Dukung Prestasi Generasi Muda, Desa Adat Pecatu Serahkan Dana Apresiasi Kepada Ratusan Anak Berprestasi

 Dukung Prestasi Generasi Muda, Desa Adat Pecatu Serahkan Dana Apresiasi Kepada Ratusan Anak Berprestasi

Desa Adat Pecatu, serahkan dana apresiasi kepada anak berprestasi, Minggu (9/6/2024).

MANGUPURA – baliprawara.com

Ratusan anak berprestasi dari Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung, mendapat dana apresiasi dari pihak Desa Adat setempat. Penyerahan dana apresiasi ini dilakukan dalam rangkaian kegiatan Parum Krama Desa Adat Pecatu, di Wantilan Desa Adat Pecatu, Minggu 9 Juni 2024. Upaya ini dilakukan sebagai komitmen dalam mendukung perkembangan dan prestasi generasi muda.

Menurut Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, ratusan anak berprestasi ini menerima dana apresiasi sebesar Rp 3 juta rupiah per orang. Ini kata dia, sebagai penghargaan atas prestasi mereka di berbagai bidang, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun internasional dari periode 2023-2024.

Selain sebagai bentuk pengakuan, ini juga sebagai motivasi untuk anak-anak yang telah mengharumkan nama desa melalui berbagai kejuaraan lomba akademik, non-akademik dan seni budaya, baik perorangan maupun tim. “Kami memberikan dana apresiasi kepada ratusan anak di desa Pecatu yang berprestasi di tingkat kabupaten hingga internasional. Masing-masing sebanyak Rp 3 juta rupiah sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan dedikasi mereka,” ucap Sumerta yang juga Anggota DPRD Badung.

Selain anak-anak berprestasi, para pembina yang telah berperan besar dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak tersebut juga mendapat apresiasi. Setiap pembina menerima dana sebesar Rp 5 juta rupiah sebagai penghargaan atas kontribusi mereka. “Pembina juga kami berikan dana Rp 5 juta, karena peran mereka sangat penting dalam mengembangkan potensi anak-anak kita,” tambahnya.

Tidak hanya itu, desa juga memberikan uang saku kepada anak-anak yang akan berangkat untuk mengikuti lomba di tingkat provinsi, seperti lomba Porjar Provinsi Bali. Dukungan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dan memotivasi anak-anak untuk tampil maksimal dalam kompetisi.

See also  Bentuk Pelestarian Budaya, Desa Adat Pecatu Kembali Gelar Lomba Ogoh-ogoh

Kegiatan pemberian dana apresiasi ini, kata Sumerta, merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Desa Adat Pecatu dalam mendukung prestasi anak-anak desa. Sumerta menjelaskan jika kegiatan itu rutin dilaksanakan setiap ada kejuaraan. Mereka biasanya memberikan pengajuan dan pihaknya dari desa menyediakan dana untuk memotivasi anak-anak agar lebih bersemangat.

Selain itu, juga bisa memberikan motivasi kepada anak-anak yang lain agar bisa berprestasi juga. Sumerta membeberkan, jika dana yang dialokasikan oleh desa untuk kegiatan ini mencapai ratusan juta rupiah. “Saat anak didik dari desa Pecatu bisa berhasil meraih penghargaan lagi di tingkat nasional ataupun internasional, kami akan memberikan dana motivasi yang lebih tinggi lagi, bisa mencapai Rp 5 juta rupiah per orang,” bebernya.

Selain penghargaan untuk prestasi akademis dan nonakademis, Desa Adat Pecatu juga memberikan apresiasi khusus kepada Duta Gong Kebyar dari Yowana Desa Adat Pecatu yang akan berlaga pada Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2024. Penghargaan ini diberikan untuk mendukung dan melestarikan seni tradisional Bali yang menjadi identitas budaya desa. Ribuan krama desa juga diberikan dana untuk membuat baju seragam masing-masing Rp 400 ribu per orang yang nantinya bisa digunakan dalam berbagai kegiatan di desa. Pihaknya juga memberikan dana hadiah bagi pemenang lomba ogoh-ogoh pada tahun 2024, sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan kreativitas warga dalam tradisi tahunan tersebut.

“Kegiatan pemberian dana apresiasi ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga semangat dan motivasi bagi anak-anak dan warga Desa Adat Pecatu untuk terus berprestasi,” pungkasnya. (MBP)

 

redaksi

Related post