salah satu rangkaian dari acara ulang tahun ke- 14, kota Mangupura.
Acara pembukaan yang diselenggarakan di Taman Saring Gading, Br. Petang Tengah, Desa Petang, Selasa 14 November 2023 ini, ditandai dengan pelepasan 10 ribu benih ikan Mujair oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana S Sos MM., Camat Petang, A. A. NGR Raka Sukailing SH, M. AP., Bhabinkamtibmas Desa Petang, I Made Budiana, Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Anak Agung Sri Wahyuni, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan, I Wayan Raka Suarjaya, Kabid Kenelayanan Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Widyata, Sekdes Petang, I Wayan Sudarma, Ketua Kelompok Sari Gading, Anak Agung Ngurah Dharma Putra, disaksikan oleh 46 orang lainnya yang terdiri dari Tenaga Kerja di Lingkungan Petang, Staf Desa, PKK Desa Petang.
Kegiatan penyebaran bibit ikan Mujair ini, juga akan dilaksanakan di tiga tempat, yaitu di Saluran Irigasi Carang sari, Taman Sari Gading Kecamatan Petang, dan Subak Batan Badung. Sebanyak 30 ribu bibit ikan mujair nantinya akan disebar di ketiga tempat tersebut. Diharapkan dengan kegiatan penebaran ini menjadi salah satu upaya untuk menambah populasi ikan Mujair yang hampir punah di daerah Kabupaten Badung.
Kepala Dinas Perikanan, I Nyoman suardana S Sos MM., menyatakan bahwa, gerakan penebaran ikan perairan umum (Restocking) ini, bertujuan untuk melestarikan ikan-ikan yang ada di perairan. Khususnya kata dia, ikan di saluran irigasi yang mulai punah dikarenakan banyaknya masyarakat yang membuang limbah ke sungai.
“Kami berharap dari pimpinan-pimpinan wilayah, Perbekel, dan Masyarakat dapat menjaga dan memelihara sungai agar ikan yang sudah kita sebarkan bisa bertahan hidup sesuai dengan kondisi air yang ada,” ujarnya. (MBP/a)