Dukung Penguatan Sektor UMKM, Primakara University Luncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera
Suasana peluncuran Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera (KBS), Primakara University, Senin 9 Maret 2026.
DENPASAR – baliprawara.com
Primakara University resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera (KBS) yang berfokus pada pendampingan bisnis serta digitalisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini juga dirangkaikan dengan kegiatan pembekalan bertajuk “Smart UMKM: Go Digital, Go Sustainable.”
Kegiatan tersebut berlangsung Senin, 9 Maret 2026, di Aula Lantai IV Primakara University, dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali serta kolaborasi bersama Tokopedia x TikTok Shop.
Program ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan sektor UMKM melalui pendampingan yang berbasis teknologi dan pengembangan bisnis.
Rektor Primakara University Dr. I Made Artana S,Kom., M.M. menjelaskan bahwa program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pendampingan UMKM yang telah berjalan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.
Ia menuturkan bahwa gagasan tersebut muncul sejak masa pandemi Covid-19, ketika banyak pelaku UMKM mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya.
“Ketika awal pandemi Covid-19 kemarin kita melihat UMKM ini yang mengalami tantangan yang luar biasa. Kan waktu itu jualan susah, transaksi susah,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, pihak kampus kemudian mencari langkah konkret yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil. Salah satu langkah yang diambil adalah menerjunkan mahasiswa secara langsung ke masyarakat untuk melakukan pendampingan terhadap UMKM.
Program ini kemudian terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga saat ini.
Menurut Artana, program tersebut juga selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang mendorong perguruan tinggi untuk mengirim mahasiswa ke masyarakat melalui berbagai bentuk kegiatan, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), bakti sosial, maupun program pengabdian lainnya.
“Apalagi di tahun ini pemerintah provinsi Bali, Gubernur Wayan Koster mengharapkan semua kampus itu menurunkan mahasiswanya ke masyarakat dalam berbagai bentuk,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program yang dijalankan di lingkungan kampus dengan berbagai program prioritas yang dicanangkan oleh pemerintah daerah.
Di Primakara University sendiri, fokus pengabdian masyarakat diarahkan pada bidang ekonomi, khususnya penguatan UMKM melalui pendekatan digital dan inovasi bisnis.
Dalam pelaksanaannya tahun ini, program pendampingan juga menggandeng berbagai pihak, termasuk platform digital seperti TikTok, guna memberikan wawasan baru kepada pelaku UMKM terkait strategi pemasaran modern. Artana menyebutkan bahwa berdasarkan pemetaan yang dilakukan, terdapat tiga persoalan utama yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM.
“Yang pertama adalah basis daripada bisnisnya, yang kedua di marketing, yang ketiga keuangan,” ujarnya.
Melalui program pendampingan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam berbagai aspek praktis, mulai dari pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, hingga pengenalan produk melalui platform digital.
Pada tahun ini, sekitar 300 mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Setiap kelompok mahasiswa akan mendampingi satu pelaku UMKM dalam proses pengembangan usahanya.
“Sekarang ini 300 mahasiswa yang kita turunkan. Itu masing-masing mahasiswa itu mendampingi, tiga mahasiswa mendampingi satu UMKM,” jelas Artana.
Ia berharap langkah sederhana yang dilakukan mahasiswa, seperti membantu pengaktifan media sosial, pembuatan konten promosi, hingga pengenalan produk melalui berbagai platform digital, dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha para pelaku UMKM.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa jumlah UMKM di Bali saat ini mencapai sekitar 448 ribu unit usaha yang telah terdata berdasarkan nama dan alamat.
Meski demikian, ia menyebutkan bahwa pemerintah masih terus melakukan pembaruan data guna memastikan akurasi informasi mengenai pelaku UMKM di daerah.
Tri Arya menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Primakara University dalam melaksanakan program pendampingan UMKM yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sektor ekonomi masyarakat.
Ia menilai bahwa upaya memajukan perekonomian yang bertumpu pada UMKM tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk sektor pendidikan.
“Untuk memajukan suatu perekonomian yang tonggaknya adalah para pelaku UMKM tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, Dr. Ketut Wica, S.Sos., M.H., menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan universitas dalam berbagai program pengabdian masyarakat berbasis keilmuan.
Ia mencontohkan bahwa universitas dengan keunggulan di bidang teknologi, seperti Primakara University, dapat memberikan pendampingan kepada UMKM yang membutuhkan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usaha.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi langkah penting agar berbagai program prioritas daerah dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu fokus program yang juga menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah berbasis sumber, termasuk penanganan sampah plastik sekali pakai di tingkat desa.
Program tersebut rencananya akan dijalankan melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, termasuk melalui KKN tematik yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. “Harapan kami mahasiswa sekarang itu tidak sekedar membuat batas desa dan sebagainya tetapi bagaimana menerjadikan ilmu yang dia miliki dan ditularkan di masyarakat,” ujar Ketut Wica.
Sementara itu, Ketua APTISI Provinsi Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa pihaknya bersama BRIDA tengah merancang berbagai program untuk menyosialisasikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat melalui kegiatan mahasiswa. Program tersebut akan dilaksanakan dalam berbagai bentuk, mulai dari KKN tematik, bakti sosial, hingga program pendampingan masyarakat yang dilakukan langsung di desa-desa.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter masyarakat agar lebih mandiri dalam menciptakan peluang ekonomi. Ia menambahkan bahwa proses tersebut juga bertujuan untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya berperan sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui berbagai kegiatan usaha.
Dengan keterlibatan perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta pelaku usaha, program pengabdian masyarakat berbasis desa ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Bali. (MBP)