Edukasi K3 Konstruksi di Desa Jagaraga, Prodi DIII Teknik Sipil PNB Bekali Pekerja Bangunan Soal Keselamatan Kerja
Edukasi K3 Konstruksi di Desa Jagaraga. (ist)
SINGARAJA – baliprawara.com
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu aspek penting dalam sektor konstruksi. Kesadaran terhadap pentingnya bekerja secara aman dinilai mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan di lapangan.
Berangkat dari hal tersebut, Program Studi (Prodi) Diploma III Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada edukasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para pekerja bangunan di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.
Kegiatan ini melibatkan dosen serta perwakilan mahasiswa dari Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali. Program tersebut juga terlaksana melalui kerja sama dengan Kelompok Pertukangan “Bangun Pertiwi” yang selama ini menjadi salah satu kelompok pekerja konstruksi di wilayah Desa Jagaraga.
Kegiatan edukasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2026. Pelaksanaan pelatihan berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026, dengan tujuan meningkatkan pemahaman pekerja mengenai pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap aktivitas pembangunan.
Ketua kegiatan PKM dari Program Studi D3 Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali, I Made Jaya, menjelaskan bahwa tim pengabdian mendapat sambutan dari Ketua Kelompok Pertukangan Bangun Pertiwi serta pengurus BUMDes Suka Pura Desa Jagaraga.
Acara pembukaan ini dilakukan langsung oleh Ketua BUMDes Suka Pura Desa Jagaraga. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan agar kegiatan serupa tidak berhenti pada satu kesempatan saja. Menurutnya, program edukasi semacam ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pekerja bangunan.
Selain itu, peserta juga diajak menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk semakin memahami pentingnya menjaga keselamatan dan kesehatan saat bekerja. Penerapan prinsip-prinsip K3 diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan dalam setiap proses pekerjaan konstruksi.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh tim pengabdian dari Politeknik Negeri Bali. Materi yang diberikan berfokus pada penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bidang konstruksi bangunan. Peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai aspek mendasar yang berkaitan dengan keselamatan kerja di lingkungan proyek.
Beberapa materi yang dipaparkan meliputi dasar hukum mengenai K3, berbagai risiko kerja yang berpotensi terjadi di lokasi konstruksi, sumber-sumber penyebab kecelakaan kerja, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh para pekerja.
Tidak hanya itu, tim pemateri juga menjelaskan mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) beserta manfaatnya dalam mendukung keselamatan selama bekerja. Pemahaman mengenai fungsi APD menjadi salah satu bagian penting agar pekerja dapat meminimalkan risiko cedera saat menjalankan aktivitas konstruksi.
Pada sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman yang berkaitan dengan kondisi pekerjaan di lapangan. Tim pengabdian kemudian memberikan penjelasan sesuai materi yang telah disampaikan sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan K3 dalam pekerjaan konstruksi.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, para pekerja bangunan di Desa Jagaraga memperoleh tambahan wawasan mengenai pentingnya menjaga keselamatan serta kesehatan kerja dalam setiap tahapan pembangunan.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Studi D3 Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali ini menjadi salah satu bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kerja sama dengan Kelompok Pertukangan Bangun Pertiwi diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan edukasi berikutnya sehingga pemahaman mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) semakin meningkat di kalangan pekerja konstruksi. (MBP/a)
